Tantrum Pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tantrum pada anak merupakan sesuatu yang biasa terjadi sebagai bentuk komunikasi mereka

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Tantrum Pada Anak

Tantrum pada anak merupakan sesuatu yang biasa terjadi sebagai bentuk komunikasi mereka kepada orang tua. Namun hal ini merupakan bentuk komunikasi yang salah dilakukan. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya bentuk protes dan kritik dari anak yang tidak sesuai dan tidak pada tempatnya.

Anak-anak yang tantrum tidak hanya anak dengan kebutuhan khusus saja. Namun anak normal juga banyak yang tantrum jika sedang ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain terutama orang tua.

Apakah anda familiar dengan sebutan tantrum pada anak ini?. Jika anda sering mendengar atau bahkan belum mengetahui apa itu tantrum, di sini akan menjelaskan hal tersebut berikut cara menghadapi anak yang sedang tantrum.

Tantrum
Tantrum

Tantrum atau anak yang sedang rewel berlebihan adalah bentuk dari kemarahan, kecemasan, bahkan frustasi yang berlebihan pada anak. Biasanya ditandai dengan tangisan yang hebat meraung-raung, memukul-mukul tubuhnya atau memukul anda, melempar benda yang ada didekatnya, menjatuhkan diri dengan sengaja, bahkan bisa sampai melukai orang lain atau dirinya sendiri.

Tantrum pada anak umumnya terjadi karena anak merasa tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari orang tua. Memang masing-masing anak memiliki keunikannya sendiri dalam pengungkapan emosi termasuk rasa marah.

Perlu diingat bahwa mereka memang anak anda, tetapi emosi yang mereka rasakan bukan milik anda hanya karena anda adalah orang tuanya. Karakteristik pada diri tiap anak akan memengaruhi mereka ketika memunculkan tantrum ini.

Tantrum pada anak juga dapat dilihat cirinya yakni mereka lebih memilih untuk diam secara sengaja atau bisa disebut dengan selective mutism ketika diajak berbicara oleh orang tua. Tantrum juga dapat memengaruhi secara timbal balik pada mood anak.

Tak jarang anak akan memunculkan perilaku yang dimanipulasi demi mendapatkan apa yang ia mau. Anda dapat menghadapi tantrum pada anak yang umumnya terjadi dengan beberapa hal berikut ini.

1. Tenangkan Diri Anda

Ketenangan Diperlukan Menghadapi Tantrum Pada Anak
Ketenangan Diperlukan Menghadapi Tantrum Pada Anak

Ketika menghadapi tantrum pada anak, anda sebaiknya berusaha untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Jangan ikut terbawa dengan mood anak yang sedang tidak baik. Dengan begitu anda akan lebih mudah untuk menanganinya.

Tentu emosi tidak bisa dilawan dengan emosi pula bukan, jadi hela napas panjang untuk menenangkan diri dan usahakan mengajak anak untuk diskusi akan perilakunya. Sebaiknya hindari memarahi anak secara langsung ketika sedang tantrum. Hal ini akan memperburuk psikologis anak dan juga anda sendiri.

Ketenangan diri dan pikiran merupakan kunci dari penyelesaian masalah yang tepat. Hal ini berlaku juga dalam memberikan pola asuh kepada anak. Membutuhkan ketenangan dan kesabaran yang ekstra.

2. Biarkan Anak Menyelesaikannya

Biarkan Anak Menyelesaikan Prosesnya
Biarkan Anak Menyelesaikan Prosesnya

Maksudnya apa sih menyelesaikan tantrum ?. Ketika terjadi tantrum pada anak, anda sebaiknya tetap awasi anak agar tetap terjaga dan aman, namun biarkan ia menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan yang sedang ia rasakan.

Jika masih dapat anda tolerir, diamkan dulu anak anda sampai ia cukup tenang. Setelah itu baru anda dapat melakukan approach pada anak secara perlahan untuk membicarakan mengenai yang baru saja terjadi. Kondisi anak yang sudah tenang dari tantrum serta kalimat santai dari anda akan menggiring anak untuk mengatakan apa yang ia rasakan.

Dengan begitu secara tidak langsung anda sudah melatihnya untuk mengelola emosinya dan mengajarinya bagaimana menghadapi macam-macam emosi juga apa yang harus ia lakukan ketika tidak menyukai sesuatu.

Baca Juga: 8 Cara Menghadapi dan Mengasuh Anak Down Syndrome

3. Ketahui Penyebab Tantrum

Ketahui Penyebab Tantrum
Ketahui Penyebab Tantrum

Anak memiliki perasaan dan emosi yang harus dilatih untuk dapat dikelola dengan baik. Langkah pertama yang bisa anda lakukan adalah mencari penyebab dari tantrum pada anak. Jangan terburu-buru mencari solusi yang menurut anda paling benar.

Tentu anda tidak sabar ya jika anak sedang dalam mood yang baik. Ketahui terlebih dahulu penyebab dan bentuk tantrum pada anak anda. Ketika penyebab sudah diketahui, maka anda akan lebih bijak dalam berkomunikasi dan memberikan solusi yang tepat.

Sama halnya dengan ketika kita sakit, bukankah kita harus mencari penyebab dari sakit dahulu sebelum meminum obatnya ?. Terapkan juga cara ini untuk anak yang sedang tantrum ya.

4. Berkomunikasi

Gunakan Pendekatan Komunikasi
Gunakan Pendekatan Komunikasi

Setelah anak cukup tenang dan anda dapat mendekatinya, ajaklah anak untuk berkomunikasi ringan mengenai apa yang sedang ia rasakan. Gunakan bahasa yang ringan dan santi ketika berkomunikasi dengan anak.

Sering kali anak memilih diam karena mereka sudah tahu bahwa feedback dari anda berupa kemarahan pula. Hindari hal ini jika anda ingin mereka terbuka dengan anda. Komunikasi orang tua terhadap anak akan ditiru anak nantinya.

Sampaikan dengan jelas dan sesuai fokusnya. Hindari menyebutkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kondisi tantrum yang sedang dibahas misalnya menyindir tentang nilai akademik padahal anak tantrum tentang makanan.

Ini merupakan dua hal berbeda yang harus didiskusikan pada fokus dan situasi yang berbeda. Sebaiknya hindari menyamaratakan perilaku anak. Jangan juga membandingkan anak anda dengan anak orang lain yang mudah berkomunikasi.

Ingat, pola komunikasi anak dibentuk dari pola komunikasi anda dan cara anda menyampaikan ke anak beserta kalimat juga intonasinya.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Masalah Anak Susah Makan, Orang Tua Harus Paham

5. Fokus Pada Anak

Fokus Pada Anak
Fokus Pada Anak

Jika anda sedang sibuk mengerjakan sesuatu atau sedang berada di keramaian ketika anak sedang tantrum, maka hentikan terlebih dahulu semua yang anda lakukan. Tantrum pada anak tidak bisa diatasi dengan cara menyuruhnya segera diam atau mengancamnya.

Anak justru akan semakin parah dan akan cenderung lebih agresif juga impulsif. Fokuskan pada anak terlebih dahulu. Tenangkan anak dan berikan support secara fisik seperti pelukan atau belaian yang menandakan bahwa anda tetap menyayangi anak.

Hal ini akan lebih mudah untuk menenangkan anak daripada harus mengancamnya untuk diam terutama ketika berada di tempat umum karena alasan malu dilihat orang lain. Tetap damping dia ya.

6. Rujuk Ke Ahlinya

Meminta Bantuan Ke Psikolog Anak
Meminta Bantuan Ke Psikolog Anak

Jika anda melihat bahwa tantrum pada anak sudah berlebihan, anda dapat meminta bantuan kepada keluarga untuk turut menjaga anak atau anda bisa ke psikolog anak. Sebagai seorang ahli, tentu mereka akan berusaha untuk mengatasi tantrum ini secara perlahan.

Memang tidak mudah mengatasi tantrum pada anak, prosesnya juga tergantung pada anak anda sendiri. Sebaiknya jangan memaksa anak untuk cepat-cepat sembuh dari tantrum. Bagaimanapun bentuknya, pemaksaan tetap tidak baik bagi pola asuh.

Biarkan ia menemukan caranya sendiri untuk melatih emosinya dengan baik dan tepat. Jangan melarangnya untuk menangis ketika dia membutuhkan menangis untuk melepaskan emosinya. Hindari terlalu sering menggunakan kata “jangan” pada anak.

Tantrum pada anak secara general mungkin sering terjadi pada anak dengan kebutuhan khusus. Nyatanya hal ini berlaku pula pada anak normal. Tetap tenang dan jangan panik ketika menghadapi hal ini secara tiba-tiba.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi dan Menangani Anak Hiperaktif dengan Tepat

Persiapkan fisik dan mental anda untuk selalu siap menghadapi anak kapan saja dan di mana saja. Mintalah bantuan kepada pasangan anda, keluarga dekat atau mencari pengasuh terpercaya yang bisa membantu anak memantau anak jika anda adalah orang tua yang sibuk.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile