in , , ,

30 Quotes Dari Para Filsuf Yunani Yang Sangat Terkenal

11. “Tuhan adalah yang paling awal dari semua hal, karena ia tidak memiliki kelahiran”

Jika kita ingin mengenali Tuhan, maka kita harus memahami salah satu sifatnya terlebih dahulu yaitu Esa. Artinya, Tuhan tidak melahirkan atau pun dilahirkan. Dia Maha Esa. Tidak ada yang setara dengannya.

Ya. Sebab Tuhan adalah awal dari semua hal, maka tak mungkin ada lagi yang setara dengannya. Jika kita sudah memahami hal ini, maka setelahnya akan lebih mudah untuk memahami sifat-sifat Tuhan yang lainnya.

12. “Dogma adalah pelopor kehancuran!”

Seperti yang kita tahu, dogma adalah suatu ajaran yang menghantarkan kita pada sebuah keyakinan bahwa itu benar dan tidak terbantahkan lagi. Tentu akan membawa hal baik jika keyakinan itu memang berdampak baik bagi seluruh umat.

Sayangnya, dogma seringkali membawa kita pada kehancuran, menimbulkan perbedaan yang begitu terasa dan peperangan.

13. “Jika tidak ada kekayaan yang berlebihan atau kemiskinan yang tidak wajar dalam suatu negara, maka keadilan sudah berlaku disana”

Kita sering tidak terima dengan sistem pemerintahan, kita kerap mengatakan bahwa pemerintah tidak adil. Namun apakah kita sudah mengerti arti keadilan yang sebenarnya itu seperti apa?

Menurut Thales, jika tidak ada orang-orang yang kekayaannya berlebihan dan juga tidak ada kemiskinan yang tidak wajar, maka pemerintahan di negara itu sudah adil.

14. “Pada kenyataannya, kita bukan hidup di puncak bumi yang kokoh melainkan di dasar lautan udara”

Kita memandang hidup ini hanya sampai batas kemampuan mata melihat. Dengan kata lain, kita yang berdiri di atas bumi selalu melihat ke bawah seolah kita yang tertinggi kedudukannya.

Pada kenyataannya, kita sedang hidup di bawah lautan udara dan permukaan yang sebenarnya adalah langit. Jadi sebenarnya kita berada di tempat yang sangat rendah, bukan tempat yang tinggi.

15. “Semua benda berasal dari air dan akan kembali menjadi air”

Thales percaya bahwa kita semua berasal dari air. Air adalah sumber kehidupan. Tanggapan ini memang benar. meskipun sebagian tubuh kita tercipta dari tanah namun sebagian tubuh kita juga mengandung air.

Lalu nantinya, kita juga akan kembali menjadi air dan di serap oleh tanah. Pesan yang ingin disampaikan disini adalah agar kita bisa menjaga air sebagaimana kita menjaga diri sendiri.

16. “Apa itu sahabat? Satu jiwa dalam dua tubuh” – Aristoteles

Kita memiliki definisi yang berbeda-beda dalam memaknai kata sahabat. Namun Aristoteles dengan kebijaksanaannya menyatakan bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam dua tubuh.

Satu jiwa berarti memiliki satu getaran yang sama di alam semesta, dimana pada akhirnya dua orang yang berbeda memiliki satu sudut pandang yang sama dan satu tujuan dalam melangkah.

17. “Kerendahan seseorang diketahui dari dua hal: Banyak membicarakan hal-hal tidak berguna dan bercerita tanpa ditanya” – Plato

Bahasa yang dipergunakan Plato cukup sederhana sehingga lebih mudah kita pahami, jadi agaknya quotes ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi.

Sebab sudah jelas bahwa orang yang membicarakan hal-hal tidak berguna dan bercerita tanpa ditanya menandakan kerendahan harga diri.

18. “Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.” – Socrates

Kita sering bercerita, padahal belum mencobanya. Menjawab, padahal belum paham. Berkata-kata, tapi tidak berpikir dulu. Menilai, tapi tidak mau mendengar. Berharap banyak, tapi tidak mau bekerja.

Maka Socrates menyindir kita lewat quotes ini agar kita menjadi orang-orang yang bijaksana dalam bersikap, tentu saja.

19. “Barangsiapa berhasil mengalahkan ketakutannya akan menjadi manusia yang bebas!” – Aristoteles

Banyak dari kita yang merindukan kebebasan dan ingin sekali rasanya menikmati rasanya bebas itu seperti apa. Tapi bagaimana mungkin merasa bebas jika kita masih di penjara oleh rasa takut?

Hal pertama yang perlu kita lakukan jika ingin merasakan kebebasan adalah masuk ke dalam rasa takut kita sendiri, satu persatu setiap harinya, sampai semua ketakutan itu tak tersisa lagi dalam diri kita.

20. “Orang yang berilmu tahu rasanya menjadi orang bodoh, karena ia pernah bodoh. Orang yang bodoh tidak tahu rasanya jadi orang berilmu, karena ia tidak pernah berilmu” – Plato

Kita semua terlahir dalam keadaan kosong, tidak tahu apa-apa. Lalu kita belajar sehingga menjadi orang yang berilmu. Itu berarti kita juga pernah hidup dalam ketidaktahuan, sehingga kita mengerti bagaimana rasanya menjadi orang bodoh.

Sementara orang yang bodoh tidak tahu rasanya menjadi orang berilmu, sebab mereka tidak pernah diajarkan atau mungkin tidak mau belajar.