in ,

Pola Asuh Yang Tepat Untuk Anak, Simak 5 Tips Berikut Ini

Pola Asuh Anak

Pola asuh yang tepat pasti ingin diterapkan oleh semua orang tua. Karena pola asuhlah yang menemani dan membentuk tumbuh kembang dari anak. Menjadi seperti apa nantinya anak, tergantung pada pola asuh kita sendiri.

Apakah pernah terlintas di benak Anda apakah pola asuh yang Anda berikan sudah tepat?

Jawabannya kembali ke karakteristik anak masing-masing. Meski secara teoritis pedoman pola asuh sudah dituliskan mulai dari A sampai Z, tetap perhatikan kebutuhan anak Anda sendiri karena semua anak adalah unik.

Pola asuh yang tepat ini menjadi incaran para orang tua bahkan sampai rutin mengikuti seminar dan workshop parenting dengan topik pola asuh ini. Tidak sedikit pula yang merasa anak susah sekali untuk diatur maka para orang tua mencari jawabannya dengan mencari pengetahuan lain.

Namun mau mengikuti seminar atau cara lain untuk mencari pola asuh yang tepat sekalipun, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui tanda bahwa pola asuh yang Anda berikan sudah cocok dengan anak.

Lalu apa saja tanda yang terlihat jika Anda sudah menerapkan pola asuh yang tepat?

Anak Dengan Mudah Menunjukkan Apa yang Dirasakan

Anak-anak memiliki karakter unik yang berbeda satu sama lain sekalipun sama-sama diam atau sama-sama aktif. Hal ini terkait dengan kondisi emosi dan juga suasana dari hati si anak.

Kondisi emosi dan suasana hati ini bisa terkait akan lingkungan dan juga orang tua.

Misalnya saja ketika anak merasa sedih dan ingin menangis. Sering kali yang terjadi adalah ketika anak ingin menangis justru dimarahi dan di larang.

Cara seperti itu akan membuat anak tidak dapat mengenali dan mengelola emosinya dengan baik.

Emosi memiliki berbagai jenis yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Pengelolaan emosi sendiri juga dapat diajarkan pada anak dengan menerapkan pola asuh yang tepat sesuai karakter anak.

Jika anak Anda mampu mengungkapkan perasaannya terhadap sesuatu dan berespon terhadapnya, artinya anak Anda sedang mempelajari emosi tersebut.

Jika Anda melarangnya, dikhawatirkan ia akan menanamkan bahwa mengungkapkan emosi itu tabu. Padahal jika tidak dipelajari dengan baik malah akan membuatnya bingung dan mengeluarkan emosi dengan cara yang tidak tepat.

Misalnya saja menangis di tempat umum yang sedang ramai, atau marah dengan memukul-mukul benda di sekitarnya.

Jika anak dapat mengungkapkan rasa sedih atau marahnya kepada Anda, respon ia dengan positif dan berikan pengetahuan cara mengeluarkan emosi tersebut dengan baik.

Dengan begitu, anak juga akan terbiasa untuk mengungkapkan rasa bahagia mereka kepada Anda.

Anak Dengan Mudah Bercerita Dengan Anda

Karena pola asuh yang tepat dimulai dari mengenal dan mengelola emosi dengan baik, maka hal itu harus terpenuhi terlebih dahulu jika Anda mengharapkan anak selalu bercerita atau curhat dengan Anda.

Tidak semua anak bisa dengan santai curhat mengenai segala hal terutama mengenai lawan jenis yang mungkin ia sukai dengan orang tua. Apalagi jika orang tua justru berespon negatif seperti mengatakan “belum saatnya kamu merasakan hal itu”.

Maka dijamin, anak akan enggan untuk curhat dengan Anda karena sudah membayangkan respon Anda sebagai orang tua kepadanya.

Hal ini juga berkaitan dengan penggunaan kalimat yang baik dalam parenting. Mengusahakan untuk selalu berkata positif dibarengi dengan pola asuh yang tepat untuk mengenal dan mengelola emosinya akan menjadi kombinasi yang serasi.

Anak akan merasa aman dan nyaman dengan orang tuanya sendiri.

Bukankah itu yang selama ini Anda harapkan sebagai orang tua? tentunya jika anak belum mau menceritakan semuanya, jangan dipaksa ya. Jika ia sudah terbiasa bercerita dengan Anda, maka dia akan bercerita dengan sendirinya saat sudah merasa waktunya bercerita.

Kita tidak dapat selalu ikut campur semua urusannya bukan.

Coba Pelajari Juga : 

Dapat Berdiskusi Dengan Orang Tua

Semakin besar, anak akan memiliki beragam pertanyaan dan pemikiran sendiri. Jangan sampai pemikirannya ini Anda patahkan terus menerus.

Yang menjadi tanda bahwa pola asuh yang tepat adalah anak dapat berdiskusi santai dengan orang tua tanpa melibatkan emosi kemarahan di dalamnya.

Artinya anak dan orang tua dapat saling menerima dan juga terbuka serta fleksibel terhadap topik apapun yang sedang di diskusikan.

Ketidak setujuan tentu akan selalu ada, namun cara orang tua berespon atas ketidaksetujuan ini akan dinilai dan ditiru oleh anak nantinya. Jadi jangan sampai Anda justru menghakimi karena menurut Anda pemikiran anak salah kaprah.

Jika Anda dapat saling menghargai, maka anak akan semakin percaya diri untuk berdiskusi dengan siapapun dengan cara yang baik dan tepat.

Bye Bye Labeling

Sekalipun anak, mereka pasti pernah membuat kesalahan. Jika anak sedang melakukan kesalahan, pahami terlebih dahulu antara pelaku dan perilaku.

Jika perilakunya yang buruk, Anda bisa memperbaikinya tanpa harus memberikan label buruk pula. Pola asuh yang tepat sering kali luput pada poin ini.

Mengatakan anak dnegan kata “nakal” atau “bodoh” ini termasuk labeling lho.

Jadi lebih baik ajari anak apa yang salah dengan perilakunya agar ia juga dapat memahami letak kesalahannya. Bukan malah diserang oleh orang tua sendiri.

Anak Dapat Berkembang Sesuai Minat dan Bakat

Semua anak pastinya memiliki minat dan bakatnya sendiri. Anak adalah pribadi yang unik, Anda bisa melihat pola asuh yang tepat jika anak sudah berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya sendiri.

Inilah mengapa sebaiknya jangan memaksakan keinginan Anda dengan minat dan bakat anak. Hal ini akan menimbulkan ketegangan dan anak merasa dituntut dan tidak diberikan kebebasan memilih.

Minat dan bakat yang berkembang pada anak sesuai dengan kemampuannya akan membantunya untuk merasakan kepuasan dan ia justru memiliki kesempatan untuk berprestasi dengan caranya sendiri. Terlebih lagi, fokus minat dan bakat anak ini jika di dukung dengan baik, ia akan cenderung terhindar dari hal negatif pada saat remaja lho.

Karena anak akan sibuk mencari minat dan bakat yang betul-betul pas dengan dirinya serta sibuk mencari cara untuk dapat mencapainya. Tidak hanya itu, ia juga akan berusaha untuk berprestasi di dalamnya.

Jika anak mengalami kegagalan pada perjalanannya, hindari untuk mengatakan “apa mama bilang, harusnya kamu ikut ini aja”. Hal ini bisa memadamkan motivasi anak dan anak merasa tidak didukung meskipun hal tersebut positif.

Melihat 5 poin diatas, apakah pola asuh yang tepat sudah berhasil Anda tanamkan pada anak atau masih dalam proses menuju kesana?

Tenang, semua orang memiliki waktunya masing-masing. Jika Anda sedang berproses untuk menerapkan pola asuh yang tepat pada anak, bukan berarti Anda gagal. Anda hanya harus konsisten terhadap apa yang Anda lakukan sebagai orang tua.

Yakni mendukung penuh anak agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik tanpa merasa terbebani oleh keinginan orang lain.

Itulah poin pola asuh yang tepat untuk Anda terapkan dan review apakah anak sudah betul-betul cocok dengan pola yang Anda berikan dalam parenting.

Pelajari Juga Artikel Parenting Lainnya :

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist at Golife.id, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.