in ,

Psikosomatis Dalam Psikologi: Penyebab Dan Tips Menanganinya

Psikosomatis Dalam Psikologi

Psikosomatis dalam psikologi adalah penyakit yang secara tidak sadar dapat hadir pada setiap individu. Sering kali kita merasakan adanya sakit secara fisik seperti mual, sakit kepala, sakit perut dan bagian tubuh lainnya yang terasa sakit. Namun saat diperiksakan, tidak terdapat penyebab dan diagnosa yang tepat di mana menunjukkan bahwa seseorang tersebut benar sakit.

Gangguan psikosomatis merupakan penyakit yang timbul karena adanya keterlibatan pikiran dan tubuh, di mana pikirannya memengaruhi tubuh sehingga penyakitnya dapat muncul dan bisa bertambah parah. Psikosomatis dalam psikologi terdiri dari dua kata yakni psyche (pikiran) dan soma (tubuh). Psikosomatis adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan keluhan fisik dari faktor psikis misalnya stres dan cemas.

Definisi Psychosomatic Disorders dalam psikologi adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan adanya masalah fungsi tubuh meski tidak ditemukan adanya kelainan ketika pemeriksaan fisik dilakukan. Kondisi stres dan cemas yang dirasakan seseorang dapat menjadi penyebab utama dan bahkan bisa terjadi pada anak-anak.

Ciri yang ditimbulkan dari psikosomatis dalam psikologi misalnya jantung berdebar, merasa nyeri di ulu hati, sesak nafas, sering tidak nafsu makan, kesulitan tidur, nyeri kepala, nyeri pada seluruh tubuh, lemas, gatal-gatal pada kulit dan gejala fisik lainnya. Sayangnya pengetahuan akan hal ini masih minim dan sering tidak ditangani dengan tepat.

Lalu apa saja penyebab dan penanganan yang tepat bagi seseorang yang menderita psikosomatis.

Penyebab Psikosomatis

Penyebab Psikosomatis
Penyebab Psikosomatis

Bisa dikatakan penyebab dari munculnya psikosomatis dalam psikologi ini adalah kecemasan, stres dan adanya gangguan psikologis lainnya pada individu. Meski tidak semua orang dapat mengalami psikosomatis ketika merasa cemas atau stres karena pola coping pada individu yang berbeda-beda dan efektif. Depresi juga dapat menjadi munculnya psikosomatis.

Kondisi tubuh yang tidak fit juga dapat menjadi pemicu stres dari respon fisiologis. Mekanisme nya sendiri belum diketahui secara pasti, tetapi ada kaitannya dengan pelepasan hormon stres yang berlebihan di mana dapat membentuk persepsi dari rasa sakit melalui impuls sensorik.

Gangguan ini ada hubungannya dengan koneksi antara pikiran dan tubuh. Pikiran seseorang akan memberikan perintah pada setiap sel-sel di tubuh di mana hal ini akan memengaruhi kesehatan pada tubuh. Stressor yang kuat dari luar tubuh dapat memberikan tekanan stres pada manusia yang akan direspon kembali oleh tubuh dalam bentuk defense mechanism di tubuh berupa gejala fisik seperti demam, pusing, mual dan lainnya.

Respon tersebut sebenarnya adalah alarm yang memberitahukan individu untuk istirahat. Psikosomatis dalam psikologi menimbulkan respon demikian sebagai tanda bahwa tubuh harus diberikan waktu untuk memulihkan diri agar pikirannya juga turut tetap sehat.

Menangani Psikosomatis

Menangani Psikosomatis
Menangani Psikosomatis

1. Psikoterapi

Pengobatan yang bisa dilakukan dari segi psikologis yang pertama adalah psikoterapi. Pendekatan interpersonal ini dapat dilakukan oleh seorang terapis, psikolog yang di mulai dengan menggali penyebab dari stres yang dirasakan individu. Klien kemudian diberikan psikoedukasi mengenai gangguan yang dideritanya.

Hal ini dilakukan setelah klien memeriksakan diri secara medis namun tidak ditemukan penyakit pasti meski individu tetap merasakan sakit pada tubuhnya. Karena gangguan ini adalah bagian dari psikis manusia, maka penanganan psikosomatis dalam psikologi dapat dilanjutkan ke psikolog atau terapis. Psikolog akan memberikan teknik terapi yang tepat untuk meredakan atau menurunkan stres terlebih dahulu.

Stres yang dirasakan seseorang akan memengaruhi gejala psikosomatis yang muncul. Maka jika stres dapat diturunkan, gejala dari psikosomatis juga akan hilang.

2. Melalui Konseling

Konseling dapat menangani stres individu yang mengalami psikosomatis dengan cara memberikan waktu bagi klien untuk menceritakan semua permasalahan yang sedang dihadapi. Bisa juga disebut dengan curhat tetapi dilakukan kepada seorang profesional. Dengan menceritakan semua masalahnya kepada tenaga profesional, maka gejala psikosomatis dalam psikologi juga dapat diatasi.

Selain itu klien juga akan mendapatkan psikoedukasi bagaimana cara untuk menemukan dan bagaimana coping stress yang baik dan tepat untuk dirinya. Coping stress merupakan cara penyembuhan gejala psikosomatis yang efektif jika dilakukan dengan tepat.

3. Penanganan Dengan Hipnosis

Untuk cara yang satu ini anda memerlukan psikolog atau terapis yang benar-benar sudah menguasai teknik hipnosis. Hipnosis untuk mengatasi psikosomatis dalam psikologi dilakukan dengan menggali alam bawah sadar seseorang untuk mengubah persepsi klien terhadap stressor.

Namun perlu diketahui bahwa teknik ini tidak memiliki sifat permanen sehingga klien akan membutuhkan terapi kembali di lain waktu.

4. Penanganan Dengan Activity Therapy

Activity therapy merupakan salah satu cara untuk menangani psikosomatis dalam psikologi. Terapi ini cukup simpel dan mudah untuk dilakukan yakni dengan melakukan kegiatan yang disarankan oleh ahlinya atau melakukan kegiatan yang anda sukai. Misalnya anda hobi untuk bermain musik, menggambar atau memasak.

Dengan melakukan kegiatan yang anda sukai, anda dapat mengalihkan stres dan pikiran dari masalah yang sedang anda hadapi agar stres dapat berkurang. Stres yang berkurang akan membuat gejala psikosomatis juga pergi.

5. Penanganan Dengan Olahraga

Semua orang tentu pernah berolahraga dengan tujuan agar tubuh tetap sehat dan terjaga. Begitu juga halnya dengan kesehatan psikis. Olahraga ternyata tidak hanya dapat membantu tubuh anda tetap sehat dan segar saja. namun juga dapat membuat anda sehat secara mental.

Olahraga seperti berlari, jogging hingga yoga dapat membantu anda untuk mengatasi stres yang sedang dirasakan. Psikosomatis dalam psikologi dapat diatasi dengan olahraga karena pikiran yang terasa segar setelahnya dapat membantu anda untuk menyiapkan diri dalam menghadapi permasalahan sehari-hari. Sehingga anda dapat terhindar dari gangguan mental.

6. Penanganan Dengan Pendekatan Religus

Tentu anda pernah melakukan hal yang satu ini. yakni berdoa dengan kepercayaan masing-masing. Pada sebagian orang dengan mendekatkan diri kepada penciptanya dapat membantu meredakan stres yang dirasakan. Ketika manusia berada dalam kesulitan, tekanan sehingga merasa stres, anda bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.

Cara penanganan psikosomatis dalam psikologi ini kembali kepada masing-masing individu yang meyakininya.

7. Penanganan Dengan Farmakologi

Selain itu penanganan psikosomatis dalam psikologi dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan misalnya anti depresan, anti-anxiety dan golongan psikotropika lainnya. Namun pemberian obat-obatan ini tidak bisa sembarangan. Sebaiknya diberikan bagi yang psikosomatisnya sudah dalam taraf parah.

Pemberian obat ini sendiri harus dengan resep dokter yang berwenang atau dari psikiater yang berasal dari basic kedokteran. Seorang psikolog tidak dapat memberikan obat kepada kliennya, jadi hindari untuk meminta obat kepada psikolog. Mengapa harus disertai resep dokter atau psikiater? Agar anda dapat mengonsumsi obat-obatan tersebut secara tepat dari segi dosis dan aturannya. Hal ini untuk menghindari konsumsi obat yang tidak tepat.

Karena pada beberapa kasus terjadi penggunaan obat yang tidak sesuai dengan diagnosisnya. Ada pula yang mengonsumsi obat meski gejalanya masih dalam taraf ringan dan sebenarnya belum membutuhkan terapi dengan obat-obatan.

Baca Juga : Burnout Syndrome, 8 Cara Mengatasinya Agar Tetap Produktif

Psikosomatis dalam psikologi sendiri merupakan gangguan yang masih berada dalam kategori ringan. Meskipun begitu, ketika seseorang merasakan gejala psikosomatis diharapkan tetap aware agar dapat dilakukan penanaganan secara cepat dan tepat.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.