in

3 Tips Memilih Suami yang Baik Untuk Wanita Masa Kini

Tips Memilih Suami Yang Baik
Tips Memilih Suami Yang Baik

Banyak wanita dan istri-istri di masa kini mengeluh tentang suaminya yang tidak bisa berkomitmen, tidak bisa diandalkan dan banyak juga wanita mengeluh tentang pernikahannya yang tampaknya sudah di ujung tanduk.

Masalah paling umum, pria harus mapan dan penuhi kebutuhan namun ironisnya setelah menikah ternyata sang wanita malah hidup menderita.

Sebenarnya ini masalah klasik yang sudah sering terjadi sejak jaman nenek moyang kita dulu. Sebab tak dapat disangkal, wanita seringkali terjebak oleh permainan pria yang ternyata hanya manis di awal saja.

Benar sekali! Sebagian besar kita beranggapan bahwa menikah adalah ibadah. Tapi sebelum beribadah pasti kita perlu membersihkan diri, mempersiapkan semuanya mulai dari jasmani hingga rohani, bukan?

Maka begitu pula dengan menikah, satu hal yang harus kita ketahui adalah memilih calon suami yang dengannya kita tidak akan menyesal selamanya.

Berikut Tips Memilih Suami yang Baik Untuk Wanita Masa Kini

1. Wanita Harus Bisa Membedakan Pria Kaku dan Pria Hangat

Pria Hangat VS Kaku
Pria Hangat VS Kaku

Jangan menikah dengan pria yang lemah karakter alias kaku. Sekedar informasi, karakter adalah suatu bawaan lahir yang cenderung permanen dalam diri seseorang.

Maka pertama-tama yang harus wanita perhatikan dari pria adalah uangnya, eh, salah, maksudnya karakternya. hehe

Nah, jika kamu ingin mengetahui apakah dia tipe pria yang hangat atau kaku, cobalah cara sederhana ini. Katakanlah kamu memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing.

Saat pria tersebut datang kerumah kamu, lihat apa reaksi dia saat melihat hewan peliharaan kamu. Pria yang hangat akan langsung memberikan respon yang baik seperti memanggil hewan lucu tersebut lalu memangku dan mengelus-elusnya.

Mungkin contoh tersebut terlihat sepele, tapi dalam pernikahan karakter pria yang hangat akan sangat menentukan kebahagiaan wanita. Pria yang kaku cenderung tidak memiliki inisiatif sedikitpun.

Contoh Kasus

Katakanlah pria kaku tersebut bekerja di perkantoran. Sepulang kerja dan sesampai dirumah, pria itu langsung mandi, istirahat atau duduk didepan tv menunggu kamu menyiapkan makan malam.

Lalu begitu seterusnya setiap hari. Sementara pria yang hangat akan memiliki inisiatif untuk menelepon kamu sebelum sampai dirumah, dia akan berkata seperti “Aku uda selesai kerja nih. Uda mau jalan dari kantor. Kamu mau di bawain apa?”

Begitulah contoh-contoh yang bisa kamu jadikan sebagai perbandingan, tapi tentu saja semuanya kembali lagi pada pilihan kamu masing-masing.

Sekadar Saran

Pria yang kaku tentu akan membuat kamu merasa kesepian meski sudah memiliki pasangan. Kesepian itu terjadi karena kamu haus akan perhatian dan kasih sayang dari seorang pria.

Bahayanya, kamu akan jadi rentan selingkuh. Perhatikan baik-baik, bukan berniat selingkuh atau mencari pria lain, tetapi kamu menjadi rentan. Contohnya jika suatu saat kamu mendapatkan perhatian kecil dari pria lain maka kamu akan langsung merasa tersentuh.

Jadi pertimbangkanlah baik-baik sebelum menentukan suami yang akan hidup selamanya denganmu nanti.

Baca juga: 5 Tips Menjadi Istri yang Baik, Bekal Bagi Wanita Sebelum Menikah

2. Apakah Dia Seorang Pria yang Berpikir Kritis?

Pria Yang Berpikir Kritis
Pria Yang Berpikir Kritis

Berapa banyak wanita yang semasa pacaran hanya memberi perhatian biasa namun setelah menikah ia menjadi wanita yang sangat bawel dan suka marah-marah sepanjang hari?

Bahkan sebagian wanita yang cenderung tertutup akhirnya hanya mampu memendam kekesalan dalam hatinya hingga menjadi luka batin yang teramat dalam sepanjang hidup.

Pria yang harusnya menjadi idaman wanita masa kini adalah mereka yang fokus pada perkembangan, pertumbuhan dan kemajuan. Juga seorang pria yang terbiasa berpikir kritis, tidak mudah goyah dan cerdas.

Percayalah, kamu akan kewalahan menghadapi pria yang kurang bijak dalam berpikir. Terlebih lagi, sifat dasar pria yang pada umumnya suka yang serba instan.

Dalam sehari-hari kita lebih banyak menggunakan cara berpikir yang instan dan hal ini terkadang membuat kita sering keliru dan mudah terpancing emosi.

Bahayanya jika kamu menikah dengan pria yang kurang dewasa pikirannya bukanlah soal finansial, tapi ini berbahaya karena memengaruhi kamu sehingga tidak berpikir maju.

Wanita harus paham, pria yang tidak berpikir kritis akan cenderung malas dan hanya menikmati kesenangan sesaat, juga mudah terpancing emosi sehingga dikhawatirkan akan selalu cek-cok, rentan KDRT hingga menyengsarakan anak.

Lebih bahaya lagi, pria yang tidak berpikir kritis itu artinya memiliki pemikiran sempit.

Contoh KASUS: Katakanlah anak kamu nanti menyukai seni dan olahraga. Ia sangat berbakat di sekolah dan mewakili sekolahnya untuk mengikuti berbagai ajang bergengsi.

Lalu karena kamu ingin mendukung anak, akhirnya berniat mendaftarkannya untuk mengikuti les privat di bidang seni atau olahraga. Namun suami kamu yang pemikiran sempit tersebut melarangnya.

Alasannya ia ingin anak kalian menjadi seperti dia. Maaf, sebagai contoh profesi dia tentara. Lalu disebabkan kurang berpikir panjang, ia jadi mudah sekali terpancing emosi sehingga marah-marah kepada kamu dan anak karena hobi anak tersebut.

Tentu hal ini akan berbahaya bagi kondisi mental anak yang sering dimarahi dan melihat orang tuanya bertengkar. Nah, sudah bisakah kamu bayangkan jika menikah dengan pria yang tidak mampu berpikir kritis?

Baca juga : Dampak Buruk Dari Kebiasaan Tidak Berpikir Kritis Dalam Hidup

3. Suami yang Baik Memiliki Pedoman Hidup yang Cukup Kuat

Pria Yang Memiliki Pedoman Hidup
Pria Yang Memiliki Pedoman Hidup

Dalam hal finansial, sebagian pria hancur karena kesuksesannya dan sebagian lagi hancur karena kegagalannya. Sementara pria yang cukup kuat dengan pedoman hidupnya selalu mampu melewati setiap hal indah maupun buruk, juga sukses maupun gagal.

Lantas, seperti apa pria yang bersanding denganmu kini?

Seperti yang sudah-sudah kita ketahui, cinta saja tidak cukup. Cinta bisa pudar dan bisa bertambah seiring waktu. Bukannya pesimis tetapi realistis, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Maka sebelum memasuki kehidupan baru dalam bingkai pernikahan, ada baiknya wanita menilai pria dari bagaimana keyakinan, kepercayaan, pedoman, atau agamanya.

Kondisi finansial ada turun dan naik. Masalah hidup dan kebahagiaan datang silih berganti karena memang begitulah roda kehidupan ini bekerja.

Jika kamu beranggapan memilih pria mapan adalah cara berpikir yang realistis, maka coba bandingkan mana lebih realistis dengan memilih pria yang memiliki keteguhan pada pedoman hidupnya?

Contoh Kasus

Bayangkan kamu menikah dengan seorang pria mapan, namun dibalik kelebihan tersebut ternyata ia sangat lemah secara mental dan tidak memiliki pedoman hidup yang cukup kuat.

Sekali lagi bukan pesimis, tetapi realistis saja sebab semua tahu bahwa roda kehidupan terus berputar. Lalu tiba-tiba pria tersebut bangkrut karena alasan-alasan tertentu.

Lantas dengan kondisinya yang sedang dibawah tersebut ia menjadi stress, depresi dan tidak memiliki harapan untuk bangkit meskipun kamu sudah berusaha memberinya motivasi.

Lalu, disebabkan ia tidak memberi pengajaran yang baik kepada istri dan anak-anak, akhirnya sekeluarga menjadi benar-benar berantakan.

Tips

Pedoman hidup itu sangat penting terutama bagi seorang pria yang bakal menjadi pemimpin rumah tangga.

Baik dalam hal kepercayaan pada Tuhan, prinsip hidup atau keyakinan apapun, semua pria wajib memilikinya sebab hanya itu yang bisa diandalkan ketika segala sesuatunya menjadi sulit.

Pedoman hidup menyebar pada aspek yang lebih luas bukan hanya sebatas kehidupan rumah tangga, tetapi juga bagaimana ia dipandang atau penilaian sosial, penilaian orang tua dan keluarga, hingga pekerjaan.

Maka wanita harus pintar-pintar memilah pria sebelum menikah karena pernikahan yang gagal akan membawa beragam kesulitan sepanjang hidup.

Baca juga : Ketahui Kapan Waktu dan Usia Menikah yang Baik Bagi Seseorang

Akhir Kata 

Pernikahan dan perceraian adalah masalah yang sedang ramai dibincangkan oleh generasi milenial. Seperti yang kita tahu, sudah banyak wanita yang keliru dalam menerima niat baik dari seorang pria.

Poin-poin yang tertulis diatas mungkin sudah cukup jelas untuk menjadi bahan perbandingan untuk bekal wanita sebelum menikah dan memilih calon suami yang baik.

Dan kamu sebagai wanita pintar masa kini, berpikirlah realistis dan jangan hanya memikirkan kesenangan sementara saja. Sekianlah artikel tentang Tips Memilih Suami yang Baik Bagi Wanita Masa Kini. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening