in , ,

5 Tipe Prokrastinasi Dalam Menyelesaikan Pekerjaan

Tipe Prokrastinasi | Gangguan Suka Menunda Pekerjaan

Tipe prokrastinasi pada tiap individu mungkin berbeda. Namun pengertian dari prokrastinasi ini sama, yakni menunda-nunda pekerjaan. Individu yang sering menunda-nunda pekerjaan ini cenderung memiliki ketakutan untuk memulai dan melakukan sesuatu.

Dasar dari prokrastinasi ini adalah rasa takut. Ketakutan yang berdampak pada prokrastinasi ini dapat menghambat seseorang untuk maju dan berkembang.

Jika Anda kesulitan untuk mendeteksinya, cara sederhana yang bisa Anda lakukan yakni Anda merasa pekerjaan yang dilakukan tidak ada habisnya. Kemudian Anda akan berpikir bahwa pekerjaan itu bisa dilakukan esok hari lagi.

Esoknya Anda merasa seperti itu lagi dan mengerjakan beberapa karena mengingat deadline masih jauh hari.

Tetapi tahukah Anda bahwa hal tersebut justru dapat memicu stres, cemas, depresi, mudah lelah dan bahkan dipecat dari pekerjaan Anda?.

Untuk itu Anda perlu mengenali jenis dari tipe prokrastinasi ini sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan.

1. The Perfectionist

Perfectionist
Perfectionist

Tipe prokrastinasi yang pertama adalah The Perfectionist. Individu dengan tipe ini akan berusaha keras untuk terhindar dari rasa malu dan disalahkan atau dilabeli oleh orang lain.

Ketika mengerjakan sesuatu, individu dengan tipe ini akan mencurahkan waktu yang cukup banyak pada satu hal saja. Tidak heran jika pekerjaan mereka akan tertunda cukup lama.

Selain itu individu dengan tipe ini kurang dapat membagi waktunya dengan baik karena fokusnya pada satu hal harus sampai sempurna terlebih dahulu.

Kemungkinan individu tersebut juga menghindari pekerjaan yang harus dilakukan secara bersamaan. Ketika deadline semakin dekat, maka individu ini akan mengerjakan semuanya di menit-menit terakhir.

Hal ini justru dapat meningkatkan peluang membuat kesalahan dalam pekerjaan tersebut.

2. The Impostor

Impostor
Impostor

Tipe kedua adalah tipe impostor. Tipe prokrastinasi yang satu ini ditandai dengan rasa takut jika kelemahannya diketahui oleh orang lain. Individu dengan tipe ini rela untuk melakukan apa saja untuk menghindari risiko.

Seringkali mereka mempelajari bahwa jika seseorang dikelilingi oleh orang yang sulit untuk merasa puas, maka mereka akan memunculkan suatu perilaku.

Perilaku tersebut disebut dengan Learned helplessness. Learned helplessness adalah salah satu ciri yang mengarah pada depresi.

Perilaku ini adalah sebuah ketidakberdayaan yang dipelajari oleh individu di mana ia dipaksa untuk menahan tindakan yang menyakitkan atau kurang menyenangkan untuk jangka waktu tertentu.

Padahal kemungkinan untuk seseorang menghindari tindakan tersebut akan lebih mudah di peristiwa berikutnya karena sudah pernah dialami sebelumnya.

Dari hal yang tidak dapat dikendalikan ini muncul perasaan buruk dari suatu keadaan di mana dapat memicu depresi. Seseorang yang tidak dapat menentukan dampak dari tindakan yang dilakukan ini akan mempelajari learned helplessness.

Baca Juga : Burnout Syndrome, 8 Cara Mengatasinya Agar Tetap Produktif

3. The Dread-Filled

The Dread-Filled
The Dread-Filled

Tipe prokrastinasi yang satu ini terjadi pada saat hal yang dikerjakan terasa membosankan atau tidak menyenangkan. Indvidu yang mengalami ini akan cenderung menghindari pekerjaannya. Semakin lama berada pada tahap ini, individu akan merasa membenci pekerjaan yang dilakukan.

Motivasi baru dibutuhkan saat Anda berada pada fase ini. Anda bisa mencari cara dengan me time di akhir pekan, rehat sejenak untuk rileks di jam istirahat atau berjalan-jalan ke tempat baru dan memberikan reward pada diri di luar jam kerja.

Anda juga harus pandai mengenal diri Anda sendiri sejauh apa cara mendapatkan motivasi ini dilakukan. Jangan sampai justru terlalu banyak waktu untuk mencari motivasi diri dan pekerjaan malah terabaikan.

4. The Overwhelmed

The Overwhelmed
The Overwhelmed

Dalam kehidupan pastinya Anda akan banyak menemukan hambatan dan masalah. Beberapa waktu Anda akan merasa semua yang Anda hadapi ini terlalu banyak bebannya.

Hal ini wajar dirasakan pada setiap individu yang hidup. Hal ini dapat membuat Anda merasa kebingungan untuk mencari jalan keluar ataupun memulai sesuatu.

Namun yang Anda hadapi ini harus Anda selesaikan lebih dulu. Maka di sini lah muncul tipe prokrastinasi yakni the overwhelmed. Fokus Anda akan tertuju hanya pada pekerjaan yang harus dilakukan ini.

Anda akan cenderung mengabaikan hal-hal lain termasuk untuk makan. Padahal makan adalah hal penting agar Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Baca Juga : Ruminating dan Worrying, 2 Pola Pikir Penyebab Overthinking

5. The Lucky One

The Lucky One
The Lucky One

Pernahkah Anda dalam posisi dikejar deadline tugas sekolah yang harus dikumpulkan segera? Teman-teman Anda yang lain sudah mengumpulkan di awal waktu tetapi Anda belum.

Akhirnya Anda mengumpulkannya di akhir waktu deadline. Ternyata tugas yang dikumpulkan di akhir waktu ini tetap mendapatkan nilai baik.

Dari pengalaman itu lah timbul rasa bahwa Anda tidak merasa rugi mengumpulkan tugas di akhir waktu karena nilai yang sama bagusnya dengan teman yang mengumpulkan di awal waktu.

Jika ini tidak ada yang mengingatkan, maka Anda akan terlena dan akhirnya terbentuk karakter last minute pada diri Anda. Tipe prokrastinasi ini disebut juga dengan the lucky one karena memang individunya beruntung meski berada di ujung tanduk.

Hal ini lah yang berbahaya jika dilakukan terus menerus. Karena tidak semua peluangnya dapat memposisikan Anda pada waktu dan tempat yang aman.

Baca Juga : 9 Tipe Karyawan Milenial Yang Wajib Diketahui Perusahaan

Tips: Mengupayakan Diri Agar Terhindar Prokrastinasi

Mengupayakan Diri Agar Terhindar Prokrastinasi
Mengupayakan Diri Agar Terhindar Prokrastinasi

Anda dapat melakukan hal berikut ini untuk mengatasi tipe prokrastinasi. Jika Anda merasa pekerjaan sangat banyak dan membebani Anda, coba pikirkan lagi apakah pekerjaan yang ada memang harus diselesaikan sekarang juga? Apakah dapat dibagikan dengan kelompok kerja atau tim?.Jika ya, maka Anda bisa melakukannya untuk mencegah prokrastinasi.

Kemudian Anda dapat menyingkirkan terlebih dahulu hal-hal yang dapat menghambat pekerjaan untuk diselesaikan. Lalu Anda dapat membuat mind mapping akan pekerjaan di mana akan terlihat lebih jelas langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikannya tepat waktu.

Selain itu diperlukan juga komitmen dalam penyelesaian tugas. Ketika Anda berkomitmen untuk menyelesaikan tugas dan menyadari mengapa tugas tersebut harus selesai, maka Anda akan menghindari untuk menunda-nunda tugas tersebut.

Kerjakan tugas Anda dengan beberapa langkah, hindari menyelesaikannya sekaligus. Memaksa diri untuk mengerjakan semua hal sekaligus justru akan membuat Anda melakukan salah satu tipe prokrastinasi di atas. Memulainya mungkin memang sulit, tetapi bisa dilakukan jika Anda mau.

Jika diperlukan, buatlah deadline untuk diri Anda sendiri agar pekerjaan yang dilakukan dapat selesai sesuai tenggat waktu dari atasan. Anda dapat memasang timer dan mengerjakan tugas selama 15 – 30 menit untuk memulainya.

Kemudian Anda dapat memberikan reward untuk meningkatkan motivasi kembali dalam penyelesaian tugas. Di sini lah pentingnya untuk membagi tugas menjadi beberapa bagian terlebih dahulu. Langkah kecil dengan membagi tugas menjadi beberapa bagian ini akan memudahkan Anda untuk menyelesaikan tugas secara keseluruhan.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan yang ada malah akan membuat Anda merasa terus menerus overwhelmed. Untuk itu segera kerjakan ketika tugas diberikan pada Anda. Ambil waktu rehat sejenak sebelum memulai agar Anda dapat mengerjakan tugas dengan baik dan selesai tepat waktu. Dengan begitu Anda akan terhindar dari menunda pekerjaan.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.