in , ,

Toxic People, Ciri dan Cara Menyikapinya Agar Tetap Positif

Toxic People

Toxic people adalah sebutan bagi orang yang memiliki perilaku “beracun” terhadap orang lain di sekitarnya. Mengapa sebutan beracun ini melabeli diri individu? Karena seseorang yang termasuk pada toxic people akan menebarkan hal negatif bagi lingkungannya.

Orang seperti ini akan ada di mana saja, kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Bahkan mungkin Anda sendiri tidak sadar bahwa Anda adalah toxic people di lingkungan.

Seseorang yang memiliki sikap ini cenderung akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain secara fisik dan emosional. Berada di dekat toxic people akan membuat Anda lebih mudah lelah dan sensitif.

Anda akan merasa apapun yang dilakukan dengannya justru makin menyerap energi yang anda. Sehingga Anda tidak nyaman berlama-lama berada pada satu area dengan orang tersebut.

Pasalnya orang dengan perilaku ini dalam melakukan apapun setiap harinya hanya memikirkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Mereka cenderung kurang dapat berempati dan bersimpati terhadap orang lain.

Parahnya lagi, orang dengan perilaku ini mampu untuk memanipulasi orang lain demi mencapai keinginannya. Hal ini tentu akan mengganggu orang-orang yang berada di sekitarnya bukan.

Untuk dapat mengetahui apakah orang di sekitar Anda ini termasuk dalam kategori toxic people atau bahkan Anda sendiri yang termasuk di dalamnya, simak ciri-cirinya berikut ini.

Menyukai Kesenangan

Menyukai Kesenangan
Menyukai Kesenangan

Toxic people memiliki ciri khas yakni hanya menyukai kesenangan untuk dirinya sendiri saja. Jika ia merasa suatu keadaan dapat diakali untuk menguntungkannya, maka dia akan melakukannya.

Tetapi mereka tidak akan ada ketika Anda membutuhkannya.

Mereka hanya senang ketika Anda hadir untuk membantunya, namun tidak sebaliknya. Bukan tidak mungkin mereka akan mengungkit kejadian di mana mereka telah membantu Anda di masa lalu secara continue.

Misalnya ketika ia sedang membutuhkan uang atau membutuhkan teman untuk jalan-jalan, ia akan membuat Anda untuk meminjamkannya atau menemaninya. Namun ketika Anda membutuhkan hal yang sama dan meminta bantuan kepadanya, ia akan cenderung tidak membantu.

Uniknya lagi ketika mereka meminta bantuan dan Anda tidak membantunya, maka ia akan merasa Anda tidak peduli terhadapnya.

Namun sekalinya mereka berbuat kebaikan pada Anda, ia akan mengungkitnya terus menerus. Sungguh membuat kesal bukan.

Kurang Berempati dan Bersimpati

Kurang Berempati
Kurang Berempati

Pemahaman akan suatu kondisi orang lain cukup penting agar dapat saling tolong menolong. Adanya empati dan simpati membuat manusia dapat memahami dan merasakan dengan baik apa yang orang rasakan.

Berbeda dengan toxic people, orang dengan sikap ini tidak akan bisa memahami dan mengerti situasi Anda. Misalnya pada poin pertama diatas, mereka tidak akan bisa memahami mengapa Anda tidak membantunya dengan meminjamkan uang.

Padahal keuangan Anda sedang sulit dan harus membayar berbagai macam tagihan. Toxic people tidak akan paham akan hal ini. Mereka hanya menginginkan bantuan dari Anda tanpa memikirkan situasi apa yang sedang Anda hadapi.

Contoh lainnya adalah ketika Anda sedang menceritakan beragam masalah kepada orang tersebut. Bukannya semangat dan dihibur, Anda justru akan dihakimi dan disalahkan mengapa Anda bisa terjerumus pada hal tersebut.

Padahal tidak setiap cerita Anda membutuhkan solusi dari orang lain. Anda hanya ingin ditenangkan dan dihibur, malah Anda akan dihakimi dan dituding ini itu. Tentu rasanya tidak akan nyaman bercerita dengan toxic people yang tidak memiliki empati dan simpati ini.

Lebih Suka Mengontrol dan Memanipulasi Demi Mencapai Tujuan

Manipulatif dan Mengontrol
Manipulatif dan Mengontrol

Ada ciri yang lebih menyebalkan lagi dari toxic people. Mereka cenderung manipulatif karena suka memegang kontrol dari orang lain. Ketika mereka memiliki tujuan atau keinginan tertentu, mereka akan berusaha keras sampai memanipulasi Anda untuk mencapai tujuannya.

Bahkan orang dengan perilaku ini akan mudah sekali berbohong dan akan melontarkan seribu alasan apabila kebohongannya terdeteksi. Sisi manipulatifnya terletak pada sikapnya yang dapat membuat Anda seolah berhutang kepadanya.

Sikap seolah Anda berhutang kepadanya ini dalihnya adalah untuk menyelamatkan diri Anda.

Misalnya ketika Anda sedang berjerawat cukup banyak dan ia mengatakan dengan kalimat “jarang rawat muka ya”.

Kalimat ini akan membuat Anda sakit hati, tetapi toxic people akan berdalih bahwa ini alasan agar Anda mau merawat diri terutama wajah. Padahal mungkin jerawat Anda muncul karena hormon, bukan karena jarang dirawat.

Jika dibiarkan hal ini akan memicu perilaku kurang menyenangkan lainnya yang tingkatannya lebih parah dari yang sudah-sudah.

Pasangan adalah pribadi yang memiliki intensitas interaksi yang cukup tinggi dengan Anda. Tidak hanya teman atau keluarga, pasangan juga kerap melakukan tindakan-tindakan toxic didalam hubungan. Beberapa artikel dibawah ini saya sarankan untuk anda pelajari.

Tidak Pernah Meminta Maaf karena Merasa Benar

Tidak Pernah Meminta Maaf
Tidak Pernah Meminta Maaf

Meminta maaf adalah hal yang lumrah ketika seseorang melakukan kesalahan. Namun hal ini tidak berlaku bagi toxic people. Selain sikapnya yang manipulatif dan merugikan banyak orang, toxic people tidak akan pernah meminta maaf atas apa yang mereka lakukan.

Hal ini karena mereka merasa apa yang mereka lakukan adalah yang paling benar. Mereka cenderung playing victim agar dapat mencapai tujuannya dengan mudah. Merasa bahwa mereka adalah korban ketika disalahkan akan sesuatu hal yang memang salah.

Ketika mereka ditimpa masalah, mereka akan cenderung menyalahkan orang lain. Sebisa mungkin mereka akan berusaha untuk terhindar dari masalah sehingga tidak perlu untuk meminta maaf.

Ini jelas akan merugikan pekerjaan yang dilakukan dalam tim. Meskipun ada kalanya mereka meminta maaf, mereka tidak meminta maaf dengan perasaan yang benar-benar tulus.

Meremehkan Orang Lain

Meremehkan Orang Lain
Meremehkan Orang Lain

Sudah jelas toxic people akan lebih sering meremehkan orang lain. Perilaku ini akan muncul ketika Anda mencapai suatu tujuan, misalnya Anda achieve target penjualan terbaik bulan ini atau mampu menyelesaikan persoalan yang rumit.

Ia akan mencari kesalahan dan membandingkan dengan kasus lain yang serupa dengan sudut pandang negatif. Bahkan toxic people bisa saja menjatuhkan diri Anda karena tidak senang dengan hasil yang telah Anda raih.

Ketika toxic people melakukan ini, ia juga akan mencoba merasionalisasi kesalahan orang lain. Mereka berdalih banyak orang lain yang mengkritik orang sukses, jadi tidak salah jika ia juga mengkritik Anda.

Jadi toxic people merasa apa yang ia lakukan juga banyak dilakukan oleh orang lain dan Anda harus terima akan hal itu.

Sikap meremehkan orang lain dapat menyebabkan perilaku bullying. Apa saja penyebabnya ? Anda dapat mempelajari 9 Faktor Penyebab Seseorang Memiliki Perilaku Bullying.

Cara Menyikapi Toxic People

Cara Menyikapi Toxic People
Cara Menyikapi Toxic People

Anda tentu tidak bisa menghindari toxic people baik itu di tempat kerja, pertemanan hingga keluarga. Jika di tempat kerja dan pertemanan Anda masih bisa menghindarinya, tentu akan sulit jika berada pada keluarga.

Lalu apa yang bisa dilakukan ketika Anda menghadapi hal ini dan tidak bisa menghindarinya?

Sebaiknya hindari permainan toxic people yang akan membuat drama seolah mereka adalah korban. Hal ini akan membuatnya menjadi lebih parah lagi dan dilakukan terus menerus.

Anda juga sebaiknya berani untuk berkata tidak jika memang tidak dalam kondisi dapat membantunya. Misalnya pada pekerjaan di mana ia berdalih akan sibuk ada acara sehingga tidak bisa mengerjakan bagiannya. Anda harus berani untuk menolaknya, karena sekalinya Anda terima mereka akan merasa bahwa Anda dapat dimanipulasi dan mereka akan melakukannya terus menerus.

Jika Anda tidak bisa berbicara pada toxic people, Anda bisa membuat batasan dari komunikasi dan interaksi.

Anda dapat membatasi komunikasi dengan toxic people jika memang tidak ada yang harus dibicarakan. Selain itu Anda juga bisa meminimalisir interaksi dengan mereka baik itu via dunia maya, chatting, telepon ataupun bertemu langsung agar Anda tidak ikut menjadi orang yang negatif.

Karena toxic people akan terus ada dalam kehidupan ini, ada baiknya jika Anda yang melakukan upaya untuk menghindarinya agar tetap sehat mental dan menjadi pribadi yang positif.

Baca Juga : 6 Tips Menghadapi Orang Tua Toxic, Biar Gak Dicap Durhaka

Membangun personal boundaries terhadap orang-orang disekitar sangat diperlukan agar anda meminimalisir dampak negatif yang akan anda rasakan. Kita tentu saja tidak dapat mengontrol hal-hal buruk yang ada di lingkungan, tetapi kita dapat mengontrol sikap dan batasan kita dalam berinteraksi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.