in

5 Dampak Buruk Tidak Menepati Janji Kepada Anak

Tidak Menepati Janji Kepada Anak

Pentingnya menepati janji kepada anak sering kali luput dari perhatian orang tua. Banyak sekali iming-iming dari orang tua yang terucap kepada anak agar ia melakukan sesuatu yang benar dengan tepat malah menjadi hal yang salah.

Seringnya kata atau janji itu terucap hanya karena biar cepat, atau agar anak melakukan hal yang orang tua inginkan. Sebagai orang tua tentunya akan menghadapi anak yang rewel minta ampun jika tidak memenuhi janji yang diucap pada anak seperti yang dikatakan.

Hal ini nantinya bisa ditirukan oleh anak lho.

Anak akan menirukan janji misalnya ketika mendapatkan sesuatu yang diinginkan dia akan nurut. Setelah mendapatkannya? Anak tidak akan menuruti perintah orang tua sebagaimana yang sudah didiskusikan bersama.

Tentu Anda tidak mau bukan hal seperti itu terjadi. Maka Anda sebaiknya memperhatikan pentingnya menepati janji kepada anak ini. Caranya adalah dengan memberikan janji yang memang bisa Anda tepati sesuai kemampuan.

Jika kemampuan Anda hanya sampai membelikan makanan favorit anak, jangan dulu janjikan pada anak untuk membelikan lebih dari itu. Jika Anda memang merasa sudah cukup mampu untuk memberikan suatu barang atau mengajaknya berlibur di akhir pekan, maka silahkan.

Jika tidak sebaiknya pikirkan reward yang lebih rasional.

Mengapa pentingnya menepati janji kepada anak ini harus diperhatikan?. Karena janji palsu yang diberikan ke anak ini tanpa sadar dapat memengaruhi mentalnya lho. Seperti apa efek dari memberikan janji palsu pada anak?

Anak Tidak Percaya

Sudah tentu seseorang yang ingkar janji akan dengan mudah tidak diberikan kepercayaan lagi. Begitu juga dengan anak ke orang tua. Meskipun Anda adalah orang tuanya, jika Anda sering kali memberikan janji palsu pada anak hanya agar mereka menurut, anak jadi semakin tidak percaya dan malah tidak menurut lho. Di sini pentingnya menepati janji kepada anak Anda.

Hal ini dapat meruntuhkan kepercayaan anak kepada orang tuanya. Karena setiap janji yang diberikan tidak pernah ditepati meskipun janjinya kecil. Misalnya ketika anak tidak mau pulang setelah bermain seharian.

Karena merasa tidak mempan untuk di marahi, Anda malah menjanjikan seperti “kalo mainnya tahu waktu nanti dikasih tas baru lho”. Dari kalimatnya, apakah Anda betul-betul mampu untuk memberikan anak sebuah tas baru?

Dan apakah benar-benar dapat diberikan dalam waktu singkat?. Jika tidak, anak yang sudah percaya namun tidak diberikan tas baru akan dengan mudah tidak percaya pada Anda.

Apalagi jika hal ini terjadi tidak hanya 1 hingga 2 kali. Tapi berkali-kali.

Anak Bisa Kecewa

Siapa bilang anak-anak belum paham akan emosi?.

Anak-anak justru merupakan fase pertama dalam kehidupan di mana mereka merasakan emosi namun belum dapat mengenal dan mengelolanya dengan baik. Anak juga bisa merasakan yang namanya kecewa terhadap seseorang atau sesuatu hal.

Hanya saja mereka mungkin belum paham yang dirasakan adalah bentuk emosi yakni kecewa.

Terlebih lagi jika Anda tidak mengindahkan pentingnya menepati janji kepada anak. Selain tidak percaya lagi, mereka juga bisa kecewa kepada Anda.

Misalnya ketika Anda menjanjikan pada anak untuk berenang di akhir pekan bersama karena Anda tahu anak suka sekali berenang. Namun tiba-tiba saja Anda ada urusan yang tidak ditinggalkan mendadak dan menunda janji tersebut.

Alih-alih memberikan pemahaman pada anak akan urusan Anda, Anda justru memarahinya karena ia marah janjinya tidak ditepati.

Sebaiknya jika Anda berada dalam situasi ini, beranikan untuk meminta maaf terlebih dahulu karena membatalkan janji. Kemudian jelaskan alasannya dan buat janji baru pada anak.

Dengan begitu anak akan mudah memahami situasi Anda sebagai orang tua dan dapat menerimanya. Tapi tetap penuhi janjinya sesuai kesepakatan ya.

Coba Pelajari Juga :

Anak Merasa Tidak Diutamakan

Anak juga bisa merasa tidak diutamakan jika janji yang diberikan diingkari. Pentingnya menepati janji kepada anak ini sering dilupakan.

Contohnya ketika Anda menjanjikan untuk membelikan es krim karena ia sudah mau masuk les dengan rajin.

Tetapi Anda lupa untuk membelikannya sepulangnya anak dari tempat les. Kemudian Anda membuat janji lagi untuk hari les berikutnya akan membelikan es krim selesai les. Namun ternyata Anda lupa lagi.

Hal ini akan membuat anak menjadi ragu pada Anda apakah ia adalah hal penting untuk Anda?. Padahal ketika anak sedang bersama orang tua, mereka justru merasa lebih berharga dan lebih penting lho.

Jadi sebisa mungkin ingat selalu apa yang Anda janjikan dengan cara menulis notes atau reminder agar Anda bisa menepati janji tersebut.

Anak Tidak Merasa Dihargai

Anak-anak juga manusia ya. Semua orang memiliki perasaan karena dasarnya adalah manusia. Meski anak-anak, mereka juga bisa merasa tidak dihargai lho. Misalnya ketika Anda memberikan ancaman pada anak di mana Anda sebenarnya tidak mungkin melakukan hal itu.

Contohnya ketika anak melakukan kesalahan, Anda marah besar dan mengancam untuk membiarkan anak di luar rumah semalaman.

Padahal Anda sebagai orang tua tidak tega untuk melakukan hal tersebut. Hal ini akan menyebabkan anak menjadi takut kepada Anda dan merasa tidak dihargai. Pentingnya menepati janji kepada anak juga dapat mengajarkannya tentang cara menghargai orang lain.

Tentunya dari orang tua. Jika orang tua tidak dapat mencontohkannya, lalu pada siapa anak belajar?

Coba Pelajari Juga : 

Berikan Kalimat Yang Tepat

Jika Anda membutuhkan sebuah kalimat, namun bukan janji karena Anda tahu Anda bisa saja mengingkarinya karena banyak faktor, sebaiknya gunakan kalimat yang relevan. Misalnya saja ketika anak terlalu lama bermain di luar padahal hari sudah mulai gelap.

Anda bisa mengatakan bahwa bermain itu lebih seru jika dilakukan pada jam yang tepat. Misalnya setelah ashar hingga pukul 5 sore. Anda bisa katakan jamnya dan tambahkan “kalau sudah gelap kan ga keliatan mainnya, ga seru dong, pulang dulu yuk besok lagi”.

Bisa juga mengatakan pada anak yang sudah sore tidak kunjung mandi dengan kalimat “kamu nanti seger deh abis mandi jadi semangat, ga gampang ngantuk belajarnya”.

Pentingnya menepati janji kepada anak tidak hanya dari bentuk mampu atau tidak memberikan janjinya. Namun juga dari kalimatnya agar anak menjadi berpikir bahwa benar adanya demikian.

Ternyata hal yang terlihat sepele seperti kalimat yang berujung janji ini dampaknya cukup besar bagi anak. Karena anak juga bisa memiliki pemahaman bahwa mengingkari janji terus menerus adalah hal yang diperbolehkan dan sudah biasa dilakukan. Kenyataannya tentu berbeda bukan, Anda tentu tidak menyukai janji Anda diingkari.

Hal ini juga sama dengan memberikan janji pada anak. Anda tidak bisa memaksa anak paham kenapa Anda mengingkari janji jika tidak mampu untuk menjelaskan alasan dibaliknya.

Maka sebaiknya pentingnya menepati janji kepada anak dipikirkan dengan baik agar dapat memberikan janji yang tepat dan memang bisa dipenuhi oleh orang tua.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist at Golife.id, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.