in ,

Quarter Life Crisis Datang, Apa Yang Harus Dilakukan?

Quarter Life Crisis
Quarter Life Crisis

Quarter life crisis yang penting untuk dipahami. Pernahkah Anda merasa tidak ada tujuan hidup secara tiba-tiba? Atau merasa apakah hidup Anda saat ini sudah sesuai dan benar pilihannya? Jika Anda merasakan seperti itu, tenang saja, Anda tidak sendirian.

Hampir semua orang merasakan hal yang sama dengan Anda saat ini. Apakah ini wajar? Tentu saja wajar. Mengapa wajar? Karena setiap orang dibekali dengan akal dan pikiran di mana Anda bisa memikirkan segala sesuatunya yang terjadi dalam hidup.

Terlebih lagi jika Anda mulai memasuki usia 20 hingga 30 tahun keatas. Wajar saja jika diumur-umur ini Anda merasa bingung dan galau. Tidak sedikit bahkan yang mengalami overthinking karena berada pada fase ini.

Pasalnya usia 20 sudah bukan masanya Anda menjalani kehidupan layaknya anak-anak lagi. Sudah banyak tanggung jawab baru yang harus dipelajari agar dapat hidup lebih baik dan teratur di masa depan.

Fase ini memang menantang bagi semua orang. Apalagi adanya ekspektasi dari orang lain di sekitar Anda yang membuat tekanan baru. Misalnya dari orang tua, keluarga dan orang lain yang membuat Anda merasa lebih banyak tekanan.

Wajarkah? Wajar. Hal ini disebut juga dengan Quarter Life Crisis atau Krisis Usia Dewasa. Kondisi ini akan memengaruhi sisi psikologis seseorang. Misalnya muncul gejala kecemasan akan masa yang akan datang seperti takut akan masa depan, frustasi bahkan bisa membuat Anda insomnia.

Apa yang bisa dilakukan jika Anda berada pada fase ini?

Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Membandingkan Diri Dengan Orang Lain
Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Ini adalah hal pertama yang sering orang-orang lakukan ketika masuk pada quarter life crisis. Padahal membandingkan diri dengan orang lain ini tidak akan ada habisnya.

Bahkan Anda akan semakin merasa terpuruk dan tenggelam pada fase krisis. Ini juga wajar terjadi karena seseorang melakukan perbandingan ini secara tidak sadar.

Terutama jika Anda dikelilingi oleh orang-orang seusia yang sudah berjalan jauh di depan Anda duluan. Rasa cemas akan masa depan akan semakin bertambah. Jika dibiarkan, situasi ini akan menjadi mengkhawatirkan baik dari diri Anda sendiri maupun orang lain yang peduli terhadap Anda.

Sebaiknya, berhentilah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Karena masih banyak juga orang-orang yang belum bisa berada di posisi Anda sekarang ini.

Cari Aktivitas yang Menyenangkan

Aktivitas Sosial Yang Bermanfaat
Aktivitas Sosial Yang Bermanfaat

Memiliki aktivitas ini sudah berkali-kali disinggung dalam artikel lainnya. Karena memiliki aktivitas adalah salah satu cara untuk mengalihkan pikiran-pikiran negatif Anda selama berada dalam fase krisis.

Justru dengan adanya aktivitas ini, Anda malah jadi menemukan jalan keluar dari fase tersebut. Misalnya jadi lebih termotivasi dalam berkarya, bekerja dan juga dalam sisi akademis.

Karena jika Anda hanya duduk diam tanpa beraktivitas, kecenderungan untuk stres akan meningkat. Anda bisa memilih aktivitas yang paling disukai atau kegiatan yang ingin dicoba. Atau jika Anda memiliki hobi tertentu, lakukan saja hobi tersebut.

Tahukah Anda bahwa melakukan hobi secara rutin dapat membuat Anda lebih sehat baik mental maupun psikis?

Penelitian yang dilakukan di California menemukan bahwa detak jantung dan tingkat stres pada orang yang memiliki aktivitas atau melakukan hobi, akan lebih rendah. Bahkan ditemukan bahwa mereka merasa lebih bahagia setelah beraktivitas.

Inilah mengapa penting untuk berkegiatan dalam mengatasi quarter life crisis.

Hidup di Masa Sekarang

Penerapan Mindfulness
Penerapan Mindfulness

Rasa kecemasan dan kekhawatiran Anda ini muncul disebabkan oleh 2 hal. Pertama dari pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan dan kedua adalah ketidakpastian masa depan.

Hal ini saling berkaitan karena pengalaman masa lalu akan membuat Anda berpikir bahwa segala sesuatu yang hendak terjadi di masa depan akan sama persis dengan masa lalu.

Apakah Anda bisa menjamin bahwa sesuatu hal pasti terjadi seperti itu di masa depan karena pengaruh masa lalu? Tentu saja tidak. Untuk itu ada yang lebih penting dari sekedar memikirkan masa depan dari pengaruh masa lalu. Yakni hidup di masa sekarang Anda berada.

Pasalnya masa lalu sudah tidak akan terulang dan percuma jika Anda berpikir segala sesuatunya dimulai dari kata “seandainya”.  Anda bisa menjadikan masa lalu pelajaran agar lebih berhati-hati menjalani masa sekarang untuk masa depan.

Sehingga quarter life crisis yang ada pun dapat diatasi dengan baik.

Batasi Interaksi dengan Orang yang Memberikan Dampak Negatif

Membatasi Interaksi Dengan Orang Lain
Membatasi Interaksi Dengan Orang Lain

Ada lagi yang harus dilakukan agar Anda dapat mengatasi quarter life crisis. Yakni meminimalisir interaksi dengan orang yang memberikan dampak negatif pada kehidupan Anda. Ini sangat penting bagi perkembangan diri Anda sekarang dan ke depannya.

Disadari atau tidak, dampak negatif atau toxic people yang memengaruhi Anda akan berpengaruh pada langkah Anda ke depan.

Tidak hanya itu saja, bagaimana Anda membentuk pola pikir juga akan terpengaruhi dari orang tersebut. Itulah mengapa penting sekali untuk membatasi interaksi dengan orang-orang dan lingkungan yang toxic.

Jangan khawatir tidak punya banyak teman. Memang begitu dewasa, teman Anda akan semakin berkurang seiring dengan kebutuhan. Kebutuhan di sini adalah yang memang benar-benar peduli dengan Anda.

Jadi semakin berumur, teman yang Anda miliki adalah teman terbaik yang benar-benar mampu menjadi support system bagi Anda. Begitu juga sebaliknya.

Melatih Kesabaran dari Proses Diri

Melakukan Meditasi Secara Rutin
Melakukan Meditasi Secara Rutin

Maksudnya adalah, Anda sebaiknya bersabar pada diri sendiri ketika sedang menjalani suatu proses perkembangan. Apalagi jika proses ini akan berpengaruh pada masa depan nantinya. Perlu diingat bahwa tidak ada yang instan di hidup ini kecuali Tuhan yang memberikan izin.

Tentunya ini juga dibarengi dengan usaha Anda untuk mencapai kehidupan masa depan yang lebih baik.

Tidak perlu khawatir akan masa depan jika Anda sejak dini sudah menerapkan goals, berusaha dan disertai doa. Karena masing-masing orang sudah memiliki rezekinya sendiri. Tidak perlu dirisaukan dan tetaplah semangat untuk mengejar impian.

Ini juga berkaitan dengan waktu diri. Waktu diri ini adalah di mana Anda memiliki timeline dalam kehidupan yang mungkin bisa berbeda dengan orang lain. Contohnya, di usia yang sama, teman Anda sudah berumah tangga dan memiliki anak.

Sedangkan, Anda sendiri belum punya pasangan. Hal ini tidak lain karena timeline Anda berbeda dengan teman tersebut. Boleh mengejarnya, tetapi Anda juga harus paham akan ritme diri Anda sendiri.

Jika memang timeline Anda saat ini belum seperti yang lain, pahami prosesnya dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kesabaran dalam berproses berperan penting di point ini.

Karena memahami proses dalam hidup ini akan membuat quarter life crisis Anda menjadi lebih baik.

Lakukan Hal yang Membuat Anda Nyaman

Melakukan Hal Yang Membuat Nyaman
Melakukan Hal Yang Membuat Nyaman

Untuk dapat melatih kesabaran dari proses yang ada, Anda bisa melakukan hal-hal yang membuat diri Anda nyaman. Bisa dikatakan bahwa ini adalah semacam coping stres.

Misalnya Anda akan merasa tenang jika mendengarkan musik favorit, berolahraga, menggambar hingga bermain game. Lakukan saja jika memang hal ini membuat Anda menjadi lebih baik.

Tentunya dilakukan di waktu yang luang dan tidak mengganggu pekerjaan atau mengganggu orang lain. Dengan begitu Anda jadi lebih pandai untuk mengatur emosi dan berespon terhadapnya.

Selain itu pikiran-pikiran negatif pada fase quarter life crisis ini akan hilang karena Anda fokus pada diri yang lebih baik.

Baca Juga : 

Setelah mengetahui bahwa fase quater life crisis tidak hanya dirasakan oleh anda saja, maka penting untuk menerima perasaan-perasaan tersebut sebagai suatu proses pertumbuhan hidup. Ketidaknyamanan cenderung dialami oleh siapapun yang melawan atau tidak menerima perasaan tersebut.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.