Prinsip Hidup Yang Harus Kamu Miliki Sebelum Usia 20-an

Orang-orang fokus pada kesenangan dan sibuk mencari pengakuan saat menuju 20-an. Tetapi

Ilham Damanik Ilham Damanik · 6 min read >
Prinsip Sebelum Usia 20an

Orang-orang fokus pada kesenangan dan sibuk mencari pengakuan saat menuju 20-an. Tetapi ada sebagian yang hidup untuk mengejar mimpi, berjuang dalam berbagai macam cobaan, kesulitan dan tantangan.

Beberapa melakukan kesalahan dan terjerumus ke dalam jurang penyesalan seumur hidupnya, namun sebagian lagi terus membangun pondasi yang kuat untuk masa depannya.

Usia dua puluhan memang penuh dengan hal-hal baru. Kita merasa seperti dilahirkan kembali namun dalam wujud orang dewasa.

Dua puluh-an adalah masa-masa terbaik dalam hidup, sebab tidak ada waktu yang lebih baik dari ini untuk menikmati semua hal yang ditawarkan dunia.

Berikut 10 hal yang perlu dilakukan di usia menuju 20-an!

1. Kegagalan Adalah Aset Terbaik

Perbanyak Melakukan Kesalahan di Masa Muda
Perbanyak Melakukan Kesalahan di Masa Muda

“Orang-orang besar tumbuh bersama keputusan besar yang mereka ambil dalam hidupnya, Bukan oleh kemudahan dalam hidup yang didapatnya!” -Lenang Manggala

Kamu tidak akan pernah gagal jika kamu tidak pernah mencoba. Namun pertanyaannya mengapa kita harus gagal di usia 20-an?

Singkatnya adalah kegagalan bisa menjadi aset terbaik untuk masa depan. Mungkin sekilas kamu sering melihat orang-orang sukses di dunia seperti Bill Gates atau Jeff bezos. Mereka terlihat hebat dan kaya.

Tapi jika kita mengulas kisah mereka dari awal, melihat kisah hidupnya yang penuh dengan tantangan dan kegagalan, mungkin kamu tak takut gagal lagi mulai detik ini.

Masalahnya, saat menuju 20-an kita mudah terpengaruh dengan apa yang kita lihat. Ketika melihat orang seperti Bill Gates, kita terpengaruh untuk menjadi orang sepertinya. Itu salah. Seharusnya kita terinspirasi dengan kisah dan perjuangannya bukan orangnya.

Jadilah dirimu sendiri meskipun itu gagal. Kamu unik dan hanya ada satu orang seperti dirimu di dunia ini. Lakukanlah sesuatu yang sesuai hasratmu, nikmati kegagalan itu karena hanya kegagalanlah yang bisa mengajarkan apa arti kesuksesan.

Baca Juga : 5 Hal Positif Yang Bisa Kamu Dapatkan Dari Sebuah Kegagalan

2. Jangan Memaksa Berteman Dengan Semua Orang

Jangan Memaksakan Diri Berteman Dengan Semua Orang
Jangan Memaksakan Diri Berteman Dengan Semua Orang

“Semua orang aneh dengan caranya sendiri. Terkadang keanehanmu tidak cocok dengan keanehan orang lain, sehingga mereka menyebutmu aneh. Namun terkadang keanehanmu cocok dengan keanehan seseorang, dan kalian bisa berteman!” -Annisa Ihsani

Pada dasarnya setiap orang memiliki keunikan masing-masing, tapi ada sebagian yang malu menjadi dirinya sendiri. Mereka itulah orang-orang yang paling rugi. Mereka menjual keunikannya agar disukai semua orang, meskipun pada akhirnya tidak semua orang juga yang suka.

Silahkan berteman dengan siapa saja, tapi jangan memaksakan pertemanan. Di usia menuju dua puluhan orang-orang mulai memilih jalan masing-masing dan kamu harus menjauh dari mereka yang tak sejalan.

Sebab ada dua jenis teman, pertama mereka yang setelah lama tidak berjumpa namun tetap sama. Kedua, mereka yang setelah lama tidak berjumpa, menjadi berbeda.

Dan satu wujud cinta paling besar dalam pertemanan adalah membiarkan mereka bertumbuh dan berkembang dengan jalannya sendiri!

Satu hal lagi, ini bukan berarti mengajarkan kita untuk bermusuhan. Tetapi ini mengajarkan kita untuk tetap menjadi diri sendiri dan berjalan di atas kaki sendiri.

Baca Juga : Agar Tetap Semangat Menjalani Hidup, Jaga Hubunganmu dengan Orang Seperti Ini

3. Buat Dunia Sendiri, Tanpa Peduli Pandangan Sosial

Fokus Pada Dunia Sendiri
Fokus Pada Dunia Sendiri

“Kehidupan lebih nyata daripada pendapat siapapun tentang kenyataan” -Pramoedya Ananta Toer

Di usia 20-an banyak pandangan yang tak sesuai dengan nilai dan budaya masyarakat. Semisal, jika kamu tidak setuju dengan konsep pacaran maka jalani saja hidup sesuai pandangan yang menurut kamu benar.

Mungkin kamu sering bermimpi menjadi pahlawan super yang mengubah pola pikir masyarakat, tapi kamu bukanlah satu-satunya.

Semua orang memimpikan hal yang sama, menginginkan hal-hal yang lebih baik untuk dibudayakan namun dunia bukan hanya tentang sudut pandang pribadimu saja.

Ada hal-hal yang harus kita terima meskipun tak sesuai dengan hati nurani. Dan penerimaan terbaik atas kerusakan ini adalah membuat dunia kita sendiri.

Cari orang-orang yang sejiwa denganmu, dan hiduplah dengan damai bersama mereka. Meskipun agak sedikit egois, namun pada akhirnya kita perlu memutuskan koneksi dengan orang-orang negatif, pesimis dan toxic.

Melakukan pengorbanan kecil demi hal yang lebih besar, itulah jiwa pahlawan sejati!

4. Silahkan Berkencan Dengan Orang Yang Salah

Silahkan Berkencan Dengan Orang Yang Salah
Silahkan Berkencan Dengan Orang Yang Salah

“Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar!” -Chairil Anwar

Sama seperti mengejar kesuksesan hidup, kita mungkin akan gagal berkali-kali. Dalam menemukan seseorang yang tepat, kita juga akan bertemu dengan orang yang salah berkali-kali.

Meskipun ada beberapa orang yang menemukan belahan jiwanya lebih cepat, itu bukanlah hoki. Mereka tidak mengalami bagaimana serunya melewati masa-masa suram karena cinta lalu bangkit lagi.

Usia 20-an sangatlah indah dan mudah untuk mengenal orang-orang baru. Coba saja semua karena kamu bisa mundur kapan pun kamu jenuh, sampai kamu benar-benar bosan dan hanya inginkan satu.

Satu untuk selamanya.

Pergilah berkencan dengan orang yang tidak pernah kamu duga, bisa saja dari teman baru atau teman lama. Nikmati jatuh cinta dan menjadi gila untuk sementara.

Kamu akan terkejut kepada siapa kamu akan jatuh cinta, meskipun pada akhirnya kamu tidak menetap dengan orang itu setidaknya ada cerita lucu untuk dikenang.

5. Jangan Mau Menjadi Domba

Jangan Mau Menjadi Domba
Jangan Mau Menjadi Domba

“Keinginan adalah pintu motivasi, tetapi komitmen adalah yang menguncinya” 

Semua orang menginginkan hal yang sama untuk hidupnya, semua orang juga mengkhawatirkan tentang makan, uang dan pandangan sosial. Tapi dasar kesamaan itu bukanlah landasan yang baik untuk diinjak-injak.

Jangan merendahkan orang lain dan jangan mau direndahkan. Meskipun pandangan buruk orang lain tak perlu diambil pusing, terkadang kamu juga perlu mendengarkan mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Jika kamu tidak ingin melakukan sesuatu, maka katakan tidak. Beranilah untuk mendapatkan bayaran yang pantas karena kamu benar- benar bernilai. Jangan takut pada orang-orang yang ingin menghabiskan waktumu secara cuma-cuma.

Kamu akan baik-baik saja tanpa mereka. Berjalanlah menuju ketakutanmu sendiri karena banyak hal tak terduga disana. Hidup ini penuh kejutan, jadi tak perlu takut untuk mengambil langkahmu sendiri.

Percayalah pada naluri manusiawimu. Kamu bisa berhasil tanpa mengharapkan siapa-siapa.

Baca Juga : 5 Cara Mencapai Kesuksesan Hidup Dengan Motivasi Intrinsik

6. Pandanglah Setiap Hal Sebagai Proses Pendewasaan

Setiap Hal Adalah Proses Pendewasaan
Setiap Hal Adalah Proses Pendewasaan

“Masa lalu adalah tempat referensi, bukan tempat tinggal. Masa lalu adalah tempat belajar, bukan tempat hidup” -Roy T. Bennet

Meskipun kamu perlu merasakan kegagalan, bukan berarti keberhasilan itu langsung datang. Ini tentang kecerdasan kita menganalisa hal-hal yang sudah terjadi, sehingga kita tahu langkah yang tepat kedepannya.

Putusnya pertemanan, kosongnya dompet dan kandasnya cinta akan membaur menjadi satu bahan bakar yang mendorong kita menjadi lebih dewasa.  Melakukan kesalahan bukanlah tanda kelemahan namun itu penjelas bahwa kamu manusia.

Kita semua melakukan kesalahan dan karena itulah kita harus belajar. Maafkan dirimu, maafkan dirimu, maafkan lagi dan terus maafkan. Jangan lelah menjadi dirimu karena hanya itu yang kamu punya.

7. Jangan Merasa Hebat, Dunia Tak Peduli Denganmu

Dunia Tidak Peduli Denganmu
Dunia Tidak Peduli Denganmu

“Kemarin aku pintar, sehingga aku ingin mengubah dunia. Sekarang aku bijaksana, jadi aku akan mengubah diriku sendiri” -Rumi

Usia dua puluhan membuat kita merasa hebat sebelum benar-benar hebat. Sementara setelahnya kita hanya akan merasa belum cukup hebat meskipun sudah mencapai banyak hal.

Tahukah kamu bahwa orang-orang begitu kesal saat berbicara dengan anak muda tentang pemikiran, sudut pandang dan tujuan hidup. Orang-orang dewasa akan melihat itu sebagai obrolan yang menjengkelkan dan menurutmu kamu hebat.

Kamu sombong dan ambisius, itulah kenyataannya. Pada akhirnya kamu akan menjadi rendah hati dan tak lagi mencari pengakuan.

Motivasi ekstrinsik berubah menjelma menjadi motivasi intrinsik dalam dirimu. Itulah hal sebenar-benarnya motivasi hidup yang sungguh akan mengubah diri kita menjadi lebih bijaksana.

8. Uang Hanyalah Alat, Bukan Tujuan

Uang Hanyalah Alat
Uang Hanyalah Alat

“Menghasilkan uang itu tidak sulit.. Yang sulit adalah mendapatkannya dengan sesuatu yang layak untuk mengabdikan hidup seseorang” -Carlos Luiz Zafon

Orang-orang menghabiskan berjam-jam untuk mendapatkan lebih banyak uang dari yang sudah terkumpulkan. Banyak orang diseluruh dunia menekan fokusnya untuk uang.

Mereka mengabaikan keluarga, teman dan orang-orang tercinta hanya untuk sebuah alat pembayaran yang akan hangus sekali pakai. Roy T. Bennet berkata, ada 15 hal yang tak bisa dibeli dengan uang.

Waktu, kebahagiaan, ketenangan hati, integritas, cinta; karakter; Sikap; Kesehatan; Tata Krama; Moral; Kepercayaan; Kesabaran; Kelas; Akal sehat dan Martabat.

Meskipun uang sangat penting, jangan lupa tujuan kamu adalah keberhasilan dan membahagiakan orang-orang. Bahkan orang-orang sukses di dunia sekali pun mengajarkan kita untuk berjuang dan fokus saja pada komitmen, nanti uang akan datang dengan sendirinya.

Baca Juga : 7 Pemahaman Finansial Yang Sangat Penting Bagi Generasi Milenial

9. Meremehkan Hal Kecil Bisa Menjadi Masalah Besar

Jangan Meremehkan Hal Kecil
Jangan Meremehkan Hal Kecil

“Awalnya kita membentuk kebiasaan. Akhirnya kebiasaanlah yang membentuk kita” -John Dryden

Banyak hal kecil yang bisa membawa dampak besar dalam kehidupan. Seperti budaya jepang yang mengajarkan teknik kaizen. Mereka memanfaat waktu setidaknya satu menit untuk melakukan apa yang harusnya dilakukan.

Sangat diharapkan agar kita tidak membuang-buang waktu yang terbatas ini, meskipun banyak tantangan dan kesenangan sesaat yang menggoda diluar sana.

Jangan meremehkan 5 menit yang mungkin bisa mengubah takdirmu. Semisal, jika kamu sedang ingin membuat buku, maka menulislah setiap hari. Bahkan disaat kamu merasa sangat malas sekalipun, gunakanlah waktu setidaknya 5 menit untuk melanjutkan yang sudah-sudah.

Ini bisa juga disebut prinsip kedisiplinan.

Kita bermimpi karena kita masih muda. Namun kita terlalu muda untuk menyadari bahwa ribuan hal kecil yang menjadi kebiasaan sehari-hari adalah kuncinya.

10. Maafkan Orang Yang Kamu Benci, Hiduplah Untuk Orang Yang Kamu Cintai

Hiduplah Untuk Orang Yang Kamu Cintai
Hiduplah Untuk Orang Yang Kamu Cintai

“Seorang teman adalah mereka yang mengetahui semua tentang dirimu namun tetap mencintaimu” -Elberd Hubbas

Berpikir tentang hal negatif adalah suatu hal yang tak bisa dihindari pada usia 20-an. Bahkan terkadang menjadi lebih nyata ketika orang-orang menunjukkan kebencian pada diri kita.

Namun setiap orang memperlakukan kita dengan cara yang berbeda-beda dan hanya cara itu pula kita dapat merasakan semuanya selama hidup di dunia.

Orang-orang bijak sering berkata balas dendam terbaik adalah pembuktian. Tapi usia dua puluhan kita masih labil, lima menit berpikir bijak sepuluh menit berpikir negatif lagi.

Bahkan terkadang kita kecewa dengan orang tua sendiri, bahwa pada kenyataannya mereka tidak tahu apa yang kita mau. Mereka tidak mengerti apa yang kita lakukan. Namun ketahuilah bahwa mereka mencintai kita berlandaskan pengetahuan mereka tentang kehidupan.

Baca Juga : 7 Mindset Negatif Yang Harus Kamu Hilangkan Dalam Hidup

Bagaimanapun itu, ingatlah jasa mereka hingga kita berada di titik ini. Sangatlah sulit untuk sampai disini, maka buktikanlah bahwa kamu bisa membahagiakan mereka. Membalas cinta yang tak mungkin terbalaskan sepenuhnya.

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile