in ,

7 Tips Sederhana Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Tips Sederhana Meningkatkan Komunikasi
Tips Sederhana Meningkatkan Komunikasi

Keterampilan komunikasi merupakan suatu kualitas paling penting yang dibutuhkan dalam berbagai pekerjaan. Bukan hanya itu, kemampuan berkomunikasi pun tentunya dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan.

Jadi pertanyaannya, apakah kamu cukup percaya diri untuk berbaur dengan lingkungan sosial, berbicara di depan umum dan terjun ke dunia kerja tanpa kemampuan berkomunikasi yang cukup baik?

Keterampilan dalam berkomunikasi juga merupakan salah satu aspek penting untuk menjadi seorang pemimpin.

Jika kita memperhatikan para pemimpin perusahan besar dan pemimpin negara-negara di dunia, tentunya kita akan terkesimah melihat kharisma dan cara mereka berkomunikasi.

Maka sangat penting bagi siapapun untuk mempelajari cara berkomunikasi yang baik dan benar. Berikut 7 tips sederhana meningkatkan kemampuan berkomunikasi!

1. Pelajari Bahasa Tubuh atau Non-verbal

Pelajari Bahasa Verbal
Pelajari Bahasa Verbal

Bahasa tubuh atau non-verbal adalah berkomunikasi tanpa kata-kata. menggunakan gerakan tubuh, ekspresi wajah, gerakan tangan, kontak mata, gerakan kepala, nada suara, ketegangan otot dan cara bernapas.

Data statistik mengungkapkan 90% bahasa yang kita gunakan adalah bahasa tubuh. Maka sangat penting agar kita mempelajari dasar-dasar bahasa non-verbal sebelum menjadi pembicara yang hebat.

Menggunakan bahasa non-verbal membuat kita lebih banyak menyampaikan perasaan daripada kata-kata yang diucapkan, sehingga pendengar lebih mudah memahami apa yang kita pikirkan.

Aturan lain dari bahasa tubuh juga pose kita saat duduk maupun berdiri. Saat kita duduk tegak dan menaikkan kepala, secara otomatis orang akan menangkap pesan bahwa kita sedang serius.

Baca Juga : 6 Teknik Berbicara Dengan Klien Agar Lebih Meyakinkan

2. Ketahui Dasar-Dasar Majas atau Gaya Bahasa

Ketahui Dasar Bahasa dan Majas
Ketahui Dasar Bahasa dan Majas

Setiap kalimat yang diucapkan tentu memiliki arti yang berbeda di setiap kepala. Seringkali kita menganggap orang lain sudah paham apa yang kita bicarakan, namun kenyataannya mereka hanya berpura-pura memahami.

Untuk membantu pendengar agar lebih memahami apa yang kita bicarakan, tak cukup hanya sekedar menggunakan bahasa non-verbal seperti gerakan tangan dan lainnya, kita juga perlu menggunakan gaya bahasa yang tepat.

Contohnya majas hiperbola atau melebih-lebihkan. “Ketika aku bertemu dengannya, aku sangat grogi. Tubuhku seperti es yang membeku tapi aku tidak merasa kedinginan. Bahkan bibirku tak bisa berbicara, dan mataku pun tertunduk malu. ”

Coba perhatikan, pesan yang ingin disampaikan dalam contoh kalimat diatas hanya “aku sangat grogi”. Tapi saat kita mengatakannya begitu saja, maka pendengar tidak bisa ikut merasakan kondisi yang dialami ketika seseorang merasa sangat grogi.

3. Santai Saja

Rileks
Rileks

Katakan apa yang ingin kamu katakan. Mungkin di dalam pikiran ada lebih banyak kata-kata yang terlintas daripada yang terucapkan, namun jangan merasa gugup untuk mengatakan apapun yang benar-benar penting untuk dikatakan.

Terkadang kita terlalu memikirkan penilaian orang, sehingga diri sendiri yang menjadi serba salah. Jangan membuat dirimu semakin sulit karena ketakutan yang belum pasti.

Santai saja. Orang-orang tak peduli siapa kamu, jika kamu mengatakan hal yang benar dan jujur maka orang-orang akan menghargai itu.

Kuncinya adalah pemahaman. Saat kita sudah memahami sesuatu, maka tak perlu takut lagi untuk berkata-kata didepan banyak orang.

Orang-orang yang pintar dalam berkomunikasi selalu berkata dengan jelas dan percaya diri. Mereka tetap santai meskipun sedang membahas topik yang berat karena pemahamannya sudah mendalam.

4. Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dengan Mengenali Lawan Bicara

Mengenali Lawan Bicara
Mengenali Lawan Bicara

Salah satu hal yang harus kita pahami dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi adalah mengenali lawan bicara. Hal ini mencakup segala sesuatu didalamnya, seperti:

Tempat mereka berasal, kepribadian, latar belakang, usia, dan kondisi emosi. Sebab sejatinya berkomunikasi bukanlah ajang pamer ilmu dan pengetahuan.

Segala yang kita ucapkan meskipun itu penuh dengan ilmu tidak akan ada gunanya jika pendengar tidak paham apa yang kita bicarakan. Maka sangat penting untuk mengenali lawan bicara sebelum berkomunikasi.

Sebab lawan bicaralah yang menentukan kita harus berbicara seperti apa, dengan gaya bahasa apa dan bagaimana cara kita menyampaikannya, sehingga percakapan menjadi lebih efektif.

Jika kamu ingin pendengar lebih paham dengan apa yang kamu bicarakan, coba tatap matanya dan ulangi apa yang sudah kamu sampaikan. Hal itu sedikitnya bisa membantu orang lain memahami.

5. Belajar Mengatur Emosi Saat Berbicara

Belajar Mengatur Emosi Saat Berbicara
Belajar Mengatur Emosi Saat Berbicara

Seberapa sering kamu mengatakan sesuatu yang akhirnya menjadi penyesalan kemudian?

Menggunakan emosi ketika berkomunikasi itu sangat penting, namun bahaya jika emosi sudah sepenuhnya menguasai pembicaraan. Perhatikan bagaimana kondisi dirimu saat berbicara, atur dengan baik dan tetaplah jaga emosi itu.

Emosi yang kamu alami memengaruhi bagaimana orang lain memahami. Jadi, pada akhirnya mengatur emosi kita sendiri saat berbicara secara otomatis berpengaruh pada emosi orang lain yang mendengarkan.

Jangan biarkan emosi yang mengambil alih. Maka semisal ketika berbicara kamu mengingat suatu kisah yang menyedihkan dan kamu merasa sedih mengingat itu, caranya tetaplah sadar bahwa ada orang lain yang sedang ingin mendengarkannya.

Jika kamu terhanyut oleh emosi yang kamu alami sendiri, maka bersiaplah mengatakan sesuatu yang mungkin akan kamu sesali kemudian hari.

6. Pelajari Seni Mengatur Waktu Saat Berbicara

Pelajari Seni Timing Berbicara
Pelajari Seni Timing Berbicara

Berkomunikasi bukan hanya sekedar bahasa verbal atau apa yang diucapkan saja, tetapi juga suasana. Maka sangat penting untuk mempelajari seni mengatur waktu saat berbicara.

Atur waktunya kapan harus serius, kapan harus bercanda, kapan bicara dan kapan mendengarkan. Ketahuilah, orang-orang yang cerdas dalam berkomunikasi sudah mengkonsep semua itu sebagus mungkin.

Semisal, saat berbicara tentang topik yang berat, aturlah waktu yang tepat untuk memberikan sedikit sentuhan humor di dalamnya. Lalu, jangan biarkan suasana terlalu lama menjadi ringan dan santai, segera atur kembali pada topik pembicaraan.

Dan satu hal yang tidak kalah penting, atur waktu agar pendengar juga aktif dalam komunikasi, salah satu caranya adalah dengan memberikan pertanyaan.

Jika kamu sudah menguasai seni mengatur waktu dalam berkomunikasi, maka dapat dikatakan bahwa kamu sudah menjadi pembicara yang baik di depan umum.

7. Tingkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dengan Mendengar

Rajinlah Mendengar
Rajinlah Mendengar

Beberapa percakapan membuat kita merasa puas menghabiskan waktu. Sementara sebagian percakapan lagi membuat kita merasa telah membuang-buang waktu saja.

Maka sangat penting untuk membuat percakapan menjadi berkualitas dengan mengurangi kesibukan masing-masing. Seperti saling meletakkan smartphone dan mulai menjadi pendengar yang baik.

Ingat! Semakin baik kamu mendengarkan, semakin baik pula kamu berkomunikasi.

Ketika orang lain sedang berbicara buatlah mereka merasa dihargai. Perhatikan dengan cermat apa yang orang lain bicarakan, perhatikan bahasa tubuhnya dan rasakan emosi yang ia tampilkan.

Semakin dalam kamu memperhatikan, maka semakin paham kamu isi dari apa yang orang lain bicarakan sehingga pembicaraan lebih tersambung dan berkualitas.

Baca Juga : Tips Menjaga Komunikasi Dalam Hubungan, Jangan Anggap Remeh

Akhir Kata

Teruslah belajar meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan baik, ada banyak sumber lain yang bisa kita jadikan tempat untuk menggali ilmu seperti buku, youtube, kelas private dan lainnya.

Semuanya jelas butuh komunikasi yang baik. Seperti komunikasi dalam hubungan, komunikasi dengan bos, komunikasi dengan konsumen dan sebagainya.

Dan kita tahu, pada akhirnya semua yang terlihat baik tentu tidak akan diterima dengan baik jika tidak disampaikan dengan komunikasi yang baik.

Sekianlah artikel tentang 7 Tips Sederhana Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi. Semoga bermanfaat!