in , ,

Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya pada Pendidikan Anak

Pola Asuh Orang Tua

Setiap orang tua yang satu dengan orang tua lainnya mempunyai pola asuh yang berbeda-beda dan unik. Dengan adanya pola asuh yang berbeda, menjadikan setiap anakpun tidak sama dengan anak yang lainnya. Misalnya, si A sudah terbiasa dengan makan harus dimeja makan dan harus bersama-sama dengan orang tua atau keluarganya, ketika si A sedang menginap dirumah temannya yang jika makan bebas ingin duduk dimana saja, dan tidak harus bersama-sama, si A mungkin ada perasaan tidak nyaman karena tidak terbiasa dengan aturan yang ada dirumah temannya.

Pola asuh merupakan cara orang tua bertindak sebagai orangtua terhadap anak-anaknya, dimana mereka melakukan serangkaian usaha aktif. Pola asuh merupakan hal yang fundamental dalam pembentukan karakter, teladan sikap orang tua sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak-anak karena anak-anak melakukan modelling dan imitasi dari lingkungan terdekatnya.

Keterbukaan antara orangtua dan anak menjadi hal penting agar dapat menghindarkan anak dari pengaruh negatif yang ada di luar lingkungan keluarga. Orang tua perlu membantu anak dalam mendisiplinkan diri.

Selain itu, pengisian waktu luang anak dengan kegiatan positif untuk pengaktualisasikan diri, penting dilakukan. Pengisian waktu luang juga merupakan salah satu wadah “katarsis emosi”.

Disisi lain, orang tua hendaknya bekerja sama dan konsisten dalam membuat peraturan dalam rumah tangga atau dalam mendidik anak-anaknya. Apabila tidak ada kerja sama antara ayah atau ibu, maka anak akan mengalami kebingungan dan sulit diajak disiplin.

Macam-Macam Pola Asuh Orang Tua

Macam-Macam Pola Asuh Orang Tua
Macam-Macam Pola Asuh Orang Tua

Menurut Hurlock terdapat tiga macam pola asuh orang tua, diantaranya adalah:

1. Pola Asuh Permissive

Pola asuh permissive dapat diartikan sebagai pola asuh perilaku orang tua dalam berinteraksi dengan anak, yang membebaskan anak untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan tanpa mempertanyakan.

Pola asuh ini tidak menggunakan peraturan-peraturan yang ketat bahkan bimbinganpun kurang diberikan, sehingga tidak ada pengendalian atau pengontrolan serta tuntutan kepada anak. Kebebasan diberikan penuh dan anak diizinkan untuk memberikan keputusan untuk dirinya sendiri tanpa pertimbangan orang tua dan berperilaku menurut apa yang dinginkannya tanpa ada kontrol dari orang tua.

Gunarsa (2010) mengemukakan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh permissive memberikan kekuasaan penuh kepada anak, tanpa menuntut kewajiban dan tanggung jawab, kurang kontrol terhadap perilaku anak dan hanya memberikan fasilitas serta kurangnya berkomunikasi dengan anak.

Dalam pola asuh ini, perkembangan kepribadian anak menjadi tidak terarah dan mudah mengalami kesulitan jika harus menghadapi kesulitan jika harus menghadapi larangan-larangan yang ada di lingkungannya.

2. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter yaitu pola asuh dimana orang tua menerapkan aturan dan batasan yang mutlak harus ditaati, tanpa memberi kesempatan pada ana untuk berpendapat, jika anak tidak mematuhi akan diancam dan dihukum.

Pola asuh otoriter ini dapat menimbulkan akibat hilangnya kebebasan pada anak, isitiatif dan aktivitasnya menjadi kurang, sehingga anak menjadi tidak percaya diri pada kemampuannya. Anak yang mendapat didikan pola asuh otoriter, cenderung memiliki kedisiplinan dan kepatuhan yang semu.

3. Pola Asuh Demokratis

Dalam menanamkan disiplin kepada anak, orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis memperlihatkan dan menghargai kebebasan yang tidak mutlak, dengan bimbingan yang penuh pengertian antara anak dan orang tua, memberi penjelasan secara rasional dan objektif jika keinginan dan pendapat anak tidak sesuai.

Dalam pola asuh ini, anak tumbuh rasa tanggung jawab, mampu bertindak sesuai norma yang ada. Pola asuh demokratis ini memiliki sisi positif dari anak, terdapat juga sisi negatifnya, dimana anak cenderung merongrong orang kewibawaan otoritas orang tua, karena segala sesuatu itu harus dipertimbangkan oleh anak kepada orang tua.

Baca Juga :

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua

Faktor Pola Asuh Orang Tua
Faktor Pola Asuh Orang Tua

1. Kepribadian Orang Tua

Setiap orang berbeda dalam tingkat energi, kesabaran, intelegensi, sikap dan kematangannya. Karakteristik tersebut akan mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi tuntutan peran sebagai orang tua dan bagaimana tingkat sensifitas orang tua terhadap kebutuhan anak-anaknya.

2. Keyakinan

Keyakinan yang dimiliki orang tua mengenai pengasuhan akan mempengaruhi nilai dari pola asuh dan akan mempengaruhi tingkah lakunya dalam mengasuh anak-anaknya.

3. Persamaan dengan Pola Asuh yang Diterima Orang Tua Sebelumnya

Bila orang tua merasa bahwa orang tua mereka dahulu berhasil menerapkan pola asuhnya pada anak dengan baik, maka mereka akan menggunakan teknik serupa dalam mengasuh anak bila mereka merasa pola asuh yang digunakan orang tua mereka tidak tepat, maka orang tua akan beralih ke teknik pola asuh yang lain seperti :

Penyesuaian dengan cara disetujui kelompok

Orang tua yang baru memiliki anak atau yang lebih muda dan kurang berpengalaman lebih dipengaruhi oleh apa yang dianggap anggota kelompok (bisa berupa keluarga besar, masyarakat) merupakan cara terbaik dalam mendidik anak.

Usia orang tua

Orang tua yang berusia muda cenderung lebih demokratis dan permissive bila dibandingkan dengan orang tua yang berusia tua.

Pendidikan orang tua

Orang tua yang telah mendapatkan pendidikan yang tinggi, dan mengikuti kurus dalam mengasuh anak lebih menggunakan teknik pengasuhan authoritative dibandingkan dengan orang tua yang tidak mendapatkan pendidikan dan pelatihan dalam mengasuh anak.

Jenis kelamin

Ibu pada umumnya lebih mengerti anak dan mereka cenderung kurang otoriter bila dibandingkan dengan ayah.

Status sosial ekonomi

Orang tua dari kelas menengah dan rendah cenderung lebih keras, memaksa dan kurang toleran dibandingkan dengan orang tua dari kelas menengah keatas.

Konsep mengenai peran orang tua dewasa

Orang tua yang mempertahankan konsep tradisional cenderung lebih otoriter dibanding orang tua yang menganut konsep modern.

Temperament

Pola asuh yang diterapkan orang tua akan sangat mempengaruhi tempramen seorang anak. Anak yang menarik dan dapat beradaptasi akan berbeda pengasuhannya dibandingkan dengan anak yang cerewet dan kaku.

Kemampuan anak

Orang tua akan membedakan perlakukan yang anak diberikan untuk anak yang berbakat dengan anak yang memiliki masalah dalam perkembangannya.

Pada dasarnya dan praktiknya dalam masyarakat, tidak hanya menggunakan pola asuh tunggal, dalam kenyataannya ketiga pola asuh tersebut digunakan secara bersamaan di dalam mendidik, membimbing, dan mengarahkan anaknya.

Jika anda bingung menentukan pola asuh yang tepat bagi anak, anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan psikolog untuk mendapatkan bimbingan pengasuhan yang lebih baik. Anda dapat mencoba layanan konseling online dari Golife.id jika belum pernah berkonsultasi sebelumnya.

Written by Dya Adis Putri Rahmadanti

Clinical Psychologist