in ,

7 Tips Bagi Pemimpin Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif

Tips Menilai Kinerja Karyawan

Menilai kinerja karyawan merupakan salah satu tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Akan tetapi saat melakukan penilaian, tidak sedikit atasan yang melakukan penilaian dengan sisi subjektif saja sehingga penilaian yang dilakukan bias.

Inisiatif dan berbagai pencapaian yang telah dilakukan oleh karyawan diabaikan, namun ketika karyawan melakukan kesalahan langsung dianggap tidak mampu bekerja.

Jika kamu ingin menjadi pemimpin yang baik, kamu dituntut untuk menilai karyawan secara objektif. Kamu harus mengesampingkan hal-hal yang bersifat subjektif sehingga bisa mempengaruhi penilaian. Berikut ini 7 cara melakukan penilaian secara objektif kepada bawahan.

1. Mencari Tempat dan Waktu yang Tenang untuk Menilai Kinerja Karyawan

Menilai kinerja karyawan atau bawahan secara objektif memang tidak mudah karena ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kamu. Bahkan tempat dan waktu dimana kamu melakukan penilaian dapat mempengaruhi.

Biasanya bias penilaian dapat muncul ketika kamu sedang melakukan banyak pekerjaan dan sedang berada dalam situasi stres atau tertekan.

Ketika kamu sedang mempunyai banyak pekerjaan maka pikiran kamu tidak fokus. Pikiran kamu akan terbagi menjadi dua yaitu menilai karyawan dan memikirkan pekerjaan kamu lainnya.

Oleh sebab itu cobalah membagi waktu dengan tepat supaya pikiran kamu fokus. Sediakan waktu khusus untuk melakukan penilaian karyawan.

Selain itu sebaiknya kamu juga harus menyediakan ruang khusus ketika sedang menilai bawahan. Jangan sampai orang-orang di sekitar kamu mempengaruhi objektivitas kamu.

Ruang yang bising dan kurang nyaman dapat membuat bias dalam penilaian karyawan. Sebelum itu coba pelajari juga 9 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Yang Paling Efektif.

2. Periksa Kembali Bias yang Mungkin Sudah Terbentuk

Sebelum melakukan penilaian terhadap bawahan, biasanya dalam diri kamu sudah terbentuk image para bawahan kamu. Misalnya kamu sudah sudah memiliki persepsi bawa si A adalah superstar dalam anggota tim sehingga layak untuk dipromosikan atau dinaikkan jabatannya. Atau, kamu memiliki persepsi terhadap si B yang pemalas dan tidak layak untuk dipromosikan.

Dalam menilai karyawan, persepsi tidak boleh dipakai karena akan menimbulkan bias penilaian. Periksalah apakah kamu memiliki bias penilaian terhadap bawahan kamu sebelum menilai karyawan. Untuk memeriksa bias tersebut cobalah untuk memeriksa apakah bawahan kamu sering memberikan solusi atas masalah dan mengharapkan kamu untuk memperbaikinya.

Selain itu, kamu juga harus memeriksa apakah bawahan kamu selalu mengumpulkan pekerjaan tepat waktu atau mereka justru tidak pernah memenuhi tenggat waktu. Periksa kembali hasil pekerjaan mereka.

Apakah ada pencapaian yang luar biasa sepanjang waktu? Atau justru selama ini mereka tidak memiliki pencapaian sama sekali. Jadilah pemimpin yang bijak dan adil, jangan menjadi pemimpin yang pilih kasih. Lakukan penilaian kinerja karyawan dengan memperhitungkan fakta-fakta yang ada.

3. Melakukan Penilaian Mandiri

Tidak adil rasanya jika kamu yang hanya menilai kinerja bawahan kamu. Kamu harus meminta anggota tim kamu untuk menilai dirinya sendiri atau melakukan penilaian mandiri atas kinerja yang merek lakukan selama ini. Ini merupakan bagian yang penting dalam mengevaluasi bakat  mereka secara inklusif.

Dengan melakukan penilaian mandiri, kamu bisa memiliki pandangan mereka terhadap kinerja mereka sendiri. Mungkin kamu akan menemukan bahwa kamu memiliki pandangan atau penilaian kinerja yang sama atau bahkan berbeda dengan apa yang menjadi pandangan dari para bawahan kamu.

Supaya penilaian mereka objektif dan overproud maka kamu harus meminta bawahan kamu memberikan contoh berdasarkan bukti terkait dengan hasil yang telah mereka capai. Ini berguna untuk mengevaluasi bahkan karyawan secara keseluruhan.

Coba pelajari juga 9 Kesalahan Pemimpin Perusahaan Yang Dapat Membahayakan.

4. Meminta Pendapat Kepada Rekan Kerja

Salah satu cara menilai karyawan secara objektif adalah dengan menanyakan kinerja tim kamu kepada rekan-rekan kerja kamu. Hal ini tentunya dapat menambah wawasan bagi kamu mengenai bagaimana kinerja tim kamu di mata orang lain atau departemen lain.

Jika perusahaan tempat kamu memberikan umpan balik kepada tim kamu maka kamu harus memanfaatkannya dengan baik.

Mengetahui kinerja karyawan di mata perusahaan juga dapat membatu kamu untuk memberikan penilaian yang lebih objektif. Jika ternyata kamu  tidak mendapat umpan balik dari perusahaan, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka baik melalui email atau bertemu langsung.

Sebelum mengajukan pertanyaan pastikan bahwa kamu sudah mendokumentasikan berbagai pekerjaan mereka.

Ingatlah pendapat  dari perusahaan atau rekan kerja tidak selalu positif, pasti ada juga yang akan berpendapat negatif. Oleh sebab itu jika mereka berpendapat negatif maka kamu harus tetap tenang  dan menerima pendapat mereka.

Namun kamu harus tetap menilai kinerja bawahan berdasarkan bukti yang ada.

5. Menyebutkan Bias Dengan Yakin Saat Berdiskusi Mengenai Bakat Dengan Pimpinan yang Lain

Ketika kamu ditugaskan untuk melakukan penilaian karyawan, akan sangat mungkin jika yang ditugaskan untuk menilai karyawan tersebut bukan kamu saja namun dengan pimpinan lain juga.

Suatu departemen atau tim tidak akan bisa berdiri sendiri, setiap departemen pasti membutuhkan departemen lain sehingga muncul interaksi antar departemen.

Ketika sedang berdiskusi mengenai bakat dari seorang karyawan yang kamu nilai, kamu harus mampu membedakan mana penilaian yang terdapat bias mana dan mana penilaian yang tidak terdapat bias.

Jika kamu merasa rekan kerja pendapat yang disampaikan oleh pimpinan lain adalah bias, maka kamu harus dengan tegas menyatakan bahwa penilaian tersebut adalah bias.

Akan tetapi harus diingat, saat kamu menyampaikan pendapat tersebut kamu tidak boleh emosi. Kamu tetap harus menyatakannya dengan penuh rasa hormat dan profesional. Jika kamu tidak yakin apakah pendapat pemimpin lain bias atau tidak, kamu bisa meminta mereka untuk menjelaskan lagi mengenai penilaian mereka.

Kamu busa menggunakan kalimat “Bantu saya memahami itu” dan “Tolong ceritakan lebih banyak mengenai maksud Anda”.

Cobalah berlatih untuk memberikan pertanyaan terbuka. Mintalah contoh spesifik mengenai penilaian yang telah diberikan oleh pemimpin lainnya. Setelah itu cobalah mencari bersama-sama mengenai bias yang mungkin mereka miliki saat mengevaluasi kinerja anggota tim kamu.

6. Menghargai Pendapat Pimpinan Lain Ketika Mengungkap Bias Kamu

Ketika sedang melakukan sebuah pekerjaan, terkadang manusia tidak luput dari kesalahan. Begitu pula dengan kamu, mungkin ada terdapat kesalahan dalam pekerjaan kamu.

Meskipun kamu telah melakukan pekerjaan yaitu menilai bawahan kamu dengan sebaik mungkin dan berusaha untuk menilai secara objektif mungkin masih terdapat bias.

Saat kamu menilai karyawan, mungkin kamu beranggapan bahwa penilaian kamu telah bebas dari bias namun belum tentu dengan pemimpin yang lainnya. Saat berdiskusi pemimpin lainnya mungkin akan memiliki perspektif yang berbeda dari kamu. Pada saat itu mungkin kamu baru menyadari bahwa penilaian karyawan milik kamu masih terdapat bias.

Saat pemimpin lainnya menemukan kesalahan kamu, maka hal yang pertama kamu lakukan adalah tetap tenang. Sudah menjadi sifat manusia  bahwa banyak yang bersikap defensif ketika orang lain menunjukan kesalahan yang telah kamu perbuat. Supaya tetap tenang untuk menghadapi situasi ini, kamu harus menarik nafas dalam-dalam dan keluarkan.

Setelah itu berpikirlah secara jernih dan melihat fakta-fakta yang ada. Jika memang penilaian kamu masih terdapat bias maka sebaiknya kamu berterima kasih kepada pimpinan yang lain atas sarannya. Jangan lupa tetap tersenyum dan sampaikan terima kasih.

7. Memberikan Hasil Penilaian Karyawan Tepat Waktu

Tahap terakhir yang harus kamu lakukan dalam menilai karyawan adalah memberikan hasil penilaian karyawan tepat waktu. Setelah kamu melakukan diskusi dengan para pimpinan maka luangkan waktu kamu untuk mencerna hal-hal yang terjadi selama diskusi.

Kamu harus mengetahui apa saja keputusan yang dibuat pada saat diskusi tersebut. Jangan sampai ada hal penting yang kamu lewatkan.

Beberapa keputusan yang ada pada diskusi penilaian karyawan yaitu. Pertama apakah anggota tim siap untuk dipromosikan? Apakah mereka perlu mendapat kursus atau pelatihan analitis tertentu meningkatkan ketrampilan kuantitatif mereka? Apakah ada peluang yang teridentifikasi yaitu rotasi pegawai?

Jika memang kamu masih membutuhkan waktu yang lama dalam menilai karyawan cobalah untuk berdiskusi dengan bagian personalia. Namun ada baiknya kamu menyerahkan hasil penilaian dengan tepat waktu.

Baca Juga : 7 Cara Menangani Karyawan yang Memiliki Kinerja Buruk

Demikianlah 7 tips menilai karyawan supaya objektif. Semoga tips-tips tersebut dapat membantu kamu supaya menjadi pemimpin yang bijak, bukan pemimpin yang pilih kasih. Jangan sampai memberikan penilaian yang salah. Penilaian karyawan sangat berarti bagi karir mereka ke depannya sehingga lakukanlah secara objektif.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi