6 Strategi Yang Cocok Untuk Menangani Anak Dengan ADHD

ADHD adalah gangguan psikologis yang mengganggu pada pemusatan konsentrasi anak. Disertai dengan hiperaktivitas dan impulsivitas yang membuat anak bertindak berlebihan

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
strategi yang cocok untuk menangani anak adhd

Berbicara mengenai keunikan anak-anak tentu tidak ada habis nya. Mulai dari tingkah nya yang kadang menjengkelkan seperti berulang kali memporak porandakan tempat mainan yang sudah dibereskan, bermain di genangan air hujan yang membuat kita khawatir akan kebersihan nya hingga sikap anak yang sering ngambek jika keinginan nya tidak di penuhi.

Kehidupan anak pada umum nya tidak jauh dari bermain, belajar, makan minum serta beristirahat. Bahkan terkadang sulit sekali untuk meminta anak agar tidur siang. Ketika dewasa ia akan merindukan tidur siang bukan.

Penjelasan tersebut merupakan kegiatan sehari-hari yang dilalui oleh orang tua yang memiliki anak secara umum dikatakan normal. Mereka tidak memiliki gangguan baik fisik maupun psikologis dalam melewati hari-hari nya. Bagaimana dengan anak-anak yang memiliki gangguan baik fisik dan psikologis ?. Terutama pada anak yang memiliki gangguan psikologis tentu membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih banyak diluangkan.

Bagi orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus tentu merupakan tantangan hidup sendiri. Menjalani peran sehari-hari sebagai orang tua dari anak penyandang kebutuhan khusus tidak lah mudah. Butuh dukungan kuat dari dalam diri dan luar untuk dapat merawat dan mengasuh anak agar anak dapat tumbuh dengan baik meski pun memiliki gangguan psikologis.

Gangguan psikologis tersebut salah satu nya adalah ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder.

ADHD adalah  gangguan psikologis yang mengganggu pada pemusatan konsentrasi anak. Disertai dengan hiperaktivitas dan impulsivitas yang membuat anak bertindak berlebihan tanpa memikirkan akibat dari tindakan nya tersebut.

Anak membutuhkan dukungan kuat dari lingkungan nya. Dukungan ini sangat diperlukan baik oleh anak maupun orang tua. Tidak hanya pada lingkup anak dan orang tua saja, keluarga lain yang masih berhubungan dekat juga perlu untuk diberikan pemahamam atau psikoedukasi mengenai gangguan dan cara menyikapi anak dengan gangguan ADHD ini.

Karena tidak jarang keluarga dari anak dengan ADHD ini justru mengucilkan si anak dan orang tua nya. Menyalahkan orang tua karena ada nya kemungkinan gen mereka yang tidak baik. Tetapi orang di luar lingkup keluarga inti hanya dapat berpendapat tanpa memahami situasi dan kondisi yang mungkin terjadi pada anak dan orang tua.

Menghadapi orang lain tentu sulit untuk kita acuh kan. Penting untuk orang tua yang memiliki anak dengan gangguan psikologis berupa ADHD ini untuk dapat mengetahui cara menyikapi anak dengan ADHD secara tepat. Selain memberikan anak treatment berupa obat-obatan atau terapi yang dilakukan, hal apa saja yang dapat diberikan kepada anak ?. Orang tua harus memahami dengan baik karakter anak yang beragam.

Tidak semua anak dengan ADHD memiliki tantrum yang akan hal yang sama. Perlu adanya komunikasi antara anak dan orang tua dengan baik. Berkomunikasi dengan anak dengan ADHD membutuhkan bantuan berupa sentuhan fisik pada anak seperti memegang bahu atau tangan anak ketika berbicara. Hal ini akan membantu anak untuk merasakan kehadiran anda sebagai orang tua. Dengan demikian anak akan berpikir bahwa “oh ada ayah dan ibu ku di sini”.

Bagaimana cara menghadapi anak dengan ADHD yang baik ?.

Banyak cara yang bisa kita lakukan dan cari dari internet, majalah atau bacaan lain nya. Tetapi secara teoretik bagaimana sih cara untuk menghadapi anak dengan ADHD yang tepat ?.

Tips penting apa yang dapat kita lakukan ?.

1. Berpikirlah Secara Positif

Berpikir positif adalah hal baik bagi anak adhd
Untuk Penanganan Diawal Kamu Harus Mampu Mengontrol Pikiran

Berpikir positif adalah hal baik bagi anak. Bahkan salah satu kebutuhan yang mendesak. Berpikir positif kepada anak akan membantu untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Ajarkan anak untuk berperilaku dengan baik dan benar sehingga situasi di dalam rumah juga akan turut membaik.

Jika anda sebagai orang tua tidak dapat menyikapi dengan cara yang positif, maka anda akan masuk dalam siklus berupa ancaman dengan hasilnya anak tidak mau mendengarkan karena hukuman yang diberikan terus menerus oleh orang tua.

Seperti contoh anda mengatakan “Jangan melempar!” dengan kesal dan mengomel tidak akan memberikan hasil. Karena anak dengan ADHD justru menangkap yang anda lakukan adalah ancaman bagi mereka.

Katakana saja apa yang anda inginkan dengan tenang dan perlahan. Dan berikan anak penghargaan jika ia mampu untuk mematuhi nya.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab ADHD Pada Anak, Orang Tua Wajib Baca

2. Penghargaan dan Hukuman

Memberikan Penghargaan dan Hukum Dengan Anak ADHD
Memberikan Penghargaan dan Hukum Dengan Anak ADHD

Hal penting yang dapat anda lakukan adalah memberikan penghargaan dan hukuman secara konsisten kepada anak. Berikan baik penghargaan dan hukuman dengan cara yang mudah untuk dipahami anak sebagai bagian dari konsekuensi perbuatan nya.

Anak akan belajar bahwa ketika ia berperilaku dengan baik maka akan mendapatkan penghargaan yang baik pula. Jika anak berperilaku tidak pada tempat nya, ia akan paham bahwa perilaku nya yang seperti itu akan menimbulkan hukuman dari orang tua.

3. The Time Out

Mengasingkan Anak Memberikan Penghargaan dan Hukum Anak ADHD
Mengasingkan Anak Memberikan Penghargaan dan Hukum Anak ADHD

The time out adalah menempatkan anak di ruang tertentu. Metode ini disebut juga dengan metode pengasingan dari kesenangan.

Arti nya anak berada dalam suatu ruang asing di mana tidak terdapat kesenangan seperti mainan, televisi, tidak ada orang lain yang dapat diajak berbicara. Cara ini termasuk dalam hukuman.

Hal penting pada metode ni adalah anda harus menunjukkan ketegasan dan kepercayaan diri dengan membuat perjanjian terlebih dahulu antara anda dengan anak.

Metode ini dilakukan dengan disesuaikan dulu sebelumnya dengan perilaku yang dianggap tidak sesuai, bukan diberikan kepada anak setiap ia melakukan kenakalan. Ini adalah dua hal berbeda ya. Perhatikan dengan lebih teliti jika ingin memberikan metode ini bagi anak anda.

4. Peraturan dan Struktur

Membuat Aturan Untuk Anak ADHD
Membuat Aturan Untuk Anak ADHD

Konsepnya sama dengan memberikan peraturan pada anak normal sebaya nya. Orang tua membuat dan menjelaskan adanya peraturan yang disampaikan perlahan kepada anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak.

Bentuk peraturan ini dapat dibuat semenarik mungkin agar anak memperhatikan dengan baik mengingat anak dengan ADHD memiliki gangguan pemusatan atau kurang fokus akan sesuatu hal.

Dengan membuat bentuk peraturan yang menarik missal digantung, ditempel dapat meningkatkan minat anak untuk lebih memahami peraturan yang diberikan oleh orang tua.

5. Menjelaskan Kepada Keluarga

Penjelasan Kepada Keluarga
Penjelasan Kepada Keluarga

Orang tua yang memiliki anak dengan ADHD dapat memberikan penjelasan kepada keluarga sebagai awal hal yang positif. Perlu diingat di sini bahwa setiap anggota keluarga mempunyai hak untuk mengutarakan pendapatnya terkait situasi yang ada.

Tentu hal ini bergantung dari usia anak dan bagaimana peraturan dalam keluarga untuk menghadapi anak tersebut disampaikan.

Anda dapat mendiskusikan kepada anggota keluarga lain dengan poin penting seperti ADHD terjadi bukan karena kesalahan seseorang, ADHD memang menantang bagi yang merawatnya, adanya kemungkinan dikemudian hari kita akan sendirian, dan menjelaskan bahwa setiap orang memiliki sisi baik dan sisi sulit.

Dengan menjelaskan kepada anggota keluarga yang lain pula maka diharapkan dukungan dari lingkup keluarga dapat tumbuh. Dukungan keluarga yang kuat bagi orang tua dapat menguatkan diri mereka untuk terus berjuang bersama demi merawat anak dengan ADHD ini.

6. Perubahan Membutuhkan Waktu

Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Menyembuhkan Anak ADHD
Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Menyembuhkan Anak ADHD

Mengharapkan adanya perubahan memang wajar. Jika penerapan ini dan itu semua telah diberikan, maka wajar jika orang tua mengharapkan perubahan pada anak. Anda perlu menyadari bahwa perubahan memerlukan waktu dan proses yang panjang bagi anak. Alih-alih memarahi nya karena kecewa tidak ada perubahan setelah semuanya dilakukan.

Berikan mereka reward untuk membantu perubahan perilaku pada anak. Hanya jika perilaku yang diinginkan muncul yang diberikan reward. Selain itu perlu diketahui pula bahwa kematangan jiwa anak dengan ADHD dapat tertinggal jauh dari teman sebaya nya. Kadang kala ia masih berperilaku seperti layaknya anak kecil walaupun mereka sudah tumbuh menjelang dewasa.

Anak dengan ADHD adalah anak yang mempunyai konsep diri yang rentan. Mereka sangat sensitif jika diri nya dicela dan dikritik. Anak akan langsung menunjukkan bentuk protes dengan cara beragam yang tentu nya bagi para orang tua sedikit menyulitkan.

Terapkan pula cara mendidik anak normal yang seumuran nya agar ia lebih memahami dan mengerti mana perilaku yang diharapkan dengan baik dan tepat. Yuk kita sama-sama belajar dengan sabar untuk menghadapi anak yang unik ini.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile