Ini lho 4 Tanda Awal Kalau Hubunganmu Sudah Nggak Sehat Lagi

Kenyataannya semua orang tanpa terkecuali bisa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, tentu saja semua orang punya potensi

Novia Kartikasari Novia Kartikasari · 5 min read >
Tanda Hubungan Tidak Sehat

Salah satu momen paling bikin geregetan adalah ketika kamu habis dengerin curhat temenmu seharian penuh yang lagi galau karena pacarnya kasar atau berbuat yang tidak semestinya?

eh tidak tahunya besok nyambung lagi, ya tidak sih?

Eits atau jangan-jangan malah kalian ada yang berada di pihak yang curhat, nih.

Topik tentang bucin atau budak cinta memang lagi booming banget sejak beberapa waktu terakhir di kalangan milenial, digunakan untuk menyebut orang-orang yang salah satunya mereka yang masih bertahan meskipun tahu kalau hubungannya nggak positif-positif banget.

Sampai-sampai rasanya sudah umum ya lihat postingan yang isinya nyindir di internet tentang “kelompok ini”.

eh pas dibilangin suruh mutusin atau move on bilangnya “Aku tuh masih sayang dia”.

Beberapa sindirian ada yang disampaikan secara serius melalui kritikan sampai sindiran mengelitik lewat meme yang sering kita temui.

Stop, hubunganmu itu Sudah Tidak Sehat

Hubunga Sudah Tidak Sehat
Hubunga Sudah Tidak Sehat

Sebagian besar orang beranggapan jika mereka yang “bodoh” saja yang bisa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Apakah benar demikian?

Kenyataannya semua orang tanpa terkecuali bisa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, tentu saja semua orang punya potensi.

Bedanya seseorang ada yang bisa sadar kalau dirinya sedang berada di hubungan tidak sehat dan ada yang menganggap hubungan tidak sehat itu normal saja.

Hubungan dikatakan sudah tidak sehat lagi ketika seseorang mulai mengontrol segala hal yang ada di kehidupan pasangannya, dia mungkin juga memperlakukan pasangannya secara kejam, baik itu dalam bentuk psikologis, fisik maupun seksual.

Di tipe hubungan seperti ini seseorang yang diperlakukan kejam atau dikontrol bisa dikatakan sebagai “korban”.

Tidak jarang kasus-kasus hubungan tidak sehat ini malah berlanjut menjadi serius dan ekstrem seperti pada kasus KDRT.

Penelitian terhadap kekerasan antar pasangan dalam pernikahan menemukan jika sebagian kekerasan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pasangan saling mengenal dan menjalin kedekatan sebelum perkawinan (baik dalam bentuk kekerasan verbal, emosional hingga fisik).

Sementara sebagian yang lain benar-benar mengalami kekerasan itu setelah perkawinan terjadi, para korban yang pada umumnya adalah perempuan sama sekali belum mengetahui sebelumnya bahwa suami mereka sebenarnya memiliki sifat yang demikian.

Tanda-tanda Awal Jika Hubunganmu Tidak Sehat

Pondasi Hubungan Yang Sehat
Pondasi Hubungan Yang Sehat

Serem juga ya, ketika hubungan yang tidak sehat itu tiba-tiba berubah menjadi lebih ekstrem hingga terjadi kekerasan yang merugikan satu pihak saat seseorang sudah mulai serius dengan pasangannya.

Kadangkala seseorang yang berada dalam hubungan seperti ini memang sulit untuk membedakan apakah dirinya sedang berada di hubungan yang sehat ataupun tidak.

Oleh karenanya penting sekali untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal agar kita bisa terhindar dari hubungan toxic seperti ini.

Dikutip dari berbagai sumber, ada 4 hal dasar yang patut kamu perhatikan dahulu untuk melihat sehat / tidaknya hubungan yang sedang kamu jalani saat ini.

1. Dia Mulai Mengontrol Hidupmu dengan Dalih “Untuk Kebaikan Bersama”

Ketika pasanganmu mulai melarangmu melakukan sesuatu, kamu patut waspada.

Kamu harus sudah mulai memilah kira-kira hal apa saja yang tidak seharusnya diatur oleh pasanganmu. Karena pada dasarnya kita memiliki otoritas atas diri kita.

Alasan mereka mengaturmu juga seharusnya sudah jelas, bukan atas dasar “untuk kebaikan bersama” tapi alasan sebenarnya itu tidak pernah dia jelaskan.

Misalkan dalam sebuah kasus, kamu diminta untuk tidak keluar bersama teman baik laki-lakimu dengan alasan untuk mengurangi perasaan dia takut kehilanganmu, padahal sudah kamu jelaskan bahwa kalian sudah berteman lama dan dia tidak perlu khawatir, namun dia malah mengancam akan memutuskanmu jika kamu tidak menjauhi sahabatmu.

Jika sudah seperti ini maka bisa dikatakan dia mulai membenarkan tingkah semena-menanya dan mulai mengambil kontrol atas hidupmu.

2. Terlalu Bergantung Padamu atau Malah Sebaliknya, Membuatmu Terlalu Bergantung Padanya

Tentunya seseorang senang ya kalau dijadikan sandaran oleh pasangannya, rasanya seperti seseorang menghargai keberadaan kita dengan menganggap kita penting ada disampingnya.

Namun bagaimana kalau seseorang ini rasanya sangat menggantungkan semuanya padamu?

Termasuk hal-hal yang seharusnya bisa dia atasi, tentu sangat melelahkan batin karena rasanya jadi seperti mengasuh seseorang.

Sebaliknya ada juga pasangan yang membuat kamu bergantung padanya, hingga hal-hal sepele yang kamu bisa lakukan, dia terus memintamu (dengan sedikit paksaan) untuk selalu meminta bantuannya.

Hal ini secara tidak langsung membentukmu menjadi pribadi yang tidak bisa mandiri dan bergantung pada keberadaan pasanganmu.

3. Pasangan Tidak Mau Mendukung Keputusan Baikmu

Beberapa kasus yang saya temui, pasangan juga mengintervensi keputusan baik yang sudah dibuat oleh seseorang.

Bukannya mendukung agar pasangannya berkembang namun kesannya jadi semakin membatasinya, seperti misal seseorang berkata ingin study exchange keluar negeri selama beberapa waktu namun karena alasan tidak mau jauh si pasangan malah melarang seseorang tersebut untuk berangkat.

Berbeda kasus jika misal seorang suami melarang istrinya bekerja karena takut tidak ada yang menjaga anaknya dan tidak percaya dengan asisten rumah tangga, tentu alasan ini jauh lebih rasional dan bisa diterima dibandingkan yang pertama.

4. Hubungan Kalian Mulai Mengubahmu Pelan-pelan ke Arah yang Tidak Baik

Ketika kamu bertemu dengan orang yang baik seharusnya kamu juga menjadi orang yang semakin baik juga.

Sekarang coba tanyakan pada dirimu sendiri apakah pasanganmu malah membuatmu menjadi orang yang tidak mandiri, pemalas, tidak punya pergaulan, dsb.

jika demikian bisa dikatakan kalau pasanganmu ini memberikan dampak yang buruk bagi dirimu. Kamu tentunya harus memilah sesuatu dengan tidak sekedar mengandalkan perasaannmu.

Disini rasional dibutuhkan untuk tetap membuatmu di track yang benar.

Alasan yang Membuat Seseorang Bertahan dan mindset Apa yang Harus Diubah

Level Bucin

Setelah kamu tahu tanda-tandanya,

Berikut adalah alasan apa sebenarnya yang membuat seseorang memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungan yang sudah jelas tidak sehat.

Dan kira-kira apa yang harus dia lakukan untuk terhindar dari cara berpikir seperti ini ?

Karena seperti yang dibahas sebelumnya kebanyakan orang yang sudah terlanjur terjun dalam hubungan seperti ini jadi sulit sekali untuk keluar, hingga membuat orang disekitarnya juga ikut geregetan melihatnya.

1. Ketakutan untuk sendiri

Seseorang yang memiliki ketakutan untuk sendiri lebih mungkin untuk menetap meskipun hubungannya bisa dikatakan sudah tidak sehat dan membuatnya tidak bahagia.

Ketakutan ini lebih besar dibandingkan perasaan lain yang mungkin mereka miliki pada pasangannya.

Orang-orang dengan pandangan ini memiliki prinsip, lebih baik tetap bersama meskipun tidak bahagia daripada sendirian kemudian tidak bahagia.

Sebenarnya tidak perlu kok kamu berpikir kalau sendirian itu sesuatu yang tidak bahagia, kamu punya teman, keluarga dan dirimu sendiri yang kamu cintai.

Jadi bayangan sendirian itu sebenarnya sesuatu yang tidak nyata ketika kamu merasa cukup dengan dirimu dan orang-orang yang ada disekitarmu saat ini.

2. Terkena manipulasi

Dalam kasus-kasus seperti ini setiap pasangan mungkin sekali memiliki cara yang berbeda untuk membuat pasangannya yang lain tetap berada di hubungan yang sama.

Pasangan mungkin tahu kapan saatnya menggunakan taktik manipulasi dan cara seperti apa yang kiranya akan membuat pasangannya tetap berada di hubungan tersebut. Seperti hal nya taktik love bombing yang cukup populer saat ini.

Manipulasi ini bisa dalam berbagai cara, mulai dari yang lembut seperti memohon atau meyakinkan pasangannya bahwa dirinya akan berubah  hingga cara-cara kasar dan menekan seperti merendahkan pasangannya, mengancam menggunakan kekerasan.

Ketika kamu rasa pasanganmu mulai memanipulasimu yang perlu kamu lakukan adalah minta bantuan pada orang yang kamu percaya untuk masuk ke tengah-tengah hubunganmu, terutama jika sudah menggunakan ancaman-ancaman berbahaya.

3. Merasa Sudah Berinvestasi Terlalu Banyak

Didalam sebuah hubungan tentunya kita pasti sudah memberikan banyak hal, mulai dari waktu, usaha dan berbagai hal lain hingga hubungan tersebut bisa terus berjalan.

Penelitian Rego, dkk. (2016) menemukan bahwa seseorang yang merasa dirinya sudah terlalu memberikan banyak hal dalam hubungannya akan lebih bertahan meskipun hubungannya tidak sehat.

Namun cara pikir ini juga kurang bijak lho,

Karena hubungan percintaan yang akan kita jalani pasti diniatkan untuk hubungan jangka lama dan bukan permasalahan berapa banyak investasimu dalam hubungan itu.

Yang butuh untuk dipertimbangkan adalah seberapa nyaman dan cocok kamu dengan pasanganmu.

4. Percaya bahwa pasangannya bisa berubah

Banyak orang tetap berada di hubungan tidak sehat karena mereka percaya bahwa pasangannya pasti akan diperbaiki dengan sendirinya.

Seseorang berpikir bahwa penantian yang dia lakukan pasti akan terbayar karena dia beranggapan seseorang lambat laun pasti akan berubah.

Seseorang memang biasanya akan berubah seiring waktu.

Namun bukanlah tugas orang lain untuk menunggu perubahan itu terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membiarkan seseorang berubah dengan sendirinya.

5. Menganggap Apa yang Terjadi Padanya adalah Hal yang Normal

Ketika seseorang mulai berpikir,

“Paling nggak dia nggak mukul aku”,

“Paling nggak dia nggak ngata-ngatain aku”

Ketika pasangannya mulai bertingkah kasar, bisa dikatakan seseorang mulai “mentolerir” kekerasan yang dilakukan pada dirinya (baik itu kekerasan emosional, verbal hinga fisik).

Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama maka lama kelamaan seseorang akan menganggap ini sebagai sesuatu hal yang normal terjadi dalam sebuah hubungan.

Hubungan yang sehat pasti memiliki dua hal didalamnya, yakni kepercayaan (trust) dan saling menghormati satu sama lain (respect). Mengetahui seperti apa hubungan yang sehat itu juga penting ya. Bukan membandingkan tapi agar kita bisa punya gambaran kira-kira hubungan yang sehat yang seperti apa.

Bagaimana, sekarang sudah tahu kan apakah hubungan percintaanmu / sahabatmu sehat atau nggak?.

Yuk kita bantu diri kita atau orang terdekat kita untuk pelan-pelan lebih mencintai dirinya sendiri dulu sebelum menjalin sebuah hubungan.

Karena dengan mencintai diri sendiri dulu seseorang jadi lebih mungkin untuk terhindar dari hubungan yang sifatnya merugikan.

Novia Kartikasari
An amateur writer who inspired to be a professional writer someday. I love writing about a social phenomenon, education, environmental and lifestyle issue Read Full Profile