5 Tips Perencanaan Keuangan Untuk Para Pengantin Baru

Perencanaan keuangan disaat awal-awal pernikahan diperlukan untuk mencapai tujuan dan mimpi bersama

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Tips Perencanaan Keuangan Unntuk Pengantin Baru

Dua hal yang seringkali menjadikan seseorang berubah adalah uang dan cinta.

Di era modern ini tak dapat kita pungkiri lagi bahwa rata-rata hubungan berakhir buruk masalah finansial. Mari kita ingat-ingat lagi seberapa keras usaha dalam mengumpulkan pundi-pundi keuangan, tapi apa artinya semua saat kita memiliki cukup banyak uang namun tidak cukup pintar untuk mengelolanya.

Hal-hal baik seringkali datang dari pengetahuan, maka sangat penting untuk mempelajari tentang cara cermat mengatur keuangan.

Terlebih ketika kamu memasuki kehidupan yang baru, yaitu pernikahan. Tentu banyak sekali hal-hal yang mestinya diperbarui untuk menyesuaikan diri dengan hidup yang baru pula.

Namun beberapa orang tetap dengan caranya sendiri dalam mengelola keuangan, tidak memikirkan apa yang diinginkan oleh pasangan, sehingga menimbulkan benih-benih amarah didalam bahtera rumah tangga. Masalah-masalah kecil tentunya akan menjadi api yang besar jika kita tidak segera menanganinya dengan bijak.

Untuk itu ada baiknya, jika kita menjalankan 5 tips perencanaan keuangan bagi pengantin baru.

1. Sejajarkan Sudut Pandang Dengan Pasangan

Sejajarkan Sudut Pandang Dengan Pasangan
Sejajarkan Sudut Pandang Dengan Pasangan

Jika kamu belum pernah mempelajari tentang keuangan sebelumnya, maka sangat penting untuk menjadikan pengalaman sebagai pijakan melangkah kedepan. Namun sebenarnya, cara kita berpikir dan memandang keuangan memang didasari oleh pengalaman, bahkan meskipun kamu sudah banyak belajar teori tentang keuangan.

Apa yang pertama kali terlintas dipikiranmu ketika mendengar “perencanaan keuangan”?

Coba jelaskan kepada pasanganmu apa yang kamu pikirkan tentang rencana keuangan. Berdiskusilah sampai pada titik dimana kamu dan pasangan setuju pada satu sudut pandang. Bicarakan apa yang mungkin dilakukan untuk kedepannya, namun jangan lupa untuk membahas apa yang tidak rasional untuk bisa terwujud.

Bagaimana pun kamu dan pasangan harus menyesuaikan dengan diri masing-masing. Karena perselisihan dalam rumah tangga tentang konflik keuangan seringkali berawal dari kesalahpahaman.

Baca Juga: Sedang Mengumpulkan Biaya Pernikahan? 10 Hal Ini Wajib Diperhatikan

2. Tetapkan Jumlah Uang Yang Harus Disisihkan

Tetapkan Jumlah Yang Harus Disisihkan
Tetapkan Jumlah Yang Harus Disisihkan

Setelah kamu berdiskusi dengan pasangan, pastikan semuanya sudah sependapat. Menetapkan jumlah yang harus disisihkan mungkin suatu hal yang tidak menyenangkan, tetapi itu mudah jika kamu menyesuaikan-nya dengan kemampuan yang ada.

Jangan memaksakan semuanya lebih dari cukup, sederhana saja asalkan tetap stabil, sehingga tidak menjadi bahan perdebatan di kemudian hari. Tetapkan berapa uang yang perlu disisihkan per-bulannya, sehingga kamu lebih mudah mengetahui berapa uang yang bisa dihabiskan untuk belanja harian.

Sebagai pasangan suami-istri, sekarang kamu hidup selayaknya didalam satu kapal sehingga harus selalu siap kapanpun ombak datang. Dengan kata lain, menyisihkan uang perbulannya tidak bisa dianggap sepele.

Karena hal itu sangat berdampak jika saja sesuatu terjadi secara mendadak. Sisihkan saja dulu, tanpa memikirkan rencananya. Karena semua rencana akan mudah dijalankan jika kamu dan pasangan sudah memiliki cukup aset.

3. Tentukan Tujuan Jangka Pendek, Menengah dan Panjang Bersama Pasangan

Tentukan Tujuan Jangka Panjang, Pendek, dan Menengah
Tentukan Tujuan Jangka Panjang, Pendek, dan Menengah

Bicara tentang keuangan bagi pengantin baru bukanlah soal angka, tetapi tentang persetujuan dan keharmonisan. Tentunya hubungan akan langgeng jika didasari oleh cinta, tetapi cinta saja tidak cukup.

Banyak lagi yang perlu kita tambahkan dalam membangun hubungan yang langgeng dan harmonis, salah satunya adalah menyusun rencana yang baik untuk kedepannya.

Kamu ingin tinggal dimana? Rumah seperti apa? Apakah kamu setuju dengan desain minimalis? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Apapun itu, menentukan tujuan bersama pasangan adalah ciri dari hubungan yang langgeng.

Terlebih lagi, saat kita mengetahui apa tujuan pasangan kedepannya akan membantu kita mengatur keuangan. Jadi saat kamu dan pasangan sudah sepaham untuk menjalani kehidupan yang seperti apa kedepannya, itu akan lebih membantu dalam rencana keuangan.

4. Sesuaikan Rencana Dengan Pendapatan

Sesuaikan Pendapatan Dengan Keuangan
Sesuaikan Pendapatan Dengan Keuangan

Bukan hanya menyisihkan uang dan menentukan kemana tujuan uang tersebut, kita juga perlu mengubah dan memperbaruinya. Seiring berjalannya waktu kita pasti mengalami naik dan turun dalam hal finansial.

Maka dari itu ada baiknya jika kamu dan pasangan mengadakan perjanjian minimal seminggu atau sebulan sekali untuk membahas hal ini. Sangat penting untuk menyesuaikan pendapatan terbaru kita dengan rencana-rencana keuangan.

Tanggung jawab yang ada semakin hari semakin berat, maka jujurlah terhadap pasangan kamu. Terbukalah jika pendapatan kamu lebih tinggi dari biasanya, karena kejujuran tentang hal itu sangat memengaruhi keharmonisan dalam hubungan.

Bahkan jujurlah jika kamu mengalami penurunan dalam pendapatan, karena jika tidak maka kamu akan semakin terbebani. Rencanglah seelok rupa dan terus sesuaikan kondisi finansialmu dengan rencana keuangan.

5. Cukupkanlah dan Usahakan Jangan Sampai Berhutang

Hindari Hutang Diawal Pernikahan
Hindari Hutang Diawal Pernikahan

Sebelum melanjutkan, ada baiknya jika kita mengulas kembali poin pertama, yaitu menyatukan pemikiran dan sudut pandang tentang keuangan. Secara transparan kita bisa menyebut bahwa hubungan itu tidak berlandaskan oleh seberapa banyak uang, tetapi seberapa paham dan setujunya pasangan untuk saling memahami.

Dengan kata lain, kamu dan pasangan harus setuju untuk tidak membeli barang-barang yang tidak mampu dibeli, karena mungkin dengan cara itu hubunganmu akan terbebas dari hutang.

Hutang memang menggiurkan, menawarkan kebahagiaan meskipun kita tahu hanya sesaat. Tetapi didalam pernikahan, saat salah satu pihak berhutang maka keduanya harus menanggung sehingga akan sangat tidak adil.

Pada intinya, menjalani kehidupan rumah tangga yang terbebas dari hutang bukan hanya baik untuk finansial, tetapi juga baik untuk keutuhan hubungan kamu.

Baca Juga: Saatnya Mengatur Keuangan Pribadi, Lakukan 6 Hal Ini Agar Kantong Tak Jebol

Kata-kata Penutup,

Rencana-rencana keuangan bisa diatur dan diubah kapanpun, jika kamu dan pasangan sudah sepaham. Menyesuaikan dua kepala dalam satu pemahaman itu sulit, terlebih lagi dalam maslah keuangan, tetapi semuanya akan menjadi mudah jika kamu dan pasangan sama-sama terbuka dan jujur.

Maka untuk membuat perencanaan yang baik, kamu juga perlu mempelajari bagaimana tips mengelola keuangan yang baik, seperti berbagi tanggung jawab dan memahami fokus keuangan dengan cinta.

 

Ilham Damanik
Menulis-Membaca-Bermimpi Read Full Profile