in , , ,

30 Quotes Dari Para Filsuf Yunani Yang Sangat Terkenal

Quotes Filsuf Terkenal

Filsafat mengajarkan kita untuk berpikir bijak dalam hidup, sehingga setiap momen yang dijalani lebih dalam maknanya. Terlebih sangat penting bagi kita untuk belajar dari para pemikir di masa lampau yang namanya tercatat dalam sejarah.

Pemikiran para filsuf yunani meliputi beragam hipotesis dan teori, bukan asal sekedar berkata-kata saja. Jadi banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman dan ilmu para filsuf yunani, tentunya dalam bentuk kutipan sehingga lebih mudah dipahami.

Berikut adalah Kumpulan Quotes Bijak Filsuf Yunani yang Paling Terkenal!

1. “Harapan adalah satu-satunya kebaikan yang umum bagi semua orang. Mereka yang tidak memiliki apa-apa masih punya harapan. – Thales

Ada banyak kebaikan yang kita dapatkan dalam hidup, artinya sesuatu yang membantu kita mendapati kehidupan yang lebih baik seperti finansial, intelektual, spiritual dan lainnya.

Namun tidak semua orang merasakan kebaikan yang sama dalam hal finansial, intelektual maupun emosional. Satu hal yang semua orang mendapatkannya secara adil adalah harapan.

Sebab kita bisa saja kehilangan uang, kehilangan orang-orang tercinta, namun kita tidak bisa kehilangan harapan. Harapan adalah sesuatu yang sangat melekat dalam diri kita sehingga tak ada satupun yang bisa merebutnya sampai kita mati.

2. “Waktu adalah yang paling bijaksana dari semua hal yang ada, karena itu menjadikan segalanya terang”

Ketika seseorang bertanya kepada Thales, “Siapakah yang paling bijaksana?” Ia menjawab “Waktu adalah yang paling bijaksana dari semua hal yang ada.” Jawaban ini terdengar begitu ambigu sehingga disambungnya lagi.

“Karena waktu menjadikan segalanya terang.” Maksudnya, ini mengacu pada masa lampau dimana orang-orang seakan hidup dalam kegelapan, dengan kata lain tidak berpengetahuan, tidak berilmu, tidak beradab dan tidak berperikemanusiaan.

Lalu seiring waktu peradaban mulai terbentuk dan melahirkan manusia-manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur. Ya, kini waktu menjadikan segalanya terang benderang.

3. “Kebutuhan adalah yang terkuat dari segala hal, karena ia mengatur segalanya”

Ketika seseorang bertanya kepada Thales, “Siapakah yang terkuat di muka bumi ini?” Ia menjawab “Kebutuhan adalah yang terkuat dari segala hal, karena ia mengatur segalanya.”

Benar sekali bahwa kita menjadi budak dari segala hal yang dianggap sebagai kebutuhan. Artinya, kita mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan bertahan hidup. Kita mengumpulkan ilmu untuk memenuhi kebutuhan intelektual.

Dan segala yang kita lakukan setiap harinya selalu didasari oleh kebutuhan kita sendiri sebagai manusia. Meskipun terkadang kita menjadi serakah sebab mengumpulkan terlalu banyak lebih dari yang dibutuhkan.

4. “Tidak ada yang lebih aktif dari apa yang dipikiran, karena ia bergerak diatas alam semesta dan tidak ada yang lebih kuat dari sebuah keharusan untuk tunduk padanya”

Tentu saja imajinasi kita lebih luas daripada bumi. Artinya, sesuatu yang tak ada di bumi ini sebelumnya bisa saja ada di dalam pikiran atau imajinasi kita. Seolah pikiran-pikiran itu berasal dari luar angkasa.

Oleh karena imajinasi terlalu luas dan tinggi, maka tidak ada yang bisa menakhlukannya di muka bumi ini. Sehingga kita menjadi tunduk dalam arti berjuang untuk mewujudkannya menjadi nyata.

5. “Ketika anda memberi nasihat kepada orang yang berbuat salah, bersikaplah lembut dan jangan membuatnya merasa ditelanjangi”

Thales ingin mengingatkan kepada kita semua agar tidak bersikap jelek kepada orang yang melakukan suatu kesalahan. Sebab hal itu juga salah, meskipun kita menyampaikan sesuatu yang benar.

Jangan membuatnya merasa ditelanjangi artinya kita tidak boleh membeberkan kesalahan orang lain, menasehatinya dengan kata-kata yang kasar sebab hal itu bisa membuatnya merasa dipermalukan.

Hal ini bukannya membawa perubahan ke arah yang positif namun justru menumbuhkan dendam oleh orang yang dinasihati tersebut.

6. “Jika ada perubahan, pasti ada hal-hal yang berubah namun tidak berubah”

Quotes yang satu ini sangat ambigu sehingga menimbulkan banyak arti, jadi kamu juga boleh mengartikannya sendiri.

Jadi langsung ke contohnya saja. Sekarang media sosial begitu digemari oleh seluruh orang di dunia, perubahannya kita kini berinteraksi dengan orang-orang lewat internet, padahal dulunya kita hanya bisa berinteraksi secara langsung saja.

Namun yang tidak berubah adalah keinginan kita untuk bisa berinteraksi satu sama lain. Hanya saja, dengan adanya media sosial sekarang interaksi kita menjadi lebih luas. Sebenarnya dunia sudah berubah, tetapi tidak seutuhnya berubah.

7. “Akal adalah yang tercepat, karena ia mengalir melalui segalanya”

Ketika seseorang bertanya kepada Thales, “Siapakah yang tercepat di muka bumi ini?” Ia menjawab “Akal adalah yang tercepat, karena ia mengalir melalui segalanya.”

Perlu diperjelas lagi, bahwa akal adalah kemampuan kita dalam memahami sesuatu. Mengapa ia menjadi yang tercepat? Sebab seringnya tiba-tiba saja kita bisa langsung paham akan sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Akal bisa mengalir darimana saja dan langsung masuk ke dalam pikiran kita. Seperti itulah sifat akal sehingga Thales mengatakan bahwa yang tercepat di muka bumi ini adalah akal.

8. “Banyaknya kata-kata bukanlah bukti dari pikiran yang bijaksana, karena orang bijak hanya berbicara ketika dibutuhkan dan kata-katanya diukur sesuai kebutuhan”

Pada zaman filsuf dahulu, banyak orang-orang yang dianggap bijaksana namun kenyataannya mereka hanya bisa berbicara tanpa ada tindakan yang nyata. Lalu, jika hanya berkata-kata saja apalah artinya?

Sebab orang yang benar-benar bijaksana itu adalah orang yang berilmu dan menjalankan ilmunya, berbicara dan mengerjakan apa yang ia bicarakan.

Juga tidak sembarang berbicara saja, sebab orang yang bijaksana seharusnya bisa mengukur kemampuan orang lain dalam memahaminya. Sehingga ia akan berbicara sebatas yang mampu dipahami oleh orang yang mendengarnya.

9. “Hindari melakukan sesuatu yang anda salahkan jika orang lain melakukannya”

Cukup sederhana, intinya disini adalah berpikir sebelum bertindak. Jangan hanya bertindak dan bertindak terus tetapi tidak dipikirkan sebab-akibatnya.

Caranya, bayangkan dulu jika orang lain melakukan hal itu kepada kita, apakah kita akan marah dan menyalahkan orang tersebut? Jika ya, maka jangan lakukan.

10. “Hal yang paling sulit dalam hidup adalah mengenal diri sendiri”

Kebiasaan orang-orang tibet pada zaman dahulu ketika orang baru datang, mereka tidak pernah bertanya “Kamu siapa?”. Bagi mereka itu adalah pertanyaan yang berat, sebab mereka sendiri masih mencari tahu dan berusaha mengenal dirinya sendiri.

Lalu saat seseorang datang kepada Thales dan bertanya”Apakah yang paling sulit dalam hidup?”

Thales menjawab “Mengenal diri sendiri.”

Coba kamu pikirkan sejenak, sudahkah kamu mengenal dirimu sendiri? Jika belum, coba tanyakan lagi pada dirimu tentang darimana kamu berasal? apa tujuanmu disini? dan kemana kamu setelah ini?