6 Teknik Berbicara Dengan Klien Agar Lebih Meyakinkan

Kamu menghabiskan banyak waktu untuk memilih pakaian yang tepat. Bersiap-siap dari rumah

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Teknik Berbicara Dengan Klien

Kamu menghabiskan banyak waktu untuk memilih pakaian yang tepat. Bersiap-siap dari rumah dengan jantung yang berdegup cepat; dan khawatir, “Sudahkah aku memberi kesan yang baik?”

Tapi ini bukan tentang seberapa baik penampilanmu. Ini tentang dirimu dan karir yang sedang kamu perjuangkan!

Berbicara dengan siapapun, itu bukan tentang apa yang kamu katakan tetapi bagaimana cara kamu mengatakannya.

Cara kita dalam berbicara adalah kesempatan untuk memenangkan hati klien. Sam Waelton, Seorang maestro bisnis berkata ” Hanya ada satu bos. Pelanggan! Dia dapat memecat seluruh karyawan sampai pemimpin hanya dengan menghabiskan uangnya di tempat lain.”

Maka sangat penting untuk memperbaiki cara berbicara kita saat mulai terjun ke dunia freelancer atau bekerja sebagai marketing.

Nah, untuk mempermudahnya, kami telah merangkum semua menjadi 7 teknik ampuh berbicara dengan klien agar lebih meyakinkan!

1.  Berbicara Dengan Nada dan Kecepatan Yang Tepat

Berbicara Dengan Nada Yang Tepat
Berbicara Dengan Nada Yang Tepat

Teknik paling ampuh untuk berbicara dengan nada dan kecepatan yang tepat adalah membayangkan kita ada di posisi lawan bicara dan memikirkan sampai dimana pendengar mampu memahaminya.

Mendengarkan orang yang sedang bicara, bukan hanya sekedar menggunakan telinga saja, tetapi bagaimana otak mengartikan kata-kata menjadi makna.

Jika kita berbicara terlalu cepat, mungkin orang lain bisa mendengar tetapi belum tentu mereka paham. Hanya sedikit yang bisa dipahami dan lebih besar terlewat begitu saja.

Jika kamu berbicara terlalu lambat, pendengar jauh lebih paham, namun lebih jauh lagi sebab akhirnya mereka jadi mengkhayalkan yang lainnya. Atau, mereka mungkin akan merasa diremehkan.

Disarankan agar kamu berbicara dengan nada yang sopan, dan kecepatan yang tepat. Seperti “Boleh saya bantu?” atau “Boleh saya menawarkan sampel?”

Baca Juga : 5 Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Sebagai Freelancer

2. Santai Tapi Serius, Jangan Terlalu Baku

Santai Dan Tidak Terlalu Baku
Santai Dan Tidak Terlalu Baku

Hormati pelangganmu, tapi perlakukan mereka seperti teman di dunia nyata. Biarkan obrolan mengalir, asal tidak keluar dari topik pembahasan utama. Jangan terlalu baku meskipun ini adalah pertemuan pertama kamu dengan pelanggan.

Contohnya, katakanlah kamu menyenggol orang di jalan, kamu pasti tidak akan berkata “Minta maaf atas ketidaknyamaan ini”. Kamu mungkin hanya akan mengatakan “Maaf ya, gak sengaja”

Begitu pula dengan klien, jangan mengucapkan kata-kata seperti “Kami berterimakasih atas kunjungan anda” “Kami akan menjaga kepercayaan anda”

Bukan karena itu bahasa yang tidak baik, tentu sangat baik tetapi kata-kata seperti itu sudah dianggap interaksi otomatis mesin.

Dengan kata lain, ini juga berarti kamu harus mengikuti kosa kata pelanggan. Jika pelanggan kamu berbahasa dengan kata-kata yang baku, maka kamu juga perlu baku. Namun jika pelanggan kamu berbicara dengan santai, maka kamu juga harus santai.

Baca Juga : 5 Tips Melepaskan Kecemasan Agar Lebih Tenang Dalam Bekerja

3. Dengarkan Dengan Baik

Dengarkan Dengan Baik Setiap Kali Klien Berbicara
Dengarkan Dengan Baik Setiap Kali Klien Berbicara

Masalah paling umum saat ini, pendengar yang baik semakin langka. Ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi hal ini, seperti menutup pintu, menutup handphone lalu berbicara dan mendengar. Jika kamu melakukan itu, maka klien juga akan melakukannya.

Orang yang sedang berbicara selalu percaya bahwa apa yang dikatakannya sangat penting. Maka, tugas kita mendengarnya baik-baik. Namun pendengar yang baik, memiliki seni dalam memahami. Ketika mendengarkan, ajukan pertanyaan yang berkaitan secara singkat

seperti “Benarkah?” atau “Lalu?”

Pertanyaan singkat semacam itu adalah cara agar mereka merasa lebih didengarkan dan dihargai. Sehingga, orang yang sedang berbicara cukup percaya diri untuk menjelaskan secara lebih detail.

Dan biasanya, agar terasa lebih nyata dan tidak dibuat-buat, kamu bisa mengulang perkataan lawan bicara,

seperti “Oh, jadi letaknya disitu. Dan dibagian ini warna hitam?”

Selain itu, bahasa tubuh juga penting dalam mendengarkan. Jangan biarkan bahasa tubuhmu mengirim sinyal-sinyal lain kecuali keterbukaan dan minat pada topik pembicaraan.

4. Ajukan Pertanyaan Yang Tepat

Ajukan Pertanyaan Yang Tepat
Ajukan Pertanyaan Yang Tepat

Ajukan pertanyaan yang tepat, lalu dengarkan dengan pikiran yang terbuka.

Saran untuk hal ini, duduklah dengan rileks, dengan badan tegak dan tangan yang terbuka. Secara psikologi, hal itu menunjukkan bahwa kamu percaya diri dan tertarik dengan pembicaraan.

Tidak! Kamu tidak harus belajar psikologi atau menjadi psikolog untuk terjun ke dunia freelancer. Justeru, semakin kamu terbiasa bertemu dengan pelanggan, maka kamu akan semakin ahli menjadi psikolog.

Perhatikan kondisi pelanggan. Lihat cara berpakaian atau gaya bicaranya, tebaklah wataknya seperti apa, maka kamu akan mengetahui apa masalahnya dan apa yang dibutuhkannya.

Dengan cara sederhana, ajukan pertanyaan yang tepat dan lihat responnya.

5. Usahakan Membuat Percakapan Yang Efektif

Membuat Percakapan Yang Efektif
Membuat Percakapan Yang Efektif

Saat kamu berkomunikasi dengan klien, mereka biasanya akan memberi umpan balik. Kebanyakan klien mungkin akan terdengar begitu cerewet dan sombong, ini akan membuat kamu lebih cepat berkembang.

Apapun yang mereka katakan, jawab dengan solusi. Berlatihlah berbicara seolah kamu seorang profesional, ahli bahkan maestro.

Namun jika kamu bertemu dengan klien yang pasif. Mereka akan sedikit berbicara, atau mungkin mereka tidak paham dengan proyek yang akan dikerjakan. Bagi pemula, ini tampak baik karena mereka akan mengangguk saja dengan apa yang kamu katakan.

Namun dampak buruknya adalah kamu sulit berkembang.

Maka sangat penting untuk melakukan riset kecil-kecilan seperti googling sebelum bertemu dengan klien kamu. Anggap saja ini sebuah ujian sekolah, kamu tidak bisa mencontek dan hal yang harus kamu lakukan adalah banyak membaca buku sebelum ujian dimulai.

Baca Juga : 5 Tips Mencapai Keseimbangan Antara Pekerjaan Dan Kehidupan Pribadi

6. Ingat Bahwa Setiap Percakapan Memiliki Tujuan

Setiap Percakapan Memiliki Tujuan
Setiap Percakapan Memiliki Tujuan

Kamu tidak hanya berbicara tentang pembahasan yang ringan. Namun ini bukan masalah, biarkan suasana tetap mencair, namun tetaplah fokus pada tujuan.

Ingatlah tujuanmu adalah meyakinkan pelanggan, memberi kesan baik dan intinya, proyek berhasil!

Tentu akan menyenangkan bagi kedua pihak jika proyek yang di bicarakan berhasil, bukan?

Maka mulailah membicarakan biaya, modal awal atau yang lainnya. Jangan sampai kamu tertipu oleh pelanggan karena tidak menetapkan biaya yang harus dibayar.

Baca Juga : 5 Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi Psikotes Kerja

Tips Tambahan:

  • Sambut dengan cara yang tepat. Tidak terlalu ramah namun juga tidak menampakkan kesan cuek. Tidak terlalu bersemangat, namun juga tidak menampakkan wajah malas.
  • Perkenalkan dirimu dengan santai. Jangan gunakan bahasa yang kaku, berbicara dengan nada dan kecepatan yang tepat dan jangan coba mempersingkat setiap hal jika penting.
  • Cari tahu kebutuhan pelanggan secara spesifik. Berikan beberapa pertanyaan sederhana untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dari kamu. Dan pastikan kamu juga memiliki saran yang baik!
  • Yakinkan pelanggan bahwa mereka membutuhkanmu. Tunjukkan sampelmu dan tekankan bahwa hanya kamu yang bisa membuat pekerjaan seperti itu.
  • Jika ada masalah pada harga, maka kamu bisa menawarkan beberapa solusi, seperti contoh barang/jasa lainnya yang lebih murah.
  • Biarkan mereka mengetahui kelebihan dan kekurangan barang/jasa yang kamu punya.
Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile