in ,

Teori Kebutuhan Maslow Dalam Hidup, Bisakah Dipenuhi Semua?

Teori Kebutuhan Maslow

Teori kebutuhan Maslow disebut juga dengan hierarki kebutuhan. Teori ini merupakan salah satu landasan dari kehidupan manusia. Karena terdiri dari beberapa tingkatan yang rasanya mencakupi semua kebutuhan untuk keperluan manusia.

Misalnya saja mulai dari sandang, pangan dan juga papan. Semuanya dapat terangkum pada tingkatan ini lho. Teori ini akan cukup membantu Anda untuk menjawab mengapa kehidupan seseorang dapat dijalani berbeda-beda.

Pastinya beda orang akan beda pula menjalani kehidupannya. Semisal, ada yang sudah kaya raya namun masih merasa belum cukup.

Atau ada pula yang belum mencapai life goals nya tapi terlihat sangat bahagia. Hal ini akan dengan mudah dilihat dari ekspresi seseorang ketika berhadapan dengan diri kita. Ternyata kebutuhan dari hidup sehari-hari berdasarkan teori Maslow ini dibuat menjadi suatu tingkatan.

Di mana jika teori kebutuhan Maslow ini ada yang belum terpenuhi, maka Anda tidak akan dapat lanjut ke tingkat berikutnya. Meskipun Anda dapat lanjut ke tingkat berikutnya, rasanya pasti ada saja yang kurang dalam hidup Anda.

Coba simak teori kebutuhan Maslow berikut ini untuk menambah pengetahuan diri.

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Piramida dalam teori Maslow ini di mulai dengan kebutuhan fisiologis seseorang. Letaknya berada di paling bawah dari piramidanya. Karena kebutuhan fisiologis ini merupakan tingkatan paling rendah yang sekiranya harus dipenuhi.

Misalnya kebutuhan fisik seperti makanan, minuman, tempat tinggal hingga oksigen yang kita hirup sehari-hari letaknya berada di sini.

Jika ini tidak dipenuhi, bayangkan saja memangnya Anda bisa hidup tanpa makanan dan minuman?.

Untuk dapat terus beraktivitas dengan baik, Anda memerlukan pangan dan tempat tinggal yang nyaman. Kebutuhan fisiologis ini dapat dilihat dari apakah sudah terpenuhi dengan baik?.

Jika Anda merasa haus apakah sudah tersedia sumber air untuk dikonsumsi?.

Kemudian kebutuhan ini memiliki sifat yang berulang. Tentunya Anda makan dan minum tidak hanya sekali dalam setahun bukan.

Kebutuhan Akan Keamanan (Safety Needs)

Teori kebutuhan Maslow selanjutnya adalah safety needs. Kebutuhan ini meliputi keamanan dan stabilitas hidup. Misalnya aman dari kejahatan, penyakit hingga bencana alam yang muncul.

Kebutuhan akan keamanan ini juga meliputi keamanan dari persoalan psikologis seperti stres dan emosi lainnya. Anda bisa mendapatkannya dengan membangun kualitas dengan orang terdekat seperti keluarga, pasangan atau sahabat.

Seseorang juga membutuhkan rasa aman yang berasal dari kontak fisik seperti berpelukan. Berpelukan ini memiliki manfaat untuk melepas hormon yang disebut dengan oksitosin.

Hormon ini ada kaitannya dengan rasa bahagia yang dirasakan seseorang.

Tentunya jika Anda merasa aman dan nyaman pastinya akan muncul rasa tenang dan bahagia bukan.

Kebutuhan Sosial (Social Needs)

Sebagai manusia rasanya tidak lengkap jika hidup sendirian tanpa adanya orang lain. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk itu teori kebutuhan Maslow juga menyematkan kebutuhan sosial pada piramidanya.

Jika dua kebutuhan terbawah sudah terpenuhi, maka kebutuhan ini akan muncul berikutnya. Karena jika Anda sudah merasa bahwa kebutuhan dasar sudah tersedia, kebutuhan keamanan sudah tercipta, maka kebutuhan untuk bersosialisasi akan timbul.

Pada dasarnya manusia memiliki keinginan untuk dibutuhkan oleh orang lain dalam lingkungannya. Misalnya saja kebutuhan dalam pertemanan, hubungan romantis, berkeluarga di mana adanya unsur give and take dalam konsep cinta.

Kebutuhan ini juga mencakup akan kebutuhan kasih sayang antar manusia. Di dalamnya disebutkan adanya keterkaitan antara kasih sayang dengan hubungan yang sehat di mana saling percaya menjadi fondasinya.

Pasalnya hubungan pertemanan dan hubungan romantis banyak yang gagal karena tidak dilandasi dengan fondasi tersebut.

Kebutuhan Untuk Dihargai (Esteem Needs)

Seseorang pastinya ingin dihargai oleh orang lain. Berdasarkan teori kebutuhan Maslow juga menyebutkan demikian. Tingkatan selanjutnya adalah kebutuhan untuk dihargai.

Misalnya seperti prestasi, diberikan pengakuan dan juga perhatian.

Ada 2 jenis dari kebutuhan ini yakni rendah dan tinggi. Dalam konsep kebutuhan untuk dihargai dalam level rendah mencakup pada perhatian, reputasi, diapresiasi, adanya status dalam sosial dan juga saling menghormati antar manusia.

Sedangkan dalam level tinggi bentuk dari kebutuhan ini adalah harga diri seseorang, prestasi, mandiri, keyakinan diri, menguasai sesuatu dan kompetensi.

Berdasarkan dua jenis ini maka di sinilah peran life goals muncul.

Jika seseorang tidak dapat memenuhi pada tingkatan ini maka dikhawatirkan akan muncul permasalahan psikologis seperti tidak memiliki kepercayaan diri, tidak merasa berharga hingga menderita depresi.

Rasanya pemahaman akan lingkungan yang toxic berlaku di sini. Jika Anda terlalu banyak berinteraksi dan berada dalam satu lingkungan yang toxic secara terus menerus, maka penghargaan terhadap semua usaha Anda rasanya tidak akan didapatkan.

Padahal sesekali manusia perlu mendapatkan penghargaan dengan tepat dan tidak berlebihan untuk memotivasi diri lebih baik.

Pemahaman ini akan berguna untuk mencari cara bagaimana Anda bisa meminimalisir berinteraksi dengan lingkungan yang toxic. Hal ini juga dapat berguna untuk memahami diri Anda sendiri agar menemukan tempat dan cara yang tepat.

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (Self-Actualization Needs)

Kebutuhan yang satu ini adalah tingkat tertinggi dari teori kebutuhan Maslow. Piramida Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan ini adalah bukti dari kehidupan yang dijalani.

Membutuhkan pengembangan diri dengan maksimal tanpa adanya pengaruh dari luar.

Tahap ini akan tercapai jika pencapaian diri dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan sesuai urutan piramidanya.

Untuk mencapai tahap ini rasanya cukup sulit. Maka tidak banyak orang yang dapat mencapai tahapan ini karena sering kali kebutuhan dalam tingkatan bawahnya belum terpenuhi dengan baik.

Individu yang mencapai tahap ini sudah tidak peduli akan penghargaan dari orang lain.

Tidak ada lagi rasa khawatir akan tidak terpenuhi dari kebutuhan dasar hingga safety needs nya.  Mereka justru memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi yang sudah ada dalam dirinya sesuai dengan kemampuan dirinya.

Contohnya seperti Bob Sadino. Apa yang bisa Anda ingat dari sosok beliau? Pengusaha yang santai mengenakan celana pendek yang satu ini rasanya sudah memenuhi teori kebutuhan Maslow hingga tahap ini.

Karena seseorang yang berada dalam tahap ini tidak pusing akan baju yang tidak bermerek, rumah yang kurang megah ataupun kendaraan dan gadget yang dikenakan.

Individu yang sudah berada di tahap ini cenderung menyukai hal yang dapat berfungsi dengan baik alih-alih memikirkan brand dari barang yang dimiliki. Inilah mengapa jika Anda melihat seseorang yang sudah sukses dan memiliki segalanya cenderung berpenampilan biasa saja.

Teori kebutuhan Maslow ini merupakan pedoman teoritis berdasarkan kehidupan manusia. Di mana hampir semua orang belum banyak yang dapat memenuhi semuanya secara berurutan.

Kondisi lingkungan dan faktor lainnya juga memengaruhi mengapa seseorang belum mampu untuk memenuhinya secara berurutan.

Jika Anda sudah termasuk dalam golongan orang yang sudah mampu memenuhi kebutuhan ini secara berurutan meski belum masuk pada tahap aktualisasi diri, maka Anda patut bersyukur.

Karena nyatanya dalam hidup ini tidak ada yang dapat memenuhi semua kebutuhan dari teori Maslow ini dengan sempurna.

Coba Pelajari Juga Teori Psikologi Lainnya :

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist at Golife.id, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.