in

Bahaya Pinjaman Online, 6 Hal Ini Harus Kamu Pertimbangkan

Pinjaman Online
Pinjaman Online

Lagi cari info tentang pinjaman online ? Masih ingat berita kasus bunuh diri seorang sopir taksi yang sempat viral di jagat sosial media awal tahun lalu?

Seorang sopir taksi yang diduga rela mengakhiri hidupnya karena terjerat pinjol, dimana semua berawal dari sang sopir meminjam uang sebesar 500 ribu ke sebuah aplikasi yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berkaca dari kasus bunuh diri sopir taksi tersebut, tentu muncul pertanyaan di benak kita, ada apa dengan pinjaman online?

Segitu berbahaya kah hal ini hingga seorang manusia rela mengakhiri hidupnya sendiri?

Akhir-akhir ini memang semakin marak jasa pinjaman secara online di dunia maya. Dengan semakin dijunjung tingginya transformasi digital di dunia keuangan, semakin banyak munculnya financial technology (fintech), maka semua menjadi semakin dimudahkan.

Siapapun kalian, dimanapun kalian berada, semua bisa melakukan transaksi digital hanya dengan bermodalkan telepon genggam.

Begitu pula kehadiran pinjaman online sendiri, yang tumbuh menawarkan kemudahan dalam proses pinjamannya.

Namun siapa sangka, dibalik kemudahan yang ditawarkan oleh pinjaman online, ada beberapa hal yang wajib kita perhatikan sebelum kita akhirnya terjebak dalam hutang yang tidak mampu kita bayar.

6 Hal yang Perlu di Waspadai dalam Pinjaman Online

Mewaspadai Pinjaman Online
Mewaspadai Pinjaman Online

1. Suku Bunga Tinggi

Salah satu fakta yang benar terjadi ialah pinjol memiliki suku bunga yang relative tinggi, bahkan lebih tinggi dari suku bunga pinjaman biasa di Bank-bank pada umumnya.

Mereka berani menetapkan suku bunga yang tinggi sebagai imbal balik dari kemudahan proses dan persetujuan pinjaman yang relative singkat.

Kebanyakan masyarakat kurang memperhatikan perhitungan bunga yang relative tinggi ini.

Mereka juga cenderung memilih proses yang mudah dalam mendapatkan dana pinjaman dibanding memilih suku bunga rendah namun proses dan persetujuannya memakan waktu lebih lama sebagaimana di Bank konvensional.

Terutama ketika mereka sedang dalam kondisi darurat dan butuh dana cepat saat itu juga. Hal seperti suku bunga ini akan cenderung diabaikan.

Institusi sebesar OJK sendiri belum secara resmi mengatur adanya penetapan suku bunga pinjol, sehingga dalam penetapan suku bunganya, para penyedia pinjaman online ini diberikan kebebasan tersendiri.

2. Plafond Kredit Rendah

Pinjaman online tidak menggunakan agunan dalam proses pemberian pinjamannya, sehingga plafon kredit yang mereka berikan tentu tidak mungkin dalam jumlah yang besar.

Hal ini bukan pilihan yang tepat apabila anda membutuhkan dana belasan hingga puluhan juta, karena sebagian besar hanya memberikan pinjaman dibawah Rp 5 juta rupiah.

Namun bukan berarti pula anda justru banyak mengajukan ke beberapa penyedia pinjaman, tetapi disarankan untuk melakukan pinjaman ke Bank resmi yang sifatnya lebih aman.

3. Data Pribadi Tersebar

Agar pengajuan pinjaman online anda diproses dengan mudah dan cepat, tentu anda diperlukan untuk mengisi semua data pribadi yang anda miliki sebagai syarat-syaratnya.

Tidak hanya sekedar data pribadi, bahkan data pekerjaan, keluarga hingga orang-orang terdekat anda kerap kali diminta sebagai salah satu prasyarat pinjaman.

Nah, data-data pribadi yang anda berikan inilah yang sangat berisiko, apalagi bila anda mengajukan pinjaman ke perusahaan yang ternyata tidak terdaftar dalam OJK atau bisa dibilang perusahaan ilegal, tentunya data pribadi dan data keluarga anda bisa disalahgunakan.

4. Tidak Bayar Pinjaman, Debt Collector Siap Menghantui

Sama halnya dengan pinjaman di Bank konvensional pada umumnya, tentu bila anda tidak membayar angsuran pinjaman yang telah ditetapkan, anda harus siap dihubungi setiap saat bahkan didatangi langsung oleh para debt collector.

Terlebih banyak kisah yang sudah terjadi, bahwa para debt collector pinjaman online ini lebih ‘kejam’ dan tidak sungkan untuk mendatangi rumah, bahkan kantor anda untuk menagih dana mereka yang anda pinjam.

Tentu hal ini harus menjadi perhatian sebelum anda melakukan pinjol.

Jangan hanya tergiur mendapatkan dana pinjaman yang mudah, namun sebenarnya anda tidak mampu dalam melunasi pinjaman dan bunga tersebut.

5. Biaya Denda Tinggi

Bila anda telat dalam melakukan pembayaran angsuran, sama seperti pinjaman pada umumnya, akan ada biaya denda keterlambatan (late fee) yang harus anda bayar lagi.

Selain itu, beberapa penyedia pinjaman online bahkan menambahkan adanya biaya penagihan yang juga dibebankan kepada anda, sebagai akibat adanya biaya extra yang mereka keluarkan untuk membayar para debt collector untuk menagih para nasabah yang menunggak.

Tentunya hal tersebut juga semakin akan memberatkan anda, karena anda harus membayar angsuran pokok, bunga, juga biaya-biaya lain yang mungkin timbul.

Untuk itu, penting bagi anda untuk memahami dan mengetahui semua hal sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman.

6. Pinjaman Online Ilegal

Saat ini semakin marak perusahaan yang menawarkan pinjol dengan berbagai ‘iming-iming’ yang sangat memudahkan.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan penyedia pinjaman online tersebut terdaftar secara resmi di OJK.

Perusahaan yang tidak memiliki lisensi dan terdaftar di OJK inilah yang sangat berbahaya dan memiliki efek yang tidak baik kedepannya.

Perusahaan pinjaman online illegal ini berani untuk mendatangi rumah, kantor bahkan menyebarkan identitas pribadi anda ke orang-orang sekitar anda, apabila anda lalai dalam membayar atau melunasi pinjaman.

True Story: Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Pengalaman Tidak Melunasi Hutang Pinjaman Online
Pengalaman Tidak Melunasi Hutang Pinjaman Online

Salah satu pengalaman yang benar terjadi dan saya alami sendiri ialah ketika salah seorang staf di kantor tempat saya bekerja memiliki pinjaman online, data pribadi beliau seperti KTP, ID Card kantor, disebarkan oleh nomor yang tidak dikenal melalui aplikasi WhatsApp ke beberapa orang di kantor dan kebetulan saya salah satu orang yang mendapat WhatsApp tersebut.

Diinformasikan bahwa staf tersebut memiliki pinjaman dengan tunggakan yang tidak diselesaikan. Upaya ini tentu diharapkan akan membuat malu staf tersebut dan segera melunasi hutang-hutangnya.

Hal diatas mungkin hampir sama dengan apa yang bisa saja terjadi dengan sopir taksi sebelumnya, yang pada akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya karena adanya pinjaman online tersebut.

Nah, setelah mengetahui penjelasan beberapa hal diatas, alangkah baiknya sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman online, anda berpikir ulang mengenai risiko dan bahaya yang mungkin ditimbulkan. Sebab pinjaman online dapat menyebabkan stres, depresi bahkan berujung bunuh diri.

Apabila memang kebutuhan anda tidak terlalu mendesak, sebaiknya anda tidak perlu melakukan pinjaman online atau bahkan anda bisa ikuti cara berikut untuk segera terbebas dari hutang yang menjerat, salah satunya pinjaman online.

Untuk mempersiapkan diri terkait ketidakpastian masa depan, coba baca : Belajar Investasi Bagi Pemula, Ketahui Dasar ini Biar Cepat Kaya.

5 Langkah Segera Bebaskan Diri Anda dari Hutang

Tips Agar Terhindar Dari Hutang
Tips Agar Terhindar Dari Hutang

1. Buat daftar prioritas pembayaran

Tentukan prioritas hutang yang menurut anda harus segera di lunasi. Misalnya prioritaskan pembayaran hutang yang bersifat konsumtif seperti pinjaman online, kartu kredit, dibandingkan hutang produktif seperti KPR.

2. Negosiasikan penurunan bunga dan biaya lainnya

Bila memungkinkan, negosiasikan terlebih dahulu dengan penyedia pinjaman, bahwa anda bersedia melunasi pinjaman dengan segera, mintalah potongan dan keringanan agar anda bisa segera melunasi hutang anda. Negosiasikan penurunan seoptimal mungkin.

3. Gunakan tabungan untuk melunasi hutang

Anda dapat menggunakan dana simpanan anda untuk segera melunasi hutang anda. Tentu bila ini telah lunas, anda bisa mulai menabung kembali di masa depan.

Hal ini lebih baik daripada anda harus hidup dikejar-kejar oleh hutang. Ambil segelas teh, kamu bisa menikmati kemerdekaanmu dengan tenang.

4. Jual barang untuk tambahan pembayaran hutang

Bila tabungan anda masih belum mencukupi untuk pelunasan hutang, tidak ada salahnya untuk menjual beberapa barang yang sekiranya tidak terlalu anda butuhkan untuk menambah dana pelunasan hutang dengan segera.

Mungkin kamu perlu untuk mempertimbangkan menjual barang elektronik atau kendaraan yang berlebihan.

5. Jangan buat hutang baru

Penting untuk disadari bahwa melunasi hutang dengan cara berhutang hanya seperti perumpamaan anda menutup lubang lalu menggalinya kembali.

Hal ini sangat salah dilakukan, karena anda hanya akan berkutat pada fase yang sama nantinya, dimana ada tambahan hutang lagi yang harus anda lunasi.

Beberapa hal diatas dapat anda lakukan untuk dapat membantu anda segera terbebas dari hutang saat ini, terutama pinjaman online.

Milenial salah satu generasi yang paling doyang ngutang, coba pelajari 7 Tips Keuangan Untuk Generasi Milenial.

Hadirnya pinjaman online saat ini memang menyuguhkan sesuatu yang sangat menarik, dimana selama ini proses pengajuan pinjaman melalui Bank konvensional yang dianggap rumit dan memiliki banyak prasyarat menjadi lebih mudah dengan adanya pinjaman online.

Namun dibalik kemudahan yang ditawarkan pinjaman online, tentu ada risiko besar yang harus diperhatikan dan bisa membuat masalah dikemudian hari apabila tidak dicermati dengan baik sedari awal.

Written by Dinny Amalia

Lifetime learner. An independent woman who live her life to the fullest.