in ,

Toxic Relationship: 6 Tanda Kamu Dipermainkan Pasangan

Toxic Relationship
Toxic Relationship

Hal terburuk dari toxic relationship adalah tidak menyadari bahwa hal itu sedang terjadi dalam hubungan kita.

Benar kata orang bahwa cinta itu buta. Sampai-sampai beberapa orang rela mengorbankan banyak hal untuk pasangan.

Jadi coba pikir-pikir lagi. Mungkin selama ini kamu terlalu mencintai pasangan sehingga tidak menyadari bahwa kamu hanya dimanfaatkan.

Jika benar seperti itu, maka sekarang saat yang tepat untuk menyadari dan mulai memperbaikinya.

Dan sebelum kita mengambil tindakan yang jelas, ada baiknya kita mengetahui 6 tanda bahwa pasanganmu seorang yang toxic.

1. Mereka Membuatmu Seolah Bertanggung Jawab Atas Segala Masalahnya

Membuatmu Bertanggung Jawab Atas Kesalahannya
Membuatmu Bertanggung Jawab Atas Kesalahannya

Pasangan yang toxic adalah mereka yang hebat dalam memanipulasi masalah. Mereka membuat kesalahan, lalu menyudutkan kamu sebagai penyebab masalahnya.

Dan tak hanya cukup sampai disitu, pasangan seperti ini juga akan selalu membuat kamu seolah bertanggung jawab atas segala masalahnya.

Semisal hal-hal sederhana seperti ketika kencan, ia lupa membawa dompet lalu disaat itu dia menyalahkan kamu dengan berbagai alasan. Seperti, “Gara-gara kamu nih aku buru-buru jadi lupa bawa dompet!”

Mungkin ini hanya contoh kecil saja. Tetapi kita perlu waspada bahwa terkadang masalah sepele seperti ini bisa berujung menjadi besar.

Dan sulit untuk bisa mengubah keadaan ini, maka sebelum membawa masalah yang lebih besar ada baiknya kamu keluar dari hubungan seperti ini.

2. Berusaha Memainkan Perasaanmu Dengan Berbagai Trik

Mempermainkan Perasaanmu
Mempermainkan Perasaanmu

Seorang pasangan yang toxic tidak selalu mereka yang kasar dalam berbicara. Kini yang lebih berbahaya adalah mereka yang berkata-kata manis untuk mempermainkan perasaan.

Dengan kata-kata manisnya orang ini berusaha untuk membuatmu melakukan apa yang ia inginkan dan tak akan pernah puas sampai kamu mau mengesampingkan hal penting dalam hidupmu untuk dirinya.

Tak cukup sampai disitu saja, mereka juga pandai mempermainkan perasaanmu di kondisi yang buruk. Semisal saat kamu dan dia sedang bertengkar, maka jurus yang ia punya adalah diam.

Mungkin diam memiliki kesan yang baik bagi sebagian orang, karena dengan cara itu kita bisa lebih jernih dalam berpikir. Tetapi ini berbeda, sebab orang ini diam dengan tujuan untuk menghukum pasangannya.

Cara ini dilakukan agar kamu merasa bersalah dan meminta maaf padanya.

Tentunya hal-hal seperti ini hanya akan menjadi toxic relationship, sebab kamu akan terus merasakan sesak dalam hati akibat tingkahnya.

3. Kamu Tak Boleh Berkata “TIDAK”

Kamu Tak Boleh Berkata Tidak
Kamu Tak Boleh Berkata Tidak

Dia ingin mengobrol denganmu via telepon, tetapi kamu sedang sibuk. Lalu ia marah karena kamu menolak keinginannya. Apakah itu sehat?

Kunci hubungan yang harmonis adalah saling memahami. Dan terus terang saja, berhentilah mengharapkan hubungan yang harmonis jika kamu masih bersama pasangan yang toxic.

Komunikasi adalah kunci penting dalam hubungan, tetapi kita juga perlu memahami situasi dan kondisinya serta seberapa pentingkah topik yang akan dibahas.

Nah, kita seringkali meng”iya”kan apa yang diinginkan pasangan meskipun hal itu akan membuat diri sendiri kewalahan.

Ironisnya, banyak pasangan masa kini mengharamkan kata “tidak” karena khawatir dianggap tidak cinta. Padahal cinta tidak berarti selalu menuruti apa yang diinginkan pasangan, di dalam cinta juga ada yang namanya saling pengertian.

4. Pasangan Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Toxic Relationship Membuatmu Meragukan Diri Sendiri
Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Tipe pasangan yang seperti ini membuat kita seolah-olah tidak bisa berpikir sendiri. Mungkin awalnya kamu melihat bahwa pasangan adalah seorang pahlawan super yang selalu menolongmu disaat kamu butuh.

Tetapi pada kenyataannya, semua itu dilakukan agar kamu mengikuti apa yang ia katakan.

Mereka akan menunjuk bahwa apa yang kamu lakukan salah lalu menunjukkan cara yang terbaik menurutnya. Mereka pun membantumu sehingga kamu beranggapan bahwa ia memang yang terbaik.

Namun seiring waktu berlalu, kamu dijadikan seperti anak kecil yang harus selalu menurut apa katanya. Kata-katanya semakin lama semakin membuat kamu yakin kepadanya namun sekaligus meragukan diri sendiri.

Nah, keraguan dalam hubungan sebenarnya wajar kamu rasakan. Coba baca: Tak Perlu Khawatir, 6 Keraguan Ini Wajar Kamu Rasakan Ketika Jalani Hubungan.

5. Melakukan Pasif-Agresif Dalam Hubungan

Terlalu Banyak Pasif-Agresif
Terlalu Banyak Pasif-Agresif

Dia menginginkan sesuatu tetapi tidak bisa mengatakannya kepadamu secara langsung. Jadi ia melakukan pasif-agresif agar kamu meng”iya”kannya lagi.

Cara-cara yang dilakukan sangatlah halus dan penuh penyamaran. Semisal, mereka ingin pergi keluar tanpa kamu tetapi tak ingin mengatakan langsung kepadamu. Maka ia akan melakukannya dengan kata-kata semisal:

“Sepertinya kamu kelelahan, sayang. Kamu istirahat dirumah aja ya.”

Tidakkah kamu sadari bahwa kalimat itu terdengar sangat manis, tetapi sayangnya ada kebohongan putih yang hampir tak terlihat disana.

Ironisnya, banyak orang tidak menyadari apa yang sedang ia lakukan adalah menyakiti hati pasangan.

Dan bahkan tidak juga menyadari bahwa terkadang sumber masalah dalam hubungannya adalah sifat pasif-agresif dan manipulatif ini.

Coba pelajari 5 Ciri Ini Menunjukkan Pasanganmu Seorang Drama Queen.

6. Taktik Manipulasi Lewat Media Sosial

Toxic Relationship - Taktik Manipulasi Media Sosial
Taktik Manipulasi Media Sosial

Kamu bertengkar dengannya, lalu ia memposting foto seorang pria atau wanita lain di status media sosialnya. Tentu hatimu akan sakit bukan? Atau setidaknya hal itu akan membuat kamu bereaksi kepadanya.

Jika pasangan menggunakan media sosial untuk memanipulasi kamu, maka jelas tujuannya adalah membuat kamu cemburu, marah, menjatuhkanmu serta merasa bersalah.

Hal ini juga ditandai dari konteks masalahnya seperti apa. Semisal jika ia sedang butuh bantuanmu lalu kamu tidak bisa membantunya, mungkin ia akan membuat postingan pada status dengan kata-kata seperti:

“Jika kamu tidak ada di kondisi terburukku, jangan harap aku ada untukmu di kondisi ku yang terbaik”

Mungkin apa yang ia tunjukkan di media sosial membuat kamu merasa bersalah atau lainnya, tetapi abaikan saja, sebab hal itu dilakukannya dengan ego dan emosinya saja tanpa memikirkan perasaanmu.

Sebelum itu, ingat kembali bagaimana hubunganmu diawal. Coba baca Baru Kenal Si Dia Sudah Jatuh Cinta? Hati-hati Terkena Love Bombing.

Akhir Kata

Ada banyak alasan hubungan berakhir dan salah satunya tentu saja pasangan yang toxic.

Mungkin akan terasa menyakitkan ketika kita berpisah dengan orang tercinta, tetapi akan lebih menyakitkan jika kita mempertahankan toxic relationship dalam waktu yang lama.

Cinta terkadang dipenuhi kebohongan putih. Cinta juga terkadang dipenuhi dengan manipulasi kecil yang kotor. Dan dari yang sudah-sudah, cinta saja tidak cukup!

Kita perlu memikirkan dampak yang lebih besar daripada sekedar memikirkan cinta saja. Akhir kata, sekianlah artikel tentang tanda bahwa kamu terjebak dalam toxic relationship. Semoga bermanfaat!