in

40 Quotes Fiersa Besari, Romantis, Memotivasi dan Inspiratif

Quotes Romantis Fiersa Besari

Fiersa Besari (lahir di Bandung, 3 Maret 1984) adalah seorang penulis sekaligus musisi yang namanya kian tenar di kalangan generasi milenial. Sebagai penulis, Fiersa telah mencetak 6 novel dan salah satu yang paling terkenal berjudul “Garis Waktu”.

Sementara sebagai musisi, Bung Fiersa mulai menjual album pertamanya pada tahun 2012. Anehnya, setelah itu ia berkelana ke seluruh Indonesia untuk mencari jati diri selama 7 bulan. Lalu kembali hidup normal pada 2013 dan mulai merambah dunia tulisan.

Tulisan dan lirik lagunya yang mewakili perasaan kaum patah hati membuat karya-karyanya lebih mudah dinikmati, sampai kini Bung Fiersa masih terus berkarya dan menjadi idola generasi milenial.

Berikut adalah kata-kata romantis, memotivasi dan menginspirasi dari Fiersa Besari!

Daftar Isi show

1. Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, dan bahagia adalah bonus!

2. Aku biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, dan diam meski dipanasi. Sampai kau sadar, jika aku hancur, kau juga.

3. Bukankah hidup ini sebetulnya mudah? Jika rindu, datangi. Jika tidak senang, ungkapkan. Jika cemburu, tekankan. Jika lapar, makan. Jika mulas, buang air. Jika salah, betulkan. Jika suka,  nyatakan. Jika sayang, tunjukkan. Manusianya sering kali mempersulit segala sesuatu. Ego mencegah kita untuk mengatakan “Aku membutuhkanmu!”

4. Beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk dinyatakan, tapi untuk kirimkan lewat doa-doa.

5. Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu menjadi temu, kau dan aku menjadi kita.

6. Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini. Aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimpi-mimpi kita adalah prioritas.

7. Sehebat apapun kau rasa profesimu, tidak ada yang istimewa. Kita sama-sama bernapas. Saat ini menggenggam kehidupan, esok menggenggam kematian.

8. Menulis adalah suatu kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi feses pemikiran. Maka, menulislah. Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti atau media sosial. Menulislah tanpa peduli karyamu akan dihargai siapa dan dinilai berapa.

9. Lebih baik memastikan meskipun menyakitkan, daripada bertahan di dalam ketakutan.

10. Ah, Ibu. Tiap ulang tahunmu datang, aku membenci hari tersebut. Mengetahui uban dan keriputmu semakin banyak, sementara waktu kita semakin sedikit. Dan aku hanya menjadi pendosa, sementara engkau terus menjadi pendoa.

11. Beberapa orang terpejam meskipun melihat, terpenjara meskipun merdeka, menunduk walaupun terus menengadah, mati meski masih bernapas.

12. Jangan terlalu dipikirkan. Bagian tersulit dalam mengerjakan sesuatu adalah memikirkannya terlalu lama.

13. Cinta adalah harapan yang menjadikan segala hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

14. Dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakanmu berjalan di muka bumi ini untuk sesuatu yang baik, maka berbuat baiklah untuk sesama, melebihi kau berbuat baik untuk dirimu sendiri.

15. Hujan dan gebetan itu mirip. Ada yang mengaku suka tapi hanya memandangnya dari tempat duduk yang hangat. Berkata-kata romantis tanpa pernah mau bersinggungan. Ada yang betulan suka, mengalahkan rasa tidak nyaman, langsung berinteraksi dengannya meski berisiko sakit.

16. Kita adalah titik-titik kecil yang terkorelasi alam semesta. Duka mereka, duka kita. Sakit mereka, sakit kita. Doa mereka, doa kita.

17. Karena kita masih bernapas, semoga tidak lupa untuk bersyukur sebelum mengeluh, memberi sebelum meminta, berdoa sebelum berjuang.

18. Kalau tiap hari di pamerkan, mungkin ada baiknya mulai dipertanyakan: Itu pasangan atau pajangan?

19. Jangan terlalu dalam, nanti susah keluar. Jangan terlalu terikat,  nanti susah lepas. Jangan terlalu jatuh, nanti susah berdiri. Jangan terlalu bergantung, nanti susah mandiri. Saling menguatkan, bukan melemahkan.

20. Mau dibungkam dengan cara apapun, mau disudutkan dengan isu apapun, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia akan muncul dengan sendirinya!

21. Orang pandai takkan memaksakan keyakinannya pada orang lain, orang yang pandai akan menerima perbedaan dan mampu berjalan beriringan dengan mereka yang tidak berprinsip sama.

22. Darimana kita akan belajar kalau sedikit saja sakit hati inginnya cepat-cepat melupakan?

23. Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.

24. Latar belakang kita berbeda-beda. Yang kita suka pun tidak selalu sama. Kenapa memaksa seluruh dunia untuk memandang dengan matamu?

25. Tidak pernah terlalu pagi untuk bahagia. Tidak pernah terlalu siang untuk memaafkan.

26. Ada yang memandang ia yang angkuh menjulang. Ada yang menanti ia yang tak punya hati. Ada yang lupa bahwa jatuh cinta tidak diminta. Ada yang lupa bahwa rasa tidak bisa dipaksa.

27. Cinta tidak hadir untuk memuaskan kesepian, cinta hadir untuk menuntaskan pencarian.

28. Hidup adalah tentang hilang, datang dan segala diantaranya.

29. Selalu ada hari baru untuk setiap napas. Selalu ada kesempatan kesempatan untuk kembali tersenyum. Patah hati tidak harus selamanya, kan?

30. Kau unik, satu-satunya di antara tujuh miliar manusia. Tidak perlu mengklasifikasikan sifatmu dalam batas zodiak atau golongan darah.

31. Menamai, tapi lupa memaknai. Memenangkan, tapi lupa menenangkan. Mendewakan, tapi lupa mendewasakan. Mencintai, tapi gemar mengintai.

32. Kebaikan tidak selalu tentang membagikan harta. Aku seringkali lupa bahwa kita bisa menjadi pembawa kebaikan kecil setiap harinya.

33. Kita butuh empati, lebih dari penghakiman. Butuh berbagi pendapat, lebih dari penghukuman. Butuh solusi, lebih dari kritik dan makian. Karena, yang lebih menyedihkan dari melihat seseorang yang berbuat kesalahan, adalah melihat orang-orang memaki seseorang yang berbuat kesalahan.

34. Selalu persiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Karena, rencana-rencana indah akan selalu kalah dengan apa yang Tuhan rasa yang terbaik.

35. Setiap kesalahan adalah bagian dari proses, penanda di peta bahwa kita tidak boleh pergi kemana. Jadi, untuk apa melupa?

36. Diperhatikan banyak orang itu memang keren. Tetapi, memperhatikan banyak hal itu jauh lebih keren.

37. Ketika kesetiaan menjadi barang mahal. Ketika kata maaf terlalu sulit diucap. Lantas, ego siapa yang sedang kita beri makan?

38. Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci keadaannya.

39. Akan tiba saatnya temukan alasan paling tepat untuk berjuang. Jika telah tiba, genggam erat. Sesuatu yang istimewa takkan datang dua kali.

40. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu seseorang yang membuat hidupmu bahagia selamanya. Kemudian satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takkan memberikan pilihan apapun kecuali jatuh cinta, biarpun logika berkata bahwa risiko jatuh cinta adalah terjerembab di dalam nestapa.

Akhir Kata

Setiap orang butuh tokoh hebat yang bisa menginspirasi. Sebab orang-orang hebat yang sedang tenar sekarang pun juga memiliki idolanya masing-masing, yaitu seseorang yang membuatnya termotivasi untuk menjadi orang hebat dan berpengaruh bagi sesama.

Selain itu, kita juga butuh mengandalkan motivasi intrinsik dari dalam diri masing-masing. Yaitu sebuah dorongan jiwa yang mengarahkan kita untuk berjuang pada sesuatu yang kita cintai.

Lihat Juga :