in

Mengenal Self-Sabotage dan Tandanya Yang Perlu Diketahui

Mengenal Self Sabotage

Mengenal self-sabotage dan tandanya yang mungkin belum sering Anda dengar. Pernahkah Anda melakukan sesuatu dan bertanya-tanya mengapa Anda melakukan hal tersebut? atau mempertanyakan mengapa hal ini terus menerus terjadi pada Anda?.

Jika Anda sering kali mengutarakan pertanyaan ini, Anda mungkin sedang membuat pattern baru di mana masalah akan muncul dan menghambat Anda untuk mencapai tujuan.

Meskipun rasanya Anda sudah berusaha agar terhindar dari masalah yang sama, rasanya apapun yang dilakukan tetap menghasilkan hal yang sama terus menerus. Jika ini cukup sering menyerang Anda, maka kemungkinan Anda mengalami yang disebut dengan self-sabotage.

Self-sabotage ini adalah perilaku atau pattern dari tingkah laku yang membuat Anda berhenti dan mencegah Anda melakukan hal yang ingin dilakukan.

Meskipun tidak selalu dapat disadari, Anda dapat melakukan bentuk self-sabotage ini dalam beberapa cara baik yang terlihat maupun tidak disadari. Untuk itu Anda perlu mengenal self-sabotage dan tandanya berikut ini.

Menyalahkan Orang Lain Ketika Sesuatu Tidak Sejalan Dengan Harapan

Menyalahkan Orang Lain
Menyalahkan Orang Lain

Pernahkan Anda menyalahkan orang lain karena sesuatu yang terjadi hasilnya tidak sesuai dengan keinginan Anda? alih-alih mencari tahu mengapa hal ini tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya, Anda justru mencari kesalahannya pada orang lain. Di sinilah Anda perlu mengenal self-sabotage dan tandanya.

Jika dipikirkan kembali, terkadang hal buruk yang terjadi memang karena sudah digariskan terjadi, bukan karena kesalahan dari siapapun itu. Memang hal yang tidak diinginkan kerap terjadi karena kesalahan orang lain, tetapi tidak selalu seperti itu.

Jika Anda selalu menimpakan kesalahan pada orang lain pada saat kesulitan datang, ini dapat menjadi tanda dari self-sabotage. Anda sebaiknya melihat diri Anda sendiri terlebih dahulu dari apa yang terjadi. Hal ini dapat terjadi pula pada hubungan romantis. Misalnya ketika pasangan Anda memiliki perilaku yang dapat memengaruhi hubungan, Anda langsung memutuskan hubungan karena menilai ia tidak akan berubah.

Pemutusan hubungan ini akan melegakan Anda, namun jika Anda tidak meluangkan waktu untuk menilai diri Anda sendiri dalam hubungan tersebut, Anda kemungkinan melakukan self-sabotage akan peluang untuk belajar dan bertumbuh dari pengalaman.

Mungkin memang sulit, tetapi bekerja sama melalui tantangan dan masalah dapat membantu Anda bertumbuh. Ketika Anda menyerah sebelum berusaha, Anda kemungkinan tidak akan belajar bagaimana memutuskan perbedaan pendapat di masa depan.

Memilih Untuk Menghindar Ketika Suatu Hal Tidak Berjalan Dengan Baik

Memilih Menghindar
Memilih Menghindar

Untuk dapat mengenal self-sabotage dan tandanya, Anda dapat melihat diri Anda kembali apakah Anda pernah menghindari sesuatu hal pada saat prosesnya tidak berjalan dengan baik. Tidak ada yang salah dengan bergerak menghindari dari situasi yang kurang menguntungkan.

Terkadang hal ini menjadi salah satu pilihan yang baik. Namun pergerakan ini akan lebih baik jika digunakan untuk menelaah diri terlebih dahulu apakah Anda sudah berkontribusi dengan cukup baik pada hal tersebut?

Hal ini dapat terjadi pada pekerjaan Anda. Mungkin Anda tidak dapat bertahan pada suatu pekerjaan dengan cukup lama. Anda dapat menghindar dari atasan yang memperlakukan Anda secara tidak adil dengan berhenti dari pekerjaan. Hal ini wajar untuk dilakukan.

Namun hal ini akan berdampak pada pattern Anda mencari pekerjaan di mana orang lain akan meragukan kemampuan Anda untuk bertahan pada pekerjaan tetap.

Hal ini dapat terjadi karena adanya kemungkinan bahwa dalam diri Anda muncul ketakutan atau konflik dari kritik atau permasalahan yang akan ditemui ke depan. Sehingga Anda memilih untuk menghindar daripada menghadapi.

Muncul Prokrastinasi Pada Hal Penting

Muncul Prokrastinasi
Muncul Prokrastinasi

Jika Anda pernah merasakan pekerjaan yang akan Anda lakukan tidak mengalami kemajuan, merasa stuck pada satu hal terus menerus, Anda tidak sendirian.

Meskipun rasanya Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya, tetapi Anda sulit sekali untuk memulainya. Dampaknya, Anda akan menghindari tugas tersebut.

Perilaku menunda-nunda ini dapat terjadi tanpa adanya sebab yang jelas. Namun penyebab yang umum terjadi adalah karena Anda merasakan kewalahan dari tugas, tidak dapat mengatur waktu dengan baik dan meragukan kemampuan Anda sendiri.

Salah satu cara mengenal self-sabotage dan tandanya dapat Anda dilihat dari perilaku prokrastinasi ini.

Baca Juga : 5 Tipe Prokrastinasi Dalam Menyelesaikan Pekerjaan

Mencari Pasangan yang Tidak Tepat untuk Anda

Mencari Pasangan Yang Tidak Tepat
Mencari Pasangan Yang Tidak Tepat

Seperti telah dipaparkan pada poin pertama, self-sabotage dapat terjadi pada hubungan romantis. Perilaku ini umumnya terjadi ketika Anda memilih pasangan yang tidak tepat untuk Anda.

Misalnya Anda mencari pasangan dengan kriteria yang sama dengan pasangan sebelumnya di mana Anda terjebak pada toxic relationship dan berakhir kurang baik.

Selain itu Anda akan berusaha keras agar hubungan tetap berjalan dengan baik meski pasangan memiliki visi dan misi yang berbeda pada masa depan.

Tanda lainnya adalah hubungan Anda tidak berjalan kearah yang lebih baik. Hal kecil yang tidak sevisi misalnya Anda menginginkan anak tetapi pasangan tidak. Selalu Anda yang merubah tujuan hanya demi visi pasangan dengan harapan ia akan berubah nantinya.

Dengan melakukan hal ini, Anda akan kesulitan untuk bertemu dengan orang yang lebih tepat dan sesuai dengan Anda.

Mengenal self-sabotage dan tandanya ternyata cukup penting untuk menentukan apakah Anda dan pasangan menjalani hubungan dengan baik dan tepat untuk satu sama lain.

Memiliki Masalah Dalam Menentukan Kebutuhan

Memiliki Masalah Dalam Menentukan Kebutuhan
Memiliki Masalah Dalam Menentukan Kebutuhan

Ketika Anda kesulitan untuk menyuarakan keinginan Anda, maka yang terjadi adalah adanya kesulitan untuk menentukan kebutuhan diri. Hal ini dapat terjadi pada situasi keluarga, pertemanan, pekerjaan, hubungan romantis dan juga interaksi sehari-hari dengan orang lain.

Anda jadi cenderung membiarkan segalanya tanpa berani untuk bersuara. Pentingnya untuk mengenal self-sabotage dan tandanya ini agar Anda tidak terkena dampak negatif dari terhalangnya kemampuan diri untuk berani speak up.

Negatif Terhadap Diri Sendiri

Berpikir Negatif
Berpikir Negatif

Seseorang yang memiliki standar dalam hidupnya akan memperlakukan dirinya dan orang lain sesuai dengan standar tersebut. Namun jika Anda gagal dalam membuat standar ini, maka Anda akan cenderung berperilaku dan berkata negatif pada diri sendiri. Mengenalself-sabotage dan tandanya dapat menghindarkan Anda dari perilaku tersebut.

Sisi negatif ini muncul seperti berkata pada diri sendiri contohnya “saya tidak dapat melakukan apapun dengan benar” atau “saya ga mungkin bisa mencapai goals” bisa juga dengan “saya bodoh sekali, hal seperti ini saja tidak bisa dilakukan”.

Kritik negatif ini dapat membentuk suatu kebiasaan yang disebut dengan negative self-talk. Mungkin kalimat yang Anda lontarkan memang ada benarnya, tetapi mempercayai kalimat negatif tersebut dapat menyebabkan perialku Anda ikut negatif dan menghambat kemungkinan Anda untuk mencobanya kembali.

Yang terjadi berikutnya adalah Anda akan mudah menyerah sebelum benar-benar mencobanya.

Tanda lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah Anda cenderung menjauhi orang yang ingin membantu, Anda mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingan Anda sendiri, Anda overwork hanya agar tugas cepat selesai dan mengabaikan kebutuhan penting ketika proses pengerjaan tugas. Selain itu Anda tidak mau meminta pertolongan orang lain, Anda juga cenderung bertanggung jawab akan hal yang tidak Anda lakukan.

Terlebih lagi Anda akan cenderung menolak rasa kasih sayang dari orang lain karena merasa tidak pantas. Padahal ini penting untuk dapat memotivasi dan memberikan penghargaan pada diri Anda sendiri.

Baca Juga :

Mengenal self-sabotage dan tandanya mungkin tidaklah semudah paparan diatas. Anda harus mengenali diri Anda sendiri untuk tahu apakah tanda ini muncul pada diri Anda atau tidak. Jika memang dirasa membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk memintanya dari teman atau orang yang Anda percayai. Anda juga dapat mencari bantuan profesional jika dirasa sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.