in ,

Tips Menjaga Komunikasi Dalam Hubungan, Jangan Anggap Remeh

Pentingnya Komunikasi Dalam Hubungan
Pentingnya Komunikasi Dalam Hubungan

Komunikasi dalam hubungan adalah kunci kenyamanan untuk menjalankan komitmen bersama. Tapi kabar buruknya, masalah komunikasi dalam hubungan semakin tinggi di kalangan milenial.

Tentu sangat menyedihkan hal ini bisa terjadi pada generasi kita jika melihat betapa canggihnya teknologi saat ini dalam memudahkan semua orang untuk berkomunikasi.

Dan ironisnya lagi, akhir-akhir ini sepertinya sulit menjadi pria yang keren dan bisa membuat pasangan mengerti lewat komunikasi, hal ini tentu saja di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan kita dalam berbahasa baik verbal atau non-verbal.

Dan di satu sisi, wanita juga sering kurang tepat dalam bersikap. Seolah pria bisa selalu mengerti apa yang dimaksud ketika ia tidak mengatakannya secara langsung.

Banyak sekali hal-hal kecil yang bisa menjadi penyebab keretakan dalam hubungan. Apakah itu komunikasi dalam hubungan kamu kurang baik atau kamu yang kurang baik melakukan komunikasi dalam hubungan?

Mari kita lihat solusinya!

1. Komunikasi Dalam Hubungan, Jangan Terlalu Paksakan Untuk Selalu Berdialog Panjang Lebar

Komunikasi Dalam Hubungan, Jangan Paksakan Berdialog Panjang Lebar
Jangan Paksakan Berdialog Panjang Lebar

Sangat membingungkan untuk mencari darimana titik awal permasalahan ini berasal sehingga kita perlu kembali mengingat lagi apa arti dari komunikasi.

Di kutip dari wikipedia indonesia, komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi berupa pesan, ide, dan gagasan dari satu pihak ke pihak lain.

Tapi dalam hakikatnya, suatu proses penyampaian informasi tidak hanya ditunjukkan lewat pesan yang dirangkai dengan kata-kata, ada bahasa-bahasa kode yang sering digunakan untuk komunikasi dalam hubungan.

Salah satunya, DIAM.

Diam tidak selalu berarti hening atau tidak ada apa-apa. Dalam hubungan asmara terkadang diam adalah cara untuk mengatakan sesuatu atau berkomunikasi dalam hubungan.

Tentu saja diam bukanlah hal yang buruk, hanya saja cara ini sulit untuk diartikan dan bisa menimbulkan beragam penafsiran dari pasangan.

Ini masalah klasik paling umum yang sering terjadi, penyebabnya bisa karena seseorang lelah dengan aktivitas sehari-hari, masih sibuk dengan pekerjaan atau mungkin lelah karena tidak pernah didengarkan pasangannya sehingga memilih diam.

Namun terkadang, diam juga bisa menguatkan ikatan koneksi dengan pasangan. Maka saat duduk berdua, kamu tidak harus selalu berdialog membicarakan banyak hal tentang sawah, perkotaan, ikan lumba-lumba atau benua antartika.

Jangan memaksakan diri untuk selalu berdialog ketika mood sedang tidak baik, karena itu bisa menimbulkan percikan api yang membakar emosi.

Cukup dengan duduk dan saling merangkul satu sama lain dalam hening, bersama-sama membaca suatu buku, mendengarkan musik atau menonton film bisa menjadi solusi saat kamu dan pasangan merasa lelah untuk berbicara.

Baca Juga : 5 Tanda Bahwa Selama Ini Pasanganmu Tak Merasa Bahagia

2. Pisahkan Pekerjaan, Pertemanan dan Pasangan

Pisahkan Pekerjaan Pertemanan
Pisahkan Pekerjaan Pertemanan

Seperti harga minyak, mood seseorang begitu cepat berubah-ubah. Beginilah kehidupan, ada saja masalah yang kita hadapi setiap harinya baik dari pekerjaan, pertemanan, dan lain-lain.

Nah, titik awal permasalahan dalam berkomunikasi dengan pasangan terkadang berasal dari kurang bijaknya kita mengkotak-kotakkan masalah yang ada.

Masalah yang kita hadapi di pekerjaan terkadang dibawa-bawa dalam hubungan. Tak masalah jika kamu ingin menceritakan keluh kesahmu tentang stress bekerja kepada pasangan, namun yang menjadi masalah terkadang kita malah mendiamkan pasangan.

Sebelum kamu mendiamkan pasangan tanpa sebab yang tidak diketahuinya, coba bayangkan jika dirimu berada di posisinya.

Atau contoh sederhananya, katakanlah kamu datang ke sebuah cafe namun semua orang diam dan tak ada yang memberikan menu. Lalu kamu memanggil pelayan cafe namun mereka diam saja. Bukankah kamu akan merasa kesal dan meninggalkan tempat itu?

Tentu saja akan menjadi pertanyaan besar disaat kita tidak melakukan kesalahan apa-apa namun orang lain mendiamkan. Begitu pun yang di rasakan oleh pasangan.

Solusinya, cobalah untuk lebih terbuka dengan pasangan. Jika kamu belum siap untuk bercerita, katakan saja “Aku ingin menenangkan pikiran dahulu. Nanti akan ku ceritakan semuanya”

Bukankah itu lebih baik dan mudah dimengerti?

3. Berhenti Membuat Pasangan Cemas Menunggu Kabarmu

Berhenti Membuat Pasangan Cemas Menunggu Kabar
Berhenti Membuat Pasangan Cemas Menunggu Kabar

Di era teknologi ini, berkomunikasi lewat pesan teks tentu sudah melekat dalam diri kita. Disebabkan terlalu aktifnya kita dengan smartphone, kita menjadi lebih mudah cemas saat pasangan tidak memberi kabar.

Ada benarnya jika kamu memilih untuk non-aktifkan smartphone saat bekerja, membaca buku di perpustakaan, beribadah, dan olahraga. Namun masalahnya apakah pasangan tahu apa saja yang kita lakukan ketika tidak bersama?

Meskipun kamu sedang melakukan hal-hal yang benar, tetap saja komunikasi dalam hubungan itu penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Jika kamu tidak memberi kabar kepada pasangan dalam jangka waktu yang panjang, mungkin diamnya kamu akan salah diartikan.

Nah, solusinya lima menit sebelum kamu non-aktifkan smartphone, ada baiknya mengirimkan pesan teks atau menelepon pasangan terlebih dahulu.

Katakan saja seadanya, semisal “Hai, Sayang. Sepertinya aku tidak aktif dalam satu jam ke depan karena ada kegiatan yang ingin ku selesaikan terlebih dahulu. Setelahnya aku akan segera menghubungi kamu.”

Mudah, bukan?

Baca Juga : Pasangan Punya Selingkuhan, 5 Hal ini Yang Sebaiknya Kamu Lakukan

4. Komunikasi Dalam Hubungan Bukan Untuk Adu Argumen

Komunikasi Bukan Tentang Adu Argumen
Komunikasi Bukan Tentang Adu Argumen

Semua orang tampaknya selalu berjuang untuk dimengerti, tetapi sayangnya, orang yang mencintai kita pasti akan mengerti tanpa harus diminta.

Kita saling berasumsi dan beradu argumen dengan pasangan namun tidak menemukan jalan keluar dari permasalahan. Komunikasi dalam hubungan yang awalnya terasa nyaman, sekarang malah jadi membingungkan.

Mungkin kamu sudah berusaha untuk sabar dan tidak berbicara kasar, tapi kurang besarnya hati untuk menyimak membuat kita sama-sama sulit memahami.

Keterampilan mendengarkan yang buruk bisa menjadi penyebab masalah komunikasi dalam hubungan. Seringkali seseorang diam tapi tidak mendengarkan melainkan ia sedang memikirkan argumen apa lagi yang ingin disampaikan.

Lucu, melihat kerasnya hati kita masing-masing!

Bisakah kita menurunkan ego dan mendengarkan baik-baik apa yang ingin disampaikan pasangan disaat kondisi sedang memanas?

Terimalah, sebab tidak ada cara lain selain menurunkan ego agar kita lebih mudah memahami.

5. Terima Kekurangan, Jangan Hanya Mencintai Kelebihannya Saja

Terima Kekurangan dan Kelebihan
Terima Kekurangan dan Kelebihan

Mencintai seseorang dan menjalin hubungan dalam suatu ikatan itu seperti mengupas kulit bawang satu-persatu. Semakin dikupas, semakin pedih di mata. Banyak hal-hal dari terbukanya sebuah kebenaran yang membuat kita tak bisa menahan air mata.

Entah air mata kesedihan atau haru terlalu bahagia, yang jelas cinta itu bukan hanya tentang senyum dan tawa.

Ketika kamu menemukan beberapa kekurangan pasangan setelah lama menjalin hubungan, janganlah cepat-cepat mengambil kesimpulan sendiri.

Ingatlah, komunikasi adalah kunci untuk menjalankan komitmen bersama. Akui kekurangan pasangan dan sebisa mungkin mengatakannya dengan kata-kata yang lembut agar ia bisa memperbaikinya pelan-pelan.

Begitu pun juga, jika pasangan mengatakan sesuatu tentang kekurangan kamu. Akui kurangnya dirimu jika itu benar.

Misalnya, mungkin pasangan mengeluh karena kamu terlalu sibuk, atau mungkin pasangan kadang mengeluh karena kamu terlalu banyak bercanda.

Semua hal bisa dibicarakan bahkan tentang kekurangan pasangan asalkan kita mau saling terbuka. Justeru jika kita hanya memuji kelebihan pasangan setiap hari, sama saja seperti membohongi diri sendiri.

Bicarakan semuanya dan cari jalan keluarnya jika kamu ingin tidur nyenyak malam ini!

Baca Juga : 5 Cara Ampuh Hadapi Rasa Bosan dalam Hubungan Pernikahan

Akhir Kata

Kamu mungkin canggung untuk memulainya tapi kita tidak akan pernah tahu jika tidak pernah mencoba. Jika kamu masih terus mengalami masalah yang kurang baik dalam komunikasi, coba periksa kembali ekspektasimu.

Diam adalah bahasa yang paling sulit untuk dimengerti. Meskipun kita tahu ada suatu pesan yang ingin disampaikan, tetapi percuma saja kalau kita tidak bisa menerjemahkannya kedalam logika.

Demikianlah artikel tentang komunikasi dalam hubungan yang kurang baik. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening