in

Takut Memulai Hubungan Baru? Begini Cara Mengatasinya

Pengalaman-pengalaman yang kita lalui membentuk pola pikir kita saat ini dan tentu saja ketakutan sebenarnya memang berasal dari masa lalu. Sayangnya, rasa takut untuk jatuh cinta yang berasal dari masa lalu itu membuat kita menghindari orang baru.

Padahal, orang baru yang hadir sekarang tidak ada kaitannya dengan masa lalu kita yang pahit, dan orang baru yang kita kenal sekarang juga jauh berbeda dengan mantan kita dahulu.

Ketakutan untuk jatuh cinta dan memulai hubungan baru ini pun bisa menjelma menjadi fobia, dalam istilah psikologi disebut philophobia. Tentu saja fobia ini sangat menghalangi langkah kita untuk bergerak maju, untuk membangun kisah cinta yang baru.

Jika kamu merasakan hal ini dalam jangka waktu yang cukup lama, sekaranglah saatnya untuk mengakhiri itu dengan mengetahui 7 cara menghilangkan rasa takut memulai hubungan baru!

1. Temukan Akar dari Rasa Takut

Takut
Takut

Ada banyak alasan yang berbeda dari setiap orang tentang ketakutan berkomitmen. Kemungkinannya adalah kurangnya didikan orang tua tentang komitmen, philofobia, atau mungkin krisis kepercayaan diri.

Kebanyakan orang pada akhirnya tidak menemukan dasar dari ketakutannya sendiri, bahwa ternyata semua ketakutan itu hanyalah ilusi saja dan tanpa alasan yang kuat. Terkadang ketakutan itu bukan berasal dari pengalaman kita sendiri, melainkan dari melihat pengalaman orang lain.

Tapi ketika kita memahami bagaimana masa lalu memberikan informasi penting untuk masa sekarang, kita akan jauh lebih paham tentang tindakan yang harus diambil selanjutnya.

Sekarang cobalah untuk melihat ke belakang lagi dan pahami pola yang membentuk pikiran kamu sehingga menjadi seperti sekarang ini. Mungkin itu akan menjadi benang-benang kusut yang perlu di luruskan lagi.

2. Hentikan Kritik Batin

Kritik Batin
Kritik Batin

Ketika kamu menyadari pola yang ada di pikiranmu, itu akan sangat membantu untuk menemukan jalan keluarnya. Sadari kapan saja kritik batin negatifmu muncul, ia bisa menjadi suara-suara kecil di kepala.

Contohnya kritik batin seperti, “Jangan bodoh. Menjauhlah sebelum orang ini menyakitimu.” “Jangan percaya, dia tidak benar-benar mencintaimu.” “Tidak ada orang yang mencintaimu dengan tulus!”.

Jika kamu terus mendengarkan suara-suara kecil itu, sepanjang hidupmu kamu tak akan menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dan kamu akan terus bermain aman sebab ketakutan itu seperti tembok yang melindungimu agar tidak tersakiti.

Solusinya tentu saja kamu perlu menghentikan kritik batin tersebut dan mengubahnya dengan pola pikir yang baru. Ini pasti akan sangat sulit, rasanya seperti kamu harus bertengkar melawan dirimu sendiri.

Tetapi ini juga sangat berharga dan perlu kamu perjuangkan demi kebahagiaanmu juga. Jadi mulai sekarang, ubahlah pola pikirmu dalam memandang cinta, ubah kepercayaanmu tentang komitmen.

3. Berdamai Dengan Masa Lalu

Masa Lalu Biarlah Masa Lalu
Masa Lalu Biarlah Berlalu

Mungkin kamu pernah mengalami kegagalan hubungan di masa lalu yang begitu menyakitkan sehingga takut untuk memulai hubungan yang baru lagi. Namun perlu diingat bahwa kamu bukanlah kegagalanmu di masa lalu.

Jika seseorang pernah mengecewakan kamu, maka terimalah bahwa kita berlebihan menggantungkan harapan pada orang lain sehingga akhirnya kecewa. Jika kamu pernah menyakiti orang lain, maka terimalah bahwa diluar kendalimu untuk selalu bisa menjaga hati orang lain.

Berdamai berarti kamu menerima dan bersyukur atas apa yang sudah terjadi dalam hidupmu. Kita perlu mempercayai bahwa yang sudah berlalu itu adalah takdir, bahwa tanpa mengalami masa lalu yang buruk itu kita tidak akan bertumbuh menjadi lebih dewasa seperti sekarang.

Ikhlaskan hatimu untuk melepaskan semua masa lalu, biarkan ia tetap disana dan jangan bawa-bawa itu ke masa kini, sebab hal itu hanya akan membuatmu takut untuk melangkah ke depan.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Penyesalan Masa Lalu yang Berkepanjangan

4. Pahami Bahwa Menghilangkan Takut Jatuh Cinta Bukan Berarti Harus Mendambakan Cinta

Trauma Masa Lalu
Trauma Masa Lalu

Takut adalah hal yang wajar, berterimakasihlah pada dirimu sendiri karena masih memiliki rasa takut sebab itu melindungi kamu dari orang-orang yang mungkin menyakitimu. Jangan membenci dirimu sendiri karena memiliki ketakutan untuk berkomitmen.

Bersabarlah menghadapi dirimu sendiri, arahkan secara perlahan. Ingatlah, untuk menghilangkan rasa takut, bukan berarti kamu harus menjadi lebih berani dan agresif. Kamu hanya perlu menghilangkan ketakutan berkomitmen tanpa harus mendambakan hubungan yang sempurna.

Masalah akan muncul ketika kita merasa takut akan cinta dan ketika kita terlalu mendambakan cinta. Keduanya sama-sama akan menyakiti diri sendiri, jadi hal yang perlu kita capai sekarang adalah menjadi seimbang.

Dengan kata lain, kita membiarkan hidup mengalir saja sebagaimana adanya, bukan sebagaimana mestinya. Jangan terlalu takut bahwa hubunganmu akan gagal lagi dan jangan pula berusaha mengkonsep hubungan agar berhasil. Intinya adalah jalani, nikmati.

5. Temukan Kebebasan Dalam Cinta

Menemuan Kebebasan Dalam Mencinta
Menemuan Kebebasan Dalam Mencinta

Ketakutan berkomitmen kadang juga berasal dari rasa takut kehilangan kebebasan. Mungkin hidupmu terlalu terjadwal sehingga takut tak bisa menjaga keharmonisan dalam hubunganmu nantinya.

Kemungkinan lainnya adalah kamu terlalu bergantung pada pasanganmu untuk membuat hatimu merasa baik sehingga kamu pun tak merasakan kebebasan dalam hubungan percintaan.

Ketakutan-ketakutan seperti ini membuatmu membatasi diri untuk tidak berkomitmen agar mendapatkan kebebasan. Sekarang jawab pertanyaan ini, saat kamu membatasi diri terhadap komitmen, bukankah itu berarti kamu sedang membatasi kebebasanmu sendiri?

Ada kebijaksanaan yang lebih tinggi dalam cinta sejati, yaitu kebebasan. Artinya kamu bebas untuk berkomitmen dan kamu bebas untuk mencintai tanpa pamrih. Kamu bebas untuk merasakan sedih dan senang dalam cinta, kamu juga bebas untuk menjadi dirimu sendiri.

Baca Juga : 7 Cara Sederhana untuk Menyembuhkan Luka Pasca Putus Cinta

6. Fokus Pada Saat Ini

Mindfulness
Mindfulness

Bagaimana tanggapan kamu, jika seseorang yang sedang ingin kamu dekati membawa-bawa kisah pahit masa lalunya ke dalam hubungan yang sedang dijalani sekarang? Begitulah yang dirasakan orang-orang baru dalam hidupmu yang sedang mencoba mendekatimu.

Tentu tidak adil bagi pasangan barumu untuk memproyeksikan hal-hal negatif dari masa lalumu ke dalam hubungan cinta yang baru. Sikap semacam ini hanya akan membuatmu kamu semakin takut dan cemas.

Maka fokuslah pada saat ini, sekarang ini, dan nikmati setiap momen yang sedang berlangsung di hidupmu. Intinya, jika kamu ingin mendapatkan hubungan yang sehat dan harmonis, maka jangan pernah memasukkan ke dalam hubunganmu sendiri.

Pada akhirnya, kamu memiliki kebebasan yang mutlak untuk mendapatkan hubungan yang sehat atau tidak, semuanya kembali lagi pada dirimu sendiri. Hal-hal semacam apa yang kamu masukkan ke dalam hubunganmu yang baru, hal-hal toxic atau hal-hal positif?

Baca Juga : 6 Manfaat Mindfulness Dalam Suatu Hubungan Percintaan

7. Pilihlah Pasangan Dengan Bijak, Tapi Jangan Menuntut Kesempurnaan

Memilih Pasangan Dengan Bijak
Memilih Pasangan Dengan Bijak

Dengan semua pengalaman yang telah kita lalui, tentunya sangat wajar jika kita menjadi lebih selektif dalam memilih hubungan sebab jika asal-asal memilih pasangan bisa saja kita jatuh di lubang yang sama lagi.

Tetapi perlu diingat, selektif bukan berarti kita harus mendapatkan yang sempurna atau menuntut diri sendiri untuk menjadi sempurna. Terkadang rasa takut berkomitmen itu disebabkan karena kita terlalu menuntut kesempurnaan.

Percayalah, kamu tidak akan pernah menjadi sempurna dan kamu tidak akan pernah menemukan pasangan yang sempurna, kunci keharmonisan hubungan bukanlah kesempurnaan, tetapi penerimaan dan rasa hormat.

Pilihlah seseorang yang kamu tahu bahwa dia menerima kamu sebagaimana adanya bukan sebagaimana mestinya dan dia mampu membuat kamu menjadi berharga. Jika kamu sudah menemukan orang seperti itu, maka tak ada lagi yang perlu kamu takutkan dalam berkomitmen.

Akhir Kata

Jika kamu belum bisa menyelesaikan rasa takutmu akan komitmen dan cinta, maka jangan memaksakan diri untuk menjalin hubungan. Sebab, segala sesuatu yang dipaksakan itu hasilnya tak akan baik.

Intinya adalah selesaikan dulu masalah di dalam dirimu sendiri, setelahnya akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah yang ada di luar.