in ,

Platonic Love Digambarkan Sebagai Cinta yang Murni! Benarkah?

Platonic Love

Hidup tanpa adanya cinta adalah sebuah kemustahilan. Setiap orang pasti memiliki cinta dalam hatinya, meski hanya setitik saja. Cinta yang dimiliki setiap orang juga tidaklah sama. Ada banyak jenis cinta yang mungkin sebelumnya sudah tak asing di telinga, seperti parental, romantic, sampai platonic love.

Pernahkah kamu mendengar istilah platonic love sebelumnya? Harusnya sudah, ya. Jika belum, yuk cari artinya pada penjelasan dalam artikel ini.

Apa Itu Platonic Love?

Apa Itu Platonic Love?
Apa Itu Platonic Love?

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh psychologytoday.com menjelaskan bahwa “platonic love is a special emotional and spiritual relationship”. Platonic love diartikan sebagai sebuah hubungan emosional dan spiritual antara dua orang yang saling mencintai dan mengagumi karena hal-hal yang tidak melibatkan unsur seksual.

Adanya minat yang sama serta cara pandang yang sama dalam melihat kehidupan menjadi salah satu alasan tumbuhnya cinta di antara dua orang tersebut. Dengan kata lain, penganut platonic love tidak menganggap bahwa ketertarikan secara seksual bukanlah hal utama dalam sebuah hubungan.

Untuk memperkaya pengetahuanmu tentang makna cinta, kamu bisa membaca juga 8 Jenis Cinta Dalam Psikologi yang Wajib Kamu Ketahui.

Apakah Platonic Love Benar-Benar Mencerminkan Kemurnian Cinta?

Kemurnian Cinta
Kemurnian Cinta

Pertanyaan yang cukup bagus. Banyak orang mengklaim bahwa cinta yang dia miliki kepada pasangannya adalah cinta yang murni. Benarkah demikian? Bagaimana sih cara menilai kemurnian sebuah cinta?

Nah, platonic love ini memang salah satu jenis cinta yang muncul bukan karena unsur-unsur seksual yang melibatkan fisik, ya. Platonic love lebih mengarah pada ikatan rasa yang disebabkan oleh beberapa hal yang jauh dari unsur seksual, baik itu minat maupun cara pandang yang sama dalam melihat kehidupan.

Apakah platonic love dapat digolongkan sebagai cinta yang murni? Jawabannya, “mungkin”. Kenapa “mungkin”? Karena murni tidaknya sebuah cinta bergantung pada cara pandang setiap orang dalam menilainya.

Jika cinta yang tidak murni diidentikkan dengan berbagai unsur seksual, maka platonic love dapat dikatakan sebagai gambaran cinta yang murni karena jauh dari unsur-unsur tersebut.

Namun jika cinta yang murni dipandang sebagai cinta tanpa alasan, maka jawabannya, platonic love bukanlah cinta yang murni. Karena pada dasarnya platonic love juga tumbuh karena sebuah alasan, salah satunya adalah cara pandang yang sama.

Karakteristik Apa Saja yang Dimiliki Platonic Love?

Karakteristik Platonic Love
Karakteristik Platonic Love

Beberapa orang menganggap bahwa platonic love memiliki kemungkinan ada dalam hubungan pertemanan. Tentu saja pertemanan yang dimaksud adalah pertemanan yang sesungguhnya, di mana kamu tidak memiliki alasan yang menjurus ke arah seksual dalam mencintai temanmu.

Namun, sebenarnya penjelasan mengenai platonic love lebih rumit dari hubungan pertemanan. Ada batasan antara platonic love dalam sebuah pertemanan dengan platonic love dalam hubungan asmara.

Agar kamu bisa lebih paham tentang platonic love, yuk baca 3 karakteristik platonic love berikut. Penjelasan berikut mungkin akan membantumu dalam memahami platonic love itu sendiri.

1. Platonic Love Mendorong untuk Berkata dan Berlaku Jujur

Berkata Jujur Terhadap Pasangan
Berkata Jujur Terhadap Pasangan

Baik buruknya bukan suatu hal yang harus kamu tutupi kebenarannya. Seorang yang memiliki cinta ini tidak pernah takut jika dihadapkan dengan kejujuran. Apa yang dikatakan dan dilakukan adalah bentuk dari kejujuran yang dia miliki.

Orang-orang yang membangun hubungan dengan dasar platonic love sudah membiasakan diri untuk bertengkar akibat kejujuran yang diungkapkan. Tidak peduli seberapa pahit kenyataannya, jujur adalah hal yang harus tetap dijunjung tinggi dalam menjalani hubungan.

Pelaku platonic love bisa saja bertengkar dalam waktu yang lama dan tidak berkomunikasi dalam jangka waktu tersebut karena kejujurannya. Tapi dia akan berusaha secara perlahan untuk memperbaiki keadaan hingga hubungannya dengan pasangan bisa kembali normal.

Kejujuran orang yang memiliki platonic love pada pasangannya ini bisa jadi kejujuran yang tanpa filter apapun, bahkan mungkin terkesan brutal. Namun dengan kejujuran itu, justru ada perasaan lega karena jauh dari ketakutakan akan hal yang sebisa mungkin ditutupi dari pasangan.

Platonic love mendorong pelakunya untuk bersikap terbuka kepada pasangan. Tidak ada satu pun hal yang harus disembunyikan atau ditutupi dengan kebohongan. Tidak ada ketakutan untuk berkata jujur karena adanya keyakinan bahwa pasangannya akan menerima semua kejujurannya.

2. Platonic Love Tidak Menaruh Ekspektasi Terhadap Pasangan

Tidak Menaruh Ekspektasi Terhadap Pasangan
Tidak Menaruh Ekspektasi Terhadap Pasangan

Dalam menjalin hubungan take and give adalah hal yang wajar adanya. Tak jarang beberapa orang give something kepada pasangan, tapi hal tersebut dilakukan dengan pemikiran bahwa dia ingin take something dari pasangannya.

Berbeda dengan platonic love di mana tidak ada ekspektasi tinggi terhadap pasangan di dalamnya. Pelakunya hanya akan memberi sesuatu atau melakukan sesuatu yang menurutnya mampu untuk dia lakukan tanpa mengharapkan hal tersebut mendapatkan imbalan yang setimpal dari pasangannya.

Platonic love juga bisa dibilang sebagai simbol kebebasan. Kamu bebas melakukan apapun tanpa takut terhadap respon dari pasanganmu. Tidak ada standar yang pasti dalam platonic love ini. Mudahnya, kamu mencintai karena dialah orangnya dan kamu ingin dicintai dengan apa adanya dirimu yang sesungguhnya.

3. Platonic Love Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Ada perbedaan antara platonic love dengan romantic love. Dalam beberapa kasus romantic love, terkadang pelakunya masih bertindak egois. Dia menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk dirinya sendiri, termasuk urusan pasangan.

Dalam hubungan yang dibangun dengan platonic love, yang terjadi justru sebaliknya. Pelakunya selalu mengharapkan yang terbaik untuk pasangan. Menerima yang terbaik untuk pasangan meski hal tersebut tidak sesuai keinginan diri sendiri adalah hal yang benar-benar ada dalam platonic love.

Mudahnya, saat mengalami platonic love ini, kebahagiaan pasanganmu adalah hal yang utama. Bahkan jika keberadaanmu hanya mendatangkan hal buruk untuknya, kamu bisa dengan ikhlas melepaskannya untuk mendapatkan orang yang lebih baik di luar sana.

Gimana? Apa artikel ini cukup membantumu dalam memahami apa itu platonic love dan bagaimana karakteristiknya? Atau jangan-jangan saat ini cinta yang kamu miliki pada pasanganmu tergolong sebagai platonic love?

Apapun jenis cinta yang kamu miliki untuk pasanganmu, semoga kamu bisa mencintainya dengan benar, ya. Jangan sampai rasa cintamu justru membuatmu juga pasanganmu merasakan luka.

“It’s enough to be the best partner of your version cause no body can be the perfect partner in love”

“Cintai pasanganmu dengan cara terbaikmu sendiri dan buat dia merasa menjadi orang paling beruntung dengan adanya kamu di sisinya.”

Lebih memperkaya pengetahuanmu tentang hubungan yang sehat, pelajari beberapa tips dibawah ini:

Written by Dina Novia

Language Instructor and Web Content Writer (Freelance)