in

6 Hal yang Kerap Menjadi Ujian dalam Hubungan Pernikahan

Ujian Dalam Rumah Tangga
Ujian Dalam Rumah Tangga

Pernikahan adalah impian banyak orang, terlebih jika bisa menikah dnegan orang yang benar-benar dicintai. Pasti kamu pun akan beranggapan bahwa kehidupanmu akan dipenuhi banyak kebahagiaan dengan menikahi orang yang kamu sayang.

Siapa bilang kebahagiaan sudah terjamin saat kamu sudah menikah dengan orang yang kamu cintai. Kamu salah jika berpikir demikian.

Nyatanya ujian dalam hubungan tidak pernah berhenti meski kamu sudah menikah sekalipun. Justru ujian yang kamu hadapi saat sudah berumah tangga biasanya semakin berat saja.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menikah adalah jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi tentu tidak hanya kebahagiaan saja yang ada di dalamnya, melainkan juga ada banyak ujian yang harus kamu atasi dengan baik.

Kehidupan pernikahan bukan suatu hal yang mudah untuk kamu jalani. Kamu harus menyiapkan mentalmu sendiri untuk menghadapi segala cobaan atau ujian yang mungkin akan datang silih berganti dalam kehidupan pernikahanmu.

Untuk kamu yang sudah menikah, berikut ini adalah 6 hal yang kerap menjadi ujian pernikahan. Mungkin ada salah satu di antaranya yang juga pernah atau sedang kamu hadapi saat ini.

1. Masih Belum Bisa Menyesuaikan Diri dengan Kebiasaan Satu Sama Lain

Belum Bisa Menyesuaikan Diri
Belum Bisa Menyesuaikan Diri

Menjalin hubungan pacaran sebelum menikah nyatanya tidak bisa membuatmu secara penuh mengenal semua kebiasaan pasanganmu. Karena pada umumnya masalah penyesuaian diri pada kebiasaan satu sama lain juga ada dalam kehidupan rumah tangga.

Pasti akan ada saja kebiasaan baru yang kamu ketahui tentang pasanganmu.

Jika sudah seperti ini, kamu harus bisa menerima semua kebiasaan pasanganmu, baik itu kebiasaan yang positif maupun negatif karena pada dasarnya pernikahan  juga tentang menerima pasangan dengan apa adanya.

Baca Juga : Cara Membuat Hubungan Pernikahan Suami-Istri Semakin Kuat

2. Adanya Masalah Keuangan

Masalah Keuangan
Masalah Keuangan

Masalah finansial menjadi salah satu masalah yang penting untuk diselesaikan dengan baik. Bahkan urusan ini biasanya mulai mengganggu setelah pasangan menikah.

Sebagai kepala rumah tangga, suami memiliki kewajiban untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya.

Baik istri maupun suami juga harus bisa menyelesaikan masalah finansial ini tanpa meminta bantuan orang tua. Karena setelah menikah, sudah seharusnya suami istri bisa hidup mandiri dan tidak lagi menggantungkan diri pada orang tua.

3. Perdebatan tentang Peran Suami Istri

Perdebatan Peran Suami Istri
Perdebatan Peran Suami Istri

Saat kamu menikah, seharusnya kamu dan pasangan sudah paham apa saja yang harus dilakukan sebagai suami istri.

Jangan sampai urusan rumah tangga justru menjadi perdebatan. Istri ingin menjadi wanita karir, sedangkan suami ingin sang istri menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Hal seperti ini harus dibicarakan secara baik-baik.

Sebagai suami, tidak seharusnya memaksakan kehendak kepada istrinya. Urusan rumah tangga sebenarnya bisa kok dilakukan bersama, termasuk urusan mengurus anak.

Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, baik istri maupun suami bisa saling membantu dalam menyelesaikan semua pekerjaan.

Jika istri memang bersedia menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, suami juga harus tetap membantu dalam urusan rumah tangga sepulang bekerja dan pada hari libur.

Baca Juga : 5 Tips Menjalankan Pernikahan yang Harmonis dan Bertahan Lama

4. Komunikasi yang Tidak Baik antara Suami Istri

Komunikasi Yang Tidak Baik
Komunikasi Yang Tidak Baik

Sama halnya dengan hubungan pacaran, hubungan suami istri juga harus ditunjang dengan komunikasi yang baik antara satu sama lain. Komunikasi yang tidak baik akan menjadi sumber masalah dalam hubungan pernikahan.

Selain itu, komunikasi juga menjadi kunci hubungan keluarga yang baik. Jika komunikasi yang terjalin antara suami istri cukup buruk, maka akan muncul berbagai masalah karena adanya kesalahpahaman antara satu dengan yang lainnya.

Untuk itu, kamu harus benar-benar menjaga komunikasimu dengan pasangan, ya.

5. Urusan Ranjang Juga Terkadang Menjadi Penyebab Pertengkaran

Urusan Ranjang
Urusan Ranjang

Tidak bisa dipungkiri, setelah menikah, urusan ranjang memang terkadang juga menjadi masalah. Terlebiih jika usia pernikahan sudah cukup lama. Biasanya akan ada kebosanan dari masing-masing dalam melakukan hubungan intim.

Nah, untuk mengatasi hal ini, tentu komunikasi antara satu sama lain harus berjalan dengan lancar. Satu sama lain harus mengerti apa yang kurang dan apa yang harus diperbaiki dalam urusan ranjang agar rasa bosan tidak sering muncul.

Kedua pihak harus bisa merasakan kepuasan dan kesenangan, bukan justru rasa bosan atau kejenuhan dalam urusan yang satu ini.

Baca Juga : 5 Tips Menjadi Istri yang Baik, Bekal Bagi Wanita Sebelum Menikah

6.  Ada Saja Campur Tangan Keluarga Besar dalam Masalah yang Ada dalam Rumah Tanggamu

Campur Tangan Keluarga
Campur Tangan Keluarga

Sebenarnya setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Hanya saja, terkadang cara orang tua dalam menunjukkan rasa sayangnya sedikit salah. Terlebih saat anaknya sudah memiliki rumah tangganya sendiri.

Campur tangan orang tua dalam urusan rumah tangga biasanya memang menjadi masalah bagi pasangan suami istri. Tak jarang orang tua menuntut anaknya untuk menjadi apa yang orang tua inginkan.

Misalnya saja, orang tua ingin anaknya bekerja di tempat A atau tinggal di tempat B.

Sebagai anak, kamu harus bisa memakhlumi maksud orang tua maupun mertuamu. Bicarakan baik-baik dengan mereka jika ada kemauan mereka yang tidak sesuai dengan keinginanmu maupun pasanganmu.

Tapi usahakan untuk membicarakannya dengan baik dan jangan sampai menyakiti hati mereka.

Baca Juga : 5 Cara Ampuh Hadapi Rasa Bosan dalam Hubungan Pernikahan

Itulah 6 hal yang sering datang untuk menguji kehidupan pernikahan sepasang suami istri. Kamu harus bisa menghadapinya dengan emosi yang terkontrol. Komunikasimu dengan pasanganmu juga harus kamu jaga dengan baik agar segala ujian yang datang bisa kalian selesaikan bersama dengan cara terbaik.

Pernikahan adalah jenjang sakral. Kamu tidak hanya menyatukan dirimu dengan pasanganmu saja, melainkan juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda. Jadi wajar jika beban yang harus kamu hadapi juga akan lebih berat dibandingkan saat kamu masih pacaran dulu.

Written by Dina Novia

Lahir dengan hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.