in ,

SMART Goal, Cara Membuat Tujuan Hidupmu Mudah Dicapai

Membuat Tujuan Hidup Mudah Dicapai
Membuat Tujuan Hidup Mudah Dicapai

Kita yang dewasa ini pasti pernah dihadapkan pada suatu masa dimana kita sempat kehilangan arah hidup serta bingung menentukan kemana kita harus melangkah. Seperti ketika kita hendak melanjutkan sekolah, memilih pekerjaan, karir, dsb. Kemudian banyak saran yang mengatakan “kembalikan saja pada tujuan hidupmu.”

Tujuan (goal) adalah sebuah istilah yang merujuk pada suatu hasil akhir yang hendak dicapai setelah melalui suatu proses perjalanan.

Penentuan tujuan hidup adalah salah satu permasalahan yang sering dialami oleh seseorang, karena memang dalam tujuan hidup bisa berubah seiring dengan banyak hal yang dihadapi seseorang dalam hidupnya. Menentukan tujuan sesuatu tentu tidak bisa sembarangan ya, kenapa begitu? Tentu agar tujuan itu bisa benar-benar dicapai / direalisasikan.

Ada banyak cara untuk membuat tujuan-tujuan (goal) kita lebih positif, sehat dan bisa dicapai, salah satunya adalah dengan berpatokan pada metode SMART goal.

SMART goal adalah sebuah singkatan atau akronim dari Spesific (spesifik), Measurable (bisa diukur), Achievable (bisa dicapai), Realistic and relevant (realistis dan relevan) dan Timely (berbatas waktu).

SMART goal ini sering diterapkan dalam manajemen bisnis. Namun tentunya tidak hanya terbatas pada itu saja ya karena SMART goal ini sangat aplikatif dimanapun.

Tujuan yang SMART

Smart Goal
Smart Goal

Seperti dijelaskan sebelumnya SMART adalah sebuah akronim dari 5 kata yakni Spesific (spesifik), Measurable (bisa diukur), Achievable (bisa dicapai), Realistic and relevant (realistis dan relevan) dan Timely (berbatas waktu).

Secara sekilas pengertian dari kelima kata ini adalah sebagai berikut.

  1. Spesific (spesifik) maksudnya tujuan terdefinisikan dengan baik, rinci, jelas dan tidak ambigu
  2. Measurable (bisa diukur) maksudnya tujuan haruslah memiliki kriteria spesifik yang bisa dihitung untuk memantau proses seseorang menuju tujuannya.
  3. Achievable (bisa dicapai) maksudnya suatu tujuan yang diinginkan sebaiknya realistis / berdasarkan kenyataan dan memang sesuatu hal yang bisa dicapai.
  4. Realistic and relevant (realistis dan relevan) maksudnya tujuan seharusnya masih bisa dijangkau dan sejalan dengan tujuan hidup seseorang
  5. Timely (berbatas waktu) maksudnya tujuan hendaknya memiliki jarak waktu tertentu, termasuk menentukan kapan tanggal mulai dan akhir targetnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan urgensi agar seseorang tidak menunda-nunda mengerjakan apapun yang menunjang menuju tujuannya.

Menyusun Tujuan yang SMART

Menyusun Smart Goal
Menyusun Smart Goal

Kamu bisa menyusun daftar tujuanmu dengan berbagai cara, yang paling penting komponen dari SMART goal ada didalamnya.

Bisa disusun dalam bentuk per-kolom dengan nama komponen SMART diatasnya atau bisa ditulis menggunakan kata memanjang namun tanpa melupakan patokan dari pengertian SMART goal itu sendiri.

Berikut ini adalah panduan mudah untuk menulis SMART Goal

1. Spesific (spesifik)

Tujuan yang baik haruslah spesifik, spesifik disini maksudnya tujuan yang ditulis harus didefinisikan secara jelas dan (jika bisa) sedetail mungkin selain juga tidak menimbulkan makna ganda.

Contohnya dibanding hanya menulis “saya ingin menurunkan berat badan saya” lebih baik lebih spesifikkan lagi seperti “saya ingin menurunkan berat badan saya karena saya ingin bisa memakai baju wisuda saya dalam kurun waktu 2 bulan dari sekarang, saya akan berolahraga setiap pagi dan sore, dan melakukan pantangan diet lainnya”.

Tujuan yang spesifik setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan berikut.

Who : Siapa saja yang akan terlibat dalam tujuan ini?
What : Apa yang ingin saya capai?
Where : Dimana saya akan mencapai tujuan ini?
When : Kapan saya ingin mencapai tujuan ini?
Why : Mengapa saya ingin mencapai tujuan ini?

2. Measurable (bisa diukur)

Tujuan yang baik haruslah memiliki kriteria yang bisa dilihat dan dihitung untuk memantau seberapa banyak proses yang telah dijalani saat itu. Dengan selalu memantau indikator itu seseorang jadi tahu sekarang dia berada di tahap yang mana.

Contohnya “Saya ingin bisa mempublish buku novel dalam waktu satu tahun ini dan secara resmi akan menjadi penulis profesional, maka saya akan mulai mengerjakan perbabnya setidaknya satu lembar dalam satu hari, dimana setiap bulan setidaknya akan ada satu bab yang selesai”.

Tujuan yang bisa diukur setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan berikut.

How many/much : Seberapa banyak (hal) yang harus dilewati untuk mencapai tujuan itu?
How : Bagaimana bisa tahu bahwa kita sudah mencapai tujuan itu atau belum?
What : Apa saja indikator (penanda) bahwa saya sudah mencapai setiap progres?

3. Achievable (bisa dicapai)

Tujuan yang baik haruslah yang memang bisa dicapai, maksudnya tujuan tersebut memang sesuatu hal yang masuk akal. Tujuan yang baik juga haruslah membuat anda berkembang namun tetap bisa anda capai.

Bukan seperti “saya ingin menjadi istri artis….” tentu bermimpi dan memiliki tujuan boleh namun tetap harus melihat dengan keadaan saat ini.

Contoh tujuan yang bisa dicapai “Saya ingin bisa berkuliah di luar negeri dua tahun lagi, oleh karenanya saat ini saya berjuang untuk meraih skor toefl IBT 550, memperbaiki IPK dan curriculum vitae saya”.

Tujuan yang bisa dicapai setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan berikut.

How : Bagaimana caranya saya bisa mencapai tujuan tersebut? Langkah apa saja yang bisa saya tempuh?
How realistic : Seberapa realistis tujuan tersebut dengan keadaan saya saat ini? Adakah hambatan yang ada didepan saya? Adakah cara untuk menyelesaikannya?

4. Realistic and relevant (realistis dan relevan)

Tujuan yang baik haruslah berpatokan pada kenyataan yang sedang kita alami saat ini, meskipun misal terdapat halangan namun halangan tersebut apakah memungkinkan untuk dilewati hingga bagaimana cara mengatasi halangan tersebut.

Contohnya “Saya ingin menjadi dosen di universitas di kota saya paska kuliah S2 nanti, saya berusaha memperbanyak pengalaman mengajar saya saat ini meskipun saya masih S1”.

Tujuan yang realistis dan relevan setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan berikut.

Is it realistic : Apakah tujuan ini cukup realistis dan memang bisa dijangkau?
Does it match : Apakah tujuan ini cocok dan sejalan dengan usaha yang telah saya lakukan selama ini?
Is it applicable : Apakah tujuan ini bisa diterapkan dengan keadaan yang saya alami saat ini?

Baca Juga : Kuadran Prioritas, Cara Mengatur Waktu Agar Efektif dan Anti Stres

5. Timely (berbatas waktu)

Tujuan yang baik haruslah memiliki batas waktu tertentu, hampir sama seperti Measurable namun dalam Timely lebih fokus pada kapan tujuan tersebut akan dimulai hingga akan diakhiri.

Contohnya “Saya akan mulai melakukan program diet ini pada hari senin minggu depan, saya akan memantau progres saya bulanan dengan target turun 5 kilogram dalam satu bulan”.

Tujuan yang memiliki batas waktu setidaknya harus bisa menjawab pertanyaan berikut.

When : Kapan batas saya harus sudah mencapai tujuan ini?
When : Kapan saya harus memulai melakukan hal-hal yang menunjang saya menuju tujuan ini?

Dengan membiasakan menulis tujuan secara jelas seseorang akan lebih terbantu untuk merealisasikan sesuatu hal.

Menunda sesuatu hal itu lumrah namun jika terus-menerus ditunda bisa-bisa tujuan (goal) yang awalnya ingin dicapai malah jadi terbengkalai dan dilupakan, kemudian akhirnya malah membawa seseorang mencapai tahap dimana ia mulai kehilangan arah. Menulis tujuan juga bisa menjadi pengingat untuk kita agar selalu fokus dijalan yang akan kita pilih nanti.

What do you think?

Novia Kartikasari

Written by Novia Kartikasari

An amateur writer who inspired to be a professional writer someday. I love writing about a social phenomenon, education, environmental and lifestyle issue