in

Sudah Siap Menikah, 7 Tanda Ini Membuatmu Gak Ragu Lagi

Tanda Kamu Sudah Siap Menikah
Tanda Kamu Sudah Siap Menikah

Sudah siap menikah? Belum. Tapi ingin menikah? Iya.

Usia-usia 20-an keatas memang banyak ujiannya. Setiap hari perayaan besar dan kumpul keluarga selalu ditanya “kapan nikah?

Mungkin kamu hanya tersenyum saja saat orang-orang meluncurkan pertanyaan semacam itu, meskipun dalam hati ingin teriak.

Belum lagi, undangan yang terus datang dari teman-teman sebaya. Ditambah pula ketika melihat foto orang-orang yang memposting prewed nya.

Dimana-mana selalu melihat orang menikah, sehingga menimbulkan pertanyaan bagi kita pribadi “Aku kapan ya?” Tapi masalahnya, ini bukan soal kapan dan dengan siapa, pertanyaan sebenarnya apakah kamu sudah siap untuk menikah?

Berikut 7 tanda bahwa kamu sudah siap menikah!

1. Sudah Yakin Dengan Kualitas Pasangan

Sudah Yakin Dengan Kualitas Pasangan
Sudah Yakin Dengan Kualitas Pasangan

Menikah bukan hanya tentang kesiapan kamu, tetapi juga tentang seberapa siap calon pendampingmu. Karena yang menjalani pernikahan bukan hanya kamu sendiri, tetapi berdua dengan pasangan.

Maka pertama-tama yang harus kita cari tahu adalah tentang seberapa yakin kamu dengan pasangan untuk melanjutkan ke fase pernikahan.

Saat kamu sudah melihat bahwa pasangan benar-benar matang dan siap untuk menikah, maka kamu pun akan lebih yakin. Pertama-tama, ketahui bahasa cinta dari pasangan kamu.

Kebanyakan wanita menilai lelaki dari kedewasaannya dalam berpikir dan menjadi pemimpin, kegigihan, humoris dan romantis serta ada juga yang menilai dari seberapa mapan seorang pria.

Sementara pria akan menilai wanita dari parasnya, gaya bicara, perhatian dan kesabaran, serta caranya dalam menunjukkan emosi dan kasih sayang.

Tapi kembali kepada diri kita masing-masing, sebab setiap orang tentu memiliki standar yang berbeda-beda dalam menilai kualitas pasangan.

Jadi ketahui dulu apakah kamu sudah yakin dengan pasangan? Apakah dia orang yang tepat?  Jangan buru-buru menikah hanya karena kamu sudah merasa siap.

Pernikahan itu seperti menjalankan perusahaan, artinya bukan hanya kamu yang berperan. Karena kamu tidak akan sanggup untuk membangun istana megahnya hubungan pernikahan itu sendirian.

Baca Juga : Ternyata Ini Alasan Generasi Sekarang Tak Ingin Menikah di Usia Dini

2. Kamu Sudah Bisa Berkompromi Dengan Baik

Kamu Sudah Bisa Berkompromi Dengan Baik
Kamu Sudah Bisa Berkompromi Dengan Baik

Coba ukur sendiri seberapa matang kamu dalam berpikir. Lalu ukur juga keterampilan kamu dalam mengelola emosi. Mengapa?

Karena pernikahan yang indah tidak lagi tentang saling mengandalkan ego masing-masing dan membenarkan diri sendiri, tetapi tentang bagaimana kita mampu berkompromi dan memperbaiki kekurangan masing-masing.

Jadi sekarang coba cari tempat sepi dan lakukan evaluasi diri. Ingat kembali dari yang sudah-sudah kamu lalui dengan calon pasangan, apakah kamu sudah menjadi orang yang cukup bijak dalam berkompromi?

Kompromi termasuk bagian dari komunikasi. Dan seperti yang sudah-sudah kita ketahui bahwa komunikasi adalah kunci keberhasilan hubungan.

Nah, apakah sebelumnya pernah menghadapi persoalan bersama pasangan? Bagaimana kamu dan pasangan bisa melewati masalah-masalah yang pernah terjadi?

Jika kamu merasa sudah mampu berkompromi dan jika kamu merasa pasanganmu juga sudah bisa mengatasi masalah bersama, itu adalah tanda bahwa kamu sudah siap menikah.

3. Sudah Memikirkan Masa Depan Bersama, Bukan Hanya Untuk Diri Sendiri

Memikirkan Masa Depan Bersama
Memikirkan Masa Depan Bersama

Inti dari pernikahan adalah mampu menurunkan keegoisan. Dengan sisi ego yang rendah hati kita akan mampu untuk lebih ikhlas berbagi dengan orang tercinta.

Berbagi segalanya, baik suka mau pun duka.

Sementara begitu juga dengan rencana dan cita-cita yang ingin dicapai kedepannya. Kamu tidak lagi hanya memikirkan dirimu sendiri saja, bukan hanya kesenanganmu saja.

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah pasanganmu termasuk kedalam tujuan yang ingin kamu capai 5-10 tahun kedepan?

Jika iya, maka secara tidak sadar kamu telah siap untuk menikah.

Atau adakah kamu dan pasangan sudah membuat rencana jangka panjang bersama? Jika belum, cobalah berbincang dengan serius bersama pasangan untuk membahas tujuan komitmen jangka panjang.

4. Kamu Lebih Memikirkan Kehidupan Setelah Menikah, Ketimbang Pestanya

Kamu Lebih Memikirkan Kehidupan Setelah Menikah
Kamu Lebih Memikirkan Kehidupan Setelah Menikah

Sudah merasa nyaman dengan kondisi finansial kamu sekarang? Dalam arti lebih dari sekedar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Atau apakah kamu sedang berjuang menaiki puncak karir? Jika iya, coba bayangkan sendiri seperti apa nantinya kamu menjalani kehidupan setelah menikah.

Jika kamu merasa yakin, itu tandanya kamu sudah siap.

Tapi di era modern yang serba mewah dan penuh gengsi ini, terkadang kita lebih memikirkan pesta meriah daripada memikirkan bagaimana menjalani kehidupan setelah menikah.

Jika kamu sudah benar-benar siap untuk menikah, salah satu tandanya adalah kamu tidak lagi memikirkan gengsi, tidak lagi penting apakah pestanya meriah atau sederhana.

Sebab yang paling penting bagi kamu adalah tentang bagaimana menjadi suami yang baik, bisa menyayangi sekaligus memimpin. Juga bagaimana menjadi istri yang baik, sabar dan penuh kasih.

Sebab kamu tahu kunci untuk memasuki kehidupan pernikahan kelak bukanlah terletak pada pesta meriah atau tidak, tetapi bagaimana kesiapan mental untuk menjadi pasangan yang baik.

Baca Juga : Ketahui Kapan Waktu dan Usia Menikah yang Baik Bagi Seseorang

5. Kamu Merasa Sudah Cukup Matang Secara Mental

Kamu Sudah Cukup Matang Secara Mental
Kamu Sudah Cukup Matang Secara Mental

Menurut pakar fisiologis, Noah Clyman “Jangan menikah sampai otakmu mampu bekerja secara lengkap dan lengkap!”

Ada bagian di dalam otak kita yang berfungsi untuk menimbang konsekuensi jangka panjang dan menimbang pilihan, jika kamu belum mampu menggunakannya dengan baik maka lebih baik jangan menikah dulu.

Tentu saja hal-hal seperti itu bisa kamu rasakan sendiri, coba pikir-pikir lagi apakah kamu masih menginginkan kesenangan kesenangan para lajang?

Atau coba pikirkan, siapa dirimu? Dalam arti akan menjadi seperti apa dirimu saat segala sesuatu tidak seperti yang kamu inginkan?

Di masa-masa gejolak muda, saat segala sesuatu tidak sesuai rencana mungkin kita akan mengamuk sejadi-jadinya. Tapi akankah kita akan seperti itu juga setelah berumah tangga?

Jika kamu ingin keluarga kecil yang tidak harmonis dan mendidih dengan temperatur panas dibawah atap rumah maka silahkan. Tapi jika kamu inginkan pernikahan yang baik, maka perbaiki dulu caramu berpikir dan melepaskan emosi.

6. Kamu Sudah Puas Dengan Masa Lajang

Kamu Sudah Puas Dengan Masa Lajang
Kamu Sudah Puas Dengan Masa Lajang

Masa muda katanya masa-masa paling indah. Tapi jika memang paling indah, mengapa kita akhiri dengan menikah? Hmm, mungkin kita keliru saja.

Kedewasaan berpikir pada akhirnya mengarahkan kita untuk tidak lagi memikirkan kesenangan diri sendiri. Terlebih lagi, kesenangan di masa muda lama kelamaan juga terasa hampa dan menjenuhkan.

Namun jika masih banyak hal-hal yang ingin kamu lakukan  demi kesenanganmu di masa muda maka lakukanlah. Mungkin kamu ingin mengejar gelar pendidikan yang lebih tinggi atau mencapai suatu target untukmu pribadi?

Kenali dirimu dulu sedalam-dalamnya. Dapatkan apapun yang kamu inginkan di masa lajang, agar setelah menikah kamu tidak terlalu bergantung kepada pasangan.

Setelah semuanya kamu rasa cukup. Setelah kamu merasa “Masa muda ku sudah selesai” maka ini saatnya melepaskan. Sebab akan sulit menjalani kehidupan pernikahan jika kamu belum bisa melepaskan masa-masa muda itu.

Lebih parah lagi jika kamu belum bisa melepaskan masa lalu. Sebab dalam kehidupan pernikahan kita dituntut untuk memikirkan masa kini dan masa depan demi kepentingan rumah tangga.

Baca Juga : 5 Hal yang Membuat Cowok Yakin untuk Menjadikanmu Istrinya

7. Memahami Arti Komitmen Sebenarnya

Memahami Arti Komitmen
Memahami Arti Komitmen

Mungkin kamu juga pernah mengatakan “Aku ingin berkomitmen denganmu” di masa pacaran.

Tapi apakah komitmen di masa pacaran sama artinya dengan komitmen yang dilakukan ketika menikah?

Tidak ada yang salah dengan komitmen di masa pacaran, tetapi kita seringkali terburu-buru mengatakan komitmen disaat kita sendiri tidak mengerti apa arti komitmen sebenarnya.

Salah satu tanda bahwa kamu belum benar-benar berkomitmen pada seseorang adalah kamu masih merasa takut bahwa cintanya hanya ilusi.

Jika kamu sudah benar-benar komitmen, maka tak ada lagi yang kamu takutkan. Semuanya hanyalah tentang perjuangan menjaga keharmonisan, kenyamanan dan kesejahteraan bersama.

Kamu dan pasangan pun sudah saling terbuka dan menjadi diri sendiri. Tak lagi mempermasalahkan kekurangan masing-masing yang mungkin bisa membuat keretakan dalam hubungan.

Itulah saat dimana dua orang menjadi satu, saling mengerti, saling mendengarkan dan saling melengkapi!

Baca Juga : 7 Cobaan Sebelum Menikah yang Mungkin Akan Kamu Hadapi

Akhir Kata

Begitulah tanda-tanda bahwa kamu sudah siap menikah. Seperti yang kita tahu dari poin pertama bahwa menjalani hubungan pernikahan itu seperti menjalankan sebuah perusahaan. Maka suami dan istri harus siap untuk menjalan masing-masing tugasnya.

Hubungan suami istri yang sukses bukan berarti tak ada masalah atau kekurangan didalam rumah tangganya. Tetapi mereka tahu cara mengontrol diri dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dengan kepala dingin.

Cinta adalah rasa. Semua setuju bahwa itu bukan seperti matematika yang jumlahnya tidak berubah. Tentu saja perasaan ada naik dan turun, terkadang kurang terkadang lebih.

Tapi semua hal tentang perasaan yang turun-naik atau perbedaan pendapat yang mungkin terjadi akan bisa dilewati jika kamu sudah memenuhi 7 tanda bahwa kamu sudah siap menikah! Semoga bermanfaat!

What do you think?

Ilham Damanik

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening