in ,

40+ Quotes Terbaik Jalaludin Rumi yang Melegenda

Quotes Terbaik Jalaludin Rumi

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al-Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) adalah seorang penyair yang spiritualis. Beliau memiliki ciri khas tersendiri dalam menulis sehingga membuatnya terlihat berbeda dari penulis-penulis terkenal lain di zamannya.

Kumpulan puisinya yang menjadi buku berjudul “al-Matsnawi al-Maknawi” adalah bentuk perubahan akan ilmu alam yang sempat kehilangan kekuatan dan semangatnya.

Berikut ini adalah kumpulan quotes terbaik rumi yang melegenda sepanjang masa:

Daftar Isi show

1. “Hanya dengan hati Anda dapat menyentuh Langit” – Rumi

Menyentuh langit bukan berarti benar-benar pergi ke atas langit. Quotes ini adalah sebuah perumpamaan untuk menggambarkan bagaimana sebuah doa yang benar-benar dari hati lebih tinggi tingkatnya.

2. “Dimanapun kau berada, Apapun yang engkau lakukan, Jatuh cintalah” – Rumi

Rumi ingin agar kita mencintai apa yang kita kerjakan dan melakukan segala sesuatu dengan memberikan rasa cinta didalamnya. Dan dimanapun kita berada, carilah sisi indahnya yang membuat kita jatuh cinta dan bahagia saat berada disana.

3. “Berhentilah Mengecilkan Diri. Engkau adalah alam semesta yang gembira”  – Rumi

Jangan memandang dirimu tidak ada berguna. Jangan memandang bahwa dirimu tidak memiliki tujuan hidup di dunia ini. Rumi ingin kita melihat ke dalam diri dan menemukan makna akan keberadaan kita.

4. “Ketahuilah, Apapun yang membuatmu tergetar itulah yang terbaik untukmu. Karena itulah, Qalbu seorang Pecinta-Nya lebih luas dari Singgasana-Nya” -Rumi

Hati kita sangatlah luas sehingga dapat dimasuki oleh Sang Pencipta. Namun hati yang tidak dipenuhi cinta akan sangat sempit sehingga tidak akan pernah memahami penciptanya sendiri.

5. “Kapan engkau akan memulai perjalanan panjang itu menuju diri sendiri?” – Rumi

Disini Rumi ingin agar kita segera berbenah diri dan belajar untuk mengenal diri sendiri. Sebab sudah terlalu lama kita membiarkan diri ini hanya sekedar hidup namun tak memiliki makna.

6. “Apa yang menyakitimu, Memberkatimu. Kegelapan adalah lilinmu” – Rumi

Segala sesuatu yang menyakitkan sebenarnya adalah berkah. Dan kegelapan di dunia luar akan menghidupkan cahaya terang di hati kita yaitu intuisi.

7. “Setiap kali mereka harus membangun kembali bangunan tua, terlebih dahulu harus menghancurkannya” – Rumi

Jika kita ingin memperbaiki sesuatu, kita harus menghancurkannya terlebih dahulu. Jika kita ingin membangun kebiasaan baik, kita harus menghilangkan kebiasaan lama terlebih dahulu.

Dan jika kita ingin mencintai dan dicintai, maka kita harus menghilangkan kebencian dihati terlebih dahulu. Rumusnya selalu seperti itu menurut Rumi dan begitulah seterusnya.

8. “Biarkan keheningan membawamu pada inti kehidupan” – Rumi

Keramaian akan membuat kita terhanyut pada dunia yang sementara ini. Sementara keheningan akan mengajarkan kita tentang inti kehidupan yang sebenarnya.

9. “Kemarin aku pintar, jadi aku ingin mengubah dunia. Sekarang aku bijak, jadi aku mengubah diri sendiri” – Rumi

Siapa saja yang baru tahu suatu ilmu atau baru saja membaca sebuah buku, maka ia akan sangat mudah termotivasi untuk menasihati orang lain. Sementara ketika seseorang benar-benar paham akan ilmunya, ia akan lebih fokus untuk memperbaiki diri.

10. “Ada lilin di hatimu yang siap untuk dinyalakan. Ada kekosongan di jiwamu yang siap untuk diisi. Apakah kau merasakannya?” – Rumi

Dengan quotes ini Rumi ingin kita untuk melihat ke dalam diri sendiri dan merasakan apa yang ada didalam hati masing-masing. Bahwa kita memiliki kekuatan yang menunggu untuk ditemukan dalam diri masing-masing dan sekaligus kekurangan yang perlu kita perbaiki.

11. “Aku perlu curiga dengan apa yang ku inginkan” Rumi

Ketika kamu menginginkan sesuatu, coba berikan jarak dulu antara dirimu dengan keinginanmu. Lihat dengan jelas apakah yang kamu inginkan benar-benar berguna dan bisa membawamu ke arah yang lebih baik atau tidak dalam jangka waktu yang panjang.

Supaya keinginan-keinginan itu tidak menjadikanmu seseorang yang merugi dan supaya kamu tidak menjadi budak hawa nafsu yang hanya menuruti ego semata tanpa memikirkan akibatnya.

12. “Aku bukanlah rambut ini, Aku bukanlah kulit ini, Aku adalah jiwa yang ada didalamnya” – Rumi

Rumi tidak ingin menjadikan fisik sebagai identitasnya karena menurut pandangannya: rambut, kulit, tangan, kaki dan lainnya hanya sementara atau akan mati dikubur dalam tanah. Sementara jiwa kita akan abadi dan terus hidup.

13. “Tugasmu bukanlah mencari cinta, tetapi mencari dan menemukan semua hambatan dalam dirimu yang telah kau bangun untuk menghalangi cinta” – Rumi

Kita tidak perlu bertanya-tanya seperti apa cinta itu, apa arti cinta dan sebagainya. Kita hanya perlu membersihkan hati dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya seperti ego, benci, dendam, dan emosi-emosi negatif lainnya.

14. “Keluarkan kata-katamu, bukan suara. Hujan yang menumbuhkan bunga, bukan guntur” – Rumi

Menurut rumi kita tidak perlu berbicara dengan suara yang keras, karena yang paling penting bukanlah suaranya tapi kata-kata yang disampaikan.

Beliau pun menyindir bahwa suara keras seperti guntur tidak mengubah apa-apa di bumi ini, namun hujan yang rintiknya lirih namun menurunkan air tiada henti yang menumbuhkan bunga-bunga.

15. “Jiwa telah diberikan telinganya sendiri untuk mendengarkan sesuatu yang tidak mampu dimengerti pikiran” – Rumi

Ketika pikiran kita tidak mampu untuk memahami sesuatu, maka cobalah untuk menggunakan jiwa yang ada didalam diri.

16. “Ketika engkau melakukan sesuatu dari jiwa, ada sungai yang mengalir dalam dirimu yaitu sukacita” – Rumi

Saat kita melakukan sesuatu dengan cinta, maka kita akan lebih bersemangat untuk mengerjakannya. Sementara jika kita melakukan sesuatu tanpa cinta, kita akan lebih cepat merasa lelah.

17. “Jika yang dapat engkau lakukan hanyalah merangkak. Mulailah merangkak!” – Rumi

Intinya jangan mengeluh dengan apa yang tidak kamu miliki, jangan mengeluh dengan apa yang tidak dapat kamu lakukan. Quotes ini mengajarkan kita agar fokus pada apa yang kita miliki dan apa yang bisa kita lakukan.

Bahkan jika yang dapat kita lakukan hanya merangkak, maka merangkaklah. Jangan mengeluh.

18. “Jika cahaya ada dihatimu, Engkau akan menemukan jalan pulang” – Rumi

Kita perlu menemukan setitik cahaya di dalam hati masing-masing agar tidak tersesat. Sebab cahaya itulah yang akan menuntun kita menuju Sang Pencipta.

19. “Engkau terlahir dengan bersayap. Mengapa memilih merangkak menyusuri hidup?” – Rumi

Kita dilahirkan dengan begitu banyak anugerah yang tidak terbatas. Hanya saja kita lupa akan hal itu dan memilih hidup dengan cara yang dibuat-buat sendiri yang justeru lebih sulit.

20. ” Taman dunia tidak memiliki batas kecuali dipikiran Anda” – Rumi

Alam semesta ini begitu luas, ada banyak sekali keindahan didalamnya, hanya saja kita memiliki pemikiran sempit.

Rumi ingin agar kita tidak memberikan penilaian kepada dunia, tetapi melihat dunia ini sebagaimana adanya dengan hati nurani.

21. “Dengan setiap napas, aku menanam benih-benih pengabdian. Aku adalah petani hati” – Rumi

Seperti Rumi, kita perlu berinvestasi dengan hati untuk menuai hasil yang abadi dan tiada henti.

22. “Raihlah kesempurnaan Anda sendiri. Sehingga memungkinkan Anda untuk tidak jatuh dalam kesedihan ketika melihat kesempurnaan orang lain” – Rumi

Orang-orang yang memiliki rasa iri, benci dan susah ketika melihat orang lain bahagia adalah mereka yang belum mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Jika kita sudah mampu memenuhi segala kebutuhan untuk diri sendiri, maka kita akan merasa senang melihat orang lain senang.

23. “Jangan berduka. Apapun yang hilang darimu akan kembali dalam wujud yang berbeda” – Rumi

Saat kita kehilangan sesuatu, sebenarnya kita tidak benar-benar sedang kehilangan sebab apa yang telah diambil dari kita akan kembali dalam wujud yang berbeda. Maka jangan bersedih seolah kamu sedang merugi.

24. “Dalam sebuah perjalanan tak ada yang lebih sempit daripada lorong ini, maka beruntunglah orang yang tak membawa dengki sebagai teman” – Rumi

Hidup didunia ini merupakan perjalanan yang panjang. Semuanya sudah cukup melelahkan, ditambah lagi dengan dengki pastilah kita akan semakin kesulitan untuk menjalani hidup.

Maka dengan Quotes ini Rumi ingin kita menghilangkan segala perasaan negatif agar hidup lebih mudah untuk dinikmati sampai akhir hayat nanti.

25. “Mata hati memiliki 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran daripada indera penglihatan” – Rumi

Kita perlu membuka mata hati atau mempelajari ilmu-ilmu yang berguna agar lebih memahami kebenaran. Sebab kelima indera pada tubuh kita sangat terbatas, akan sangat melelahkan jika kita hanya mengandalkan itu.

26. “Mari kita ukir permata dari hati yang membatu, dan biarkan ia membawa kita menuju cinta” – Rumi

Seburuk apapun dirimu, sekotor apapun masa lalumu, kamu masih bisa memperbaikinya. Sebab niat baik untuk berubah akan membawa kita menuju dunia yang penuh kemudahan dan ketentraman.

27. “Angin saat fajar akan membeberkan banyak rahasia kepadamu. Jangan kembali tidur!” – Rumi

Ada waktu dimana rahmat Tuhan begitu mudah untuk diturunkan, dan hanya orang-orang yang mau bangun untuk menyambutnya saja yang akan mendapatkan rahmat itu. Maka Rumi mengingatkan agar kita tidak kembali tidur jika sudah terbangun di jam-jam itu, yaitu ketika fajar.

28. “Kekasih memiliki sakit hati yang tidak dapat sembuh oleh tidur atau obat-obatan. Kecuali melihat kekasih mereka” – Rumi

Saat kau merasakan rindu yang begitu mendalam, rindumu takkan mampu diobati oleh hal-ha lain kecuali melihat orang yang kamu rindukan. Maka jangan mencari pelarian dari sakit hatimu sebab hanya cinta yang bisa menyembuhkannya.

29. “Kematian tidak ada hubungannya dengan kepergian. Matahari terbenam. Bulan terbenam. Tapi tidak pernah pergi!” – Rumi

Menurut Rumi orang yang mati tidak pergi meninggalkan dunia ini dan akan kembali dengan wujud yang berbeda.

30. “Buka tanganmu jika Engkau ingin dipegang!” – Rumi

Kadang kita ingin dicintai, maka kita perlu membuka hati. Ketika kita ingin memiliki teman, maka kita perlu bersikap ramah. Rumusnya selalu begitu dan akan seperti itu seterusnya.

31. “Puisi bisa berbahaya, terutama puisi yang indah. Karena memberikan ilusi pengalaman tanpa benar-benar menjalaninya” – Rumi

Terkadang sebuah tulisan yang indah memancing pembaca untuk seolah benar-benar mengalaminya. Sehingga beberapa orang meneteskan air mata, tersenyum dan tertawa saat membaca karena membayangkan apa yang ia baca.

Menurut Rumi ini akan sangat berbahaya sebab bisa jadi kita langsung menilai bahwa setiap hal akan persis seperti yang ada dalam puisi atau karya tulis lainnya, padahal jika kita mengalami kisah sendiri maka rasanya akan jauh berbeda dari apa yang tertulis dalam puisi-puisi indah.

32. “Oh, Berbahagialah jiwa yang sudah melihat kesalahannya sendiri” – Rumi

Jika kamu sudah menemukan kekuranganmu apa, kesalahanmu dimana dan apa yang perlu diperbaiki. Maka kamu harus bersyukur karena hal itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

33. ” Ada dua yang tidak pernah puas: Pecinta dunia dan pecinta ilmu” – Rumi

Orang yang terlalu cinta pada dunia akan menjadi serakah. Tidak pernah cukup dengan apa yang ia kumpulkan. Begitu pula dengan orang yang senang belajar dan mencari ilmu, tidak akan pernah merasa cukup pintar dan akan terus merasa haus.

34. “Anda memiliki banyak cinta dalam diri, lebih dari yang bisa Anda pahami” – Rumi

Kita terlahir dengan fitrah yang suci yaitu pengasih dan penyayang, kita memiliki banyak cinta dalam hati, hanya saja kita terlalu fokus untuk mencari cinta yang berasal dari luar.

Seandainya kita melihat kedalam diri dan menemukan cinta itu, maka kita tidak akan pernah patah hati lagi sebab mengharapkan cinta yang datang dari luar.

35. “Tidak ada keselamatan bagi jiwa selain jatuh cinta. Hanya sepasang kekasih yang bisa keluar dari dunia ini” – Rumi

Jangan merasa bahwa kamu bisa hidup sendirian di dunia ini. Kamu perlu mencari pasangan hidup yang sejiwa denganmu sehingga akhirnya bisa mati dengan tenang.

36. ” Ketika kita memberikan kebaikan dan kasih sayang. Kita adalah orang pertama yang mendapat untung” – Rumi

Saat kamu menolong orang lain sebenarnya kamu sedang menolong diri sendiri. Saat kamu memberikan kasih sayang kepada orang lain, sebenarnya kamu sedang menyayangi dirimu sendiri.

Sebab apa yang kamu berikan kepada dunia pada akhirnya akan kembali padamu juga. Maka Rumi berkata bahwa kamu adalah orang pertama yang mendapat untung.

37. “Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma menjadi anggur segar” – Rumi

Cinta mengubah sesuatu yang awalnya buruk menjadi terlihat indah. Artinya, cinta membantu kita untuk tumbuh ke arah yang lebih baik.

38. “Janganlah engkau seperti iblis, hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam” – Rumi

Pada quotes ini Rumi ingin agar kita tidak menilai seseorang dari fisiknya saja. Sebab begitulah cara iblis menilai Adam.

39. “Luka adalah tempat dimana cahaya memasuki dirimu” – Rumi

Rasa sakit yang kita alami akan mengajarkan suatu ilmu yang sangat berharga. Dan untuk mendapatkan kebahagiaan kita perlu mengalami penderitaan terlebih dahulu. Begitulah cara alam semesta bekerja menurut Rumi.

40. “Kematian adalah jembatan yang menghubungkan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai” – Rumi

Menurut Rumi kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru kematian lah yang akan menghubungkan seorang hamba dengan Penciptanya.

Didalam pandangan rumi, sebuah pemahaman akan inti kehidupan hanya didapat dengan cinta. Begitulah yang terlihat dari puisi-pusi dan syair yang ia tuliskan, sangat jelas sekaligus abstrak namun tetap tidak jauh dari kata cinta.

Baca Juga :