in ,

10 Tips Menjadi Karyawan yang Baik dan Bisa Diandalkan

Tips Menjadi Karyawan Yang Baik

Dalam bekerja wajar jika kita ingin dihargai orang lain dan mendapatkan pengakuan dari orang lain yaitu mendapat pengakuan sebagai karyawan yang baik. Menjadi karyawan yang baik bukanlah hal yang mudah namun mungkin untuk dilakukan.

Tanggung jawab pekerjaan yang berat terkadang dapat mempengaruhi emosi seseorang sehingga dapat mempengaruhi reputasi karyawan. Menjadi karyawan yang baik sebenarnya adalah kewajiban bagi setiap orang yang bekerja.

Jika kamu menjadi karyawan yang baik maka hasil pekerjaan kamu pun akan baik. Selain itu kamu akan lebih mudah untuk mendapatkan promosi jabatan. Oleh sebab itu simak cara-cara untuk menjadi karyawan yang baik.

1. Bekerja Secara Profesional

Hal pertama yang wajib kamu lakukan supaya menjadi karyawan yang baik adalah bekerja secara profesional. Pada dasarnya, setiap karyawan harus bersikap profesional dimanapun dia bekerja baik yang bekerja di pemerintahan, perusahaan nasional, perusahaan multi nasional, yang bekerja di bagian pelayanan masyarakat bahkan yang menjalankan bisnis sekalipun.

Selain itu, kamu harus bersikap profesional terhadap siapa saja, baik yang jabatannya sama, lebih tinggi dan lebih rendah. Namun kamu jangan terlalu kaku dan sombong ketika mencoba menerapkan profesionalisme. Kamu tetap boleh mengobrol menggunakan bahasa yang santai kepada rekan kerja kamu terutama ketika sedang jam istirahat atau di luar jam kerja.

Oleh sebab itu, kamu harus memberikan porsi masing-masing dengan tepat. Jangan sampai kamu mengobrol berjam-jam dengan topik pembicaraan yang tidak jelas sehingga pada akhirnya kamu hanya membuang-buang waktu.

Kamu harus bisa membedakan mana urusan pribadi mana urusan pekerjaan. Bersikaplah tegas jika ada rekan kerja yang mengajak berbicara tentang masalah pribadi pada saat jam kerja. Ingatlah bahwa tugas utama kamu di kantor adalah bekerja.

2. Terbuka Terhadap Kritikan

Apakah kamu pernah mempunyai atasan yang perfeksionis dan selalu mendapat kritikan di pekerjaan kamu? Jika iya, jangan ambil emosi terlebih dahulu. Lihatlah dari sisi  positif yang bisa kamu peroleh. Salah satu tips menjadi karyawan yang baik atau karyawan teladan adalah terbuka terhadap kritikan orang lain, baik itu rekan kerja, atasan atau bahkan bawahan.

Daripada kamu emosi karena mendapat kritikan pedas, coba kamu sejenak merenungkan kira-kira apa yang bos kamu harapkan dari pekerjaan kamu. Cobalah mengevaluasi pekerjaan kamu dan mencari tahu apa kesalahan yang telah kamu perbuat dan bagaimana cara memperbaikinya.

Jika kamu merasa kesal terhadap sikap bos kamu karena terus-terusan di kritik, cobalah menenangkan diri terlebih dahulu. Bertindak karena terpengaruh emosi akan memberikan dampak yang buruk. Jika kamu sudah kembali tenang maka kamu sebaiknya membicarakan baik-baik masalah kamu dengan bos dan jika memungkinkan kamu minta bantuan dia untuk memberikan saran dalam menyelesaikannya.

3. Tidak Terlambat Dalam Menyelesaikan Pekerjaan

Untuk bisa mendapatkan predikat karyawan baik, kamu harus bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, bahkan lebih baik jika pekerjaan dapat kamu selesaikan sebelum tenggat waktu atau deadline yang telah ditentukan. Usahakan jangan melebihi tenggat waktu sekalipun pekerjaan tersebut sulit dan berapa pun bayarannya.

Mengerjakan dengan cepat suatu pekerjaan bukan berarti kualitas pekerjaan yang kamu berikan pas-pasan. Kamu tetap harus memberikan kualitas yang baik pada setiap pekerjaan kamu. Dengan kemampuan yang handal dalam mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan dan tidak melebihi deadline, kamu bisa mendapatkan promosi untuk melangkah ke jenjang karir berikutnya,.

4. Menjadi Karyawan yang Baik Berarti Mempunyai Hubungan yang Baik

Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja kamu. Salah satu faktor yang mempengaruhi baik buruknya lingkungan kerja adalah hubungan kamu dengan rekan kerja kamu. Mungkin hubungan dengan rekan kerja terlihat sepele bagi sebagian orang, namun hal ini dapat memberikan pengaruh besar bagi kamu.

Jika kamu ingin menjadi karyawan teladan, kamu harus memiliki hubungan yang baik juga dengan rekan kerja kamu. Jangan pernah meremehkan rekan kerja, karena mereka juga merupakan orang yang yang ahli dalam bidang pekerjaan mereka masing-masing. Tetaplah memperlakukan mereka dengan sopan dan hormat.

Bertema dengan semua orang memang disarankan namun jangan terlalu akrab dengan teman kerja yang malas bekerja, sering berpikiran negatif, membicarakan hal buruk orang lain dan tidak hormat. Jika kamu terlalu akrab dengan mereka maka suatu saat kamu bisa menjadi seperti mereka dan tentunya akan mempengaruhi reputasi kamu.

Coba baca juga : 10 Cara Mudah Berteman dengan Rekan Kerja di Tempat Baru.

5. Mempertahankan Reputasi dan Kinerja Kamu

Mempertahankan reputasi dan kinerja kamu wajib kamu lakukan jika ingin menjadi karyawan teladan. Lebih baik lagi jika kamu mampu meningkatkan reputasi dan kinerja kamu.

Mempertahankan reputasi dan kinerja dapat dilakukan dengan selalu datang lebih awal atau tepat waktu ke tempat kerja, menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik mungkin sehingga kamu memiliki histori atau track record yang baik di perusahaan.

Beberapa karyawan yang memiliki kinerja buruk, sering tidak masuk tanpa alasan, menyelesaikan pekerjaan melebihi tenggat waktu maka akan kesulitan untuk mendapatkan promosi bahkan kemungkinan akan diberhentikan.

6. Mampu Memberikan Solusi dari Permasalahan

Setiap perusahaan pasti memiliki masalah yang harus diselesaikan. Beberapa departemen dalam perusahaan sering mengadakan rapat untuk membicarakan dan menyelesaikan masalah tersebut. Hindari berpikiran mengenai masalah tersebut. Ketika rapat, kamu harus menyimak rapat tersebut dengan baik. Cobalah mencari tahu akar dari permasalahan tersebut. Setelah itu berpikirlah mengenai solusi yang bisa dilakukan.

Ketika kamu sedang melakukan rapat dengan atasan dan tekan kerja, usahakan untuk mengajukan usul baik itu mengenai usul penyebab masalah terjadi dan solusinya. Meskipun ada ada nantinya usul kamu tidak selalu dipakai, namun kamu telah berhasil membawa diri kamu sebagai problem-solver, bukan hanya complainer. 

7. Karyawan yang Baik akan Menghindari Gosip

Perusahaan mempekerjakan kamu untuk menyelesaikan pekerjaan, bukan untuk bergosip. Membina hubungan yang baik dengan rekan kerja memang sangat dianjurkan. Akan tetapi, membina hubungan yang baik tersebut tidak selalu dilakukan dengan cara bergosip. Ada banyak topik pembicaraan yang bisa kamu bicarakan.

Kamu harus membatasi diri bergosip dengan rekan kerja pada saat jam kerja. Tidak hanya rekan kerja saja yang suka mengajak bergosip. Terkadang bos juga bisa mengajak kamu bergosip. Tolak dengan halus jika kamu merasa bahwa kalian sudah terlalu lama mengobrol.

Jika kamu mengobrol terlalu lama maka akan berdampak pada pekerjaan kamu. Kamu jadi memiliki waktu yang lebih sedikit untuk menyelesaikan pekerjaan karena waktu kamu tersita untuk bergosip.

8. Megurangi Penggunaan Smartphone

Komunikasi merupakan hal yang penting dalam bekerja. Namun, kamu sebaiknya membatasi diri dalam menggunakan smartphone ketia bekerja. Jika kamu terus-terusan menggunakan smartphone maka kamu bisa tergoda untuk melakukan hal-hal lain di luar pekerjaan dengan menggunakan smartphone kamu. Ingatlah untuk tetap profesional dalam bekerja.

Cobalah menaruh smartphone kamu di laci dan batasi panggilan yang masuk. Ketika sedang melaksanakan rapat cobalah simpan telepon genggam kamu di saku dan perhatikan orang yang sedang berbicara. Beberapa perusahaan telah memberikan telepon kabel pada setiap departemen. Jika kamu ingin berkomunikasi dengan rekan kerja terkait pekerjaan, cobalah melakukan panggilan dengan telepon tersebut.

9. Menjadi Mentor Bagi Karyawan Junior

Seorang karyawan teladan adalah karyawan yang dapat menjadi contoh bagi karyawan lainnya termasuk karyawan junior. Karyawan baru merupakan karyawan yang masih asing dengan pekerjaannya sehingga kamu harus mengambil bagian sebagai mentor yang dapat memberikan arahan dan pelatihan.

Dengan begitu kamu dapat membatu karyawan junior dan meningkatkan reputasi kamu  sehingga kamu akan dicap sebagai karyawan teladan.

10. Peka Terhadap Bahasa Tubuh

Seseorang bisa berkata dengan bahasa tubuhnya, oleh sebab itu selalu amati bahasa tubuh kamu dan orang lain. Jika kamu ingin terlihat berwibawa, kamu dapat berbicara sambil berdiri dengan kaki yang nyaman, bahu tertarik sedikit ke belakang dan dagu sedikit diangkat. Hal ini dapat menambah kepercayaan diri kamu.

Ketika kamu duduk, cobalah duduk dengan punggung yang tegak dan tangan terlihat sehingga menunjukan bahwa kamu karyawan yang profesional dan berwibawa. Jika ada rekan kerja atau atasan yang berbicara, pastikan tatapan kamu terarah pada orang yang sedang berbicara.

Baca Juga : 11 Tips Agar Kamu Diangkat Menjadi Karyawan Tetap.

Itulah 10 cara yang dapat membatu kamu menjadi karyawan yang baik. Menjadi karyawan baik tidak hanya dilihat dari kemampuan dia bekerja namun juga perilaku dia dalam berinteraksi dengan orang lain. Selamat melakukan tips-tips ini semoga kamu bisa menjadi karyawan yang baik.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi