in , ,

8 Waktu yang Tepat Bagi Karyawan Dalam Mengambil Cuti

Waktu Yang Tepat Mengambil Cuti

Salah satu hal yang sering membuat karyawan bingung adalah kapan waktu yang tepat karyawan mengambil cuti. Setiap pekerja yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun akan mendapatkan hak cuti. Cuti adalah hal yang sangat berharga sehingga tidak boleh disia-siakan karyawan.

Oleh sebab itu banyak yang masih bingung menentukan kapan waktu yang tepat karyawan harus mengambil cuti.

Hak cuti diberikan kepada karyawan karena karyawan bukanlah robot yang harus terus bekerja, mereka juga butuh istirahat.

Oleh sebab itu jika kamu masih bingung mengenai kapan sebaiknya mengambil cuti dari pekerjaan, bisa simak di artikel ini.

1. Karyawan Mengambil Cuti Ketika Pekerjaan Tidak Kunjung Selesai

Memiliki pekerjaan yang belum terselesaikan belum tentu kamu lambat dalam bekerja sehingga kamu membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Ada beberapa hal yang apat menyebabkan pekerjaan kamu tak kunjung selesai, salah satunya adalah pekerjaan kamu yang terlalu banyak dan datang silih berganti.

Ketika kamu sudah menyelesaikan suatu pekerjaan ada banyak pekerjaan lain yang sudah mengantre minta untuk diselesaikan.

Hal lain yang menyebabkan pekerjaan kamu menumpuk adalah ketika kamu sedang mengerjakan suatu pekerjaan, sudah ada pekerjaan yang datang dan minta untuk diselesaikan.

Oleh sebab itu, semakin lama pekerjaan-pekerjaan akan menumpuk dan membuat kamu harus menambah jam kerja atau lembur untuk menyelesaikannya.

Jika kamu adalah pekerja baru mungkin memiliki pekerjaan yang banyak adalah hal yang menantang dan kamu bersemangat untuk menyelesaikannya. Akan tetapi jika kamu sudah lama bekerja di perusahaan tersebut tentunya hal tersebut akan membuat jenuh dan stress.

Pekerjaan baru pun jika harus lembur terus menerus untuk menyelesaikan pekerjaan maka lama kelamaan akan stress serta jenuh karena harus mengerjakan rutinitas pekerjaan yang berpola terus menerus.

Jika karyawan merasa pekerjaan  tidak kunjung selesai maka itulah waktu yang tepat karyawan harus mengambil cuti. Kamu perlu beristirahat yang cukup dan refreshing. Hal tersebut bertujuan supaya ketika kamu kembali bekerja kamu akan siap bekerja dengan pikiran dan tubuh yang segar.

2. Tidak Dapat Mengontrol Emosi

Menjaga komunikasi antar rekan kerja adalah hal yang wajib dilakukan supaya tercipta lingkungan kerja yang nyaman. Salah satu cara untuk menjaga komunikasi agar berjalan dengan baik yaitu kamu harus pandai mengontrol emosi. Janganlah jadi pribadi yang mudah tersinggung lalu marah.

Jika kamu merasa belakangan ini mudah marah dan tersinggung padahal bisanya kamu mudah mengontrol emosi, bisa jadi kamu sedang mengalami stress. Salah satu pemicu stress yaitu berasal pekerjaan kamu.

Kamu memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan deadline yang sudah dekat. Selain itu, stress juga bisa disebabkan karena hasil pekerjaan kamu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Oleh sebab itu kamu sulit mengontrol emosi lalu mudah marah dan tersinggung.

Sulit mengontrol emosi dapat merugikan diri kamu sendiri dan perusahaan. Oleh sebab itu, salah satu waktu yang tepat karyawan mengambil cuti adalah ketika seorang karyawan sulit mengontrol emosi. Mengambil cuti dapat membuat kamu lebih tenang dalam menghadapi masalah.

3.  Selalu Teringat Pekerjaan

Pernahkah kamu selalu teringat-ingat oleh suatu pekerjaan bahkan ketika kamu sedang tidak berada di kantor? Ketika kamu pulang kerja, di rumah atau kos, ketika makan selalu terbayang-bayang pekerjaan kamu. Bahkan ketika kamu ingin tidur, kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dihantui oleh pekerjaan.

Jika kamu selalu teringat pekerjaan ketika masih jam kerja adalah wajar. Namun jika kamu terus teringat pekerjaan di luar jam kerja maka itu sudah tidak wajar. Sebaiknya kamu harus mengontrol pikiran kamu untuk tidak terus memikirkan pekerjaan.

Ketika kamu sudah berasa di luar jam kerja kamu harus melupakan sejenak pekerjaan dan fokuslah pada hal-hal lain.

Jika seorang karyawan merasa sudah tidak dapat mengontrol pikirannya untuk tidak memikirkan pekerjaan terus menerus maka itu salah satu tanda karyawan harus mengambil cuti.

Ketika kamu sedang mengambil cuti, berliburlah ke tempat yang dapat membuat kamu melupakan pekerjaan-pekerjaan di kantor.

Ingatlah bahwa ketika kamu sudah di rumah atau sedang tidak bekerja kamu tidak memiliki kewajiban untuk terus memikirkan pekerjaan.

4. Tidak Memiliki Waktu untuk Melakukan Hobi

Setiap orang pasti memiliki aktivitas lain selain bekerja yaitu melakukan kegiatan yang dia sukai atau hobi. Cobalah tanyakan kepada diri kamu sendiri kapan kamu melakukan hobi kamu. Jika kamu sudah tidak ingat kapan kamu melakukan hobi, maka itu bearti kamu sudah lama tidak melakukan hobi kamu tersebut.

Salah satu tanda atau waktu yang tepat karyawan mengambil cuti adalah ketika dia sudah tidak memiliki waktu untuk melakukan hobi. Meluangkan waktu untuk melakukan hobi adalah hal yang penting supaya kamu tidak terus memikirkan pekerjaan yang dapat membuat kamu stress.

Melakukan aktivitas yang kamu suka dapat membuat suasana hati kamu bagus dan pikiran menjadi lebih segar.

Ada banyak hobi, ada yang membutuhkan biaya yang mahal, ada yang membutuhkan biaya yang murah, ada yang membutuhkan waktu yang lama dan ada yang membutuhkan waktu sebentar.

Oleh sebab itu ketika kamu ingin melakukan hobi sebaiknya mengambil cuti.

Baca Juga : Burnout Syndrome, 8 Cara Mengatasinya Agar Tetap Produktif

5. Merasa Mudah Lelah

Ketika sedang dihadapkan oleh situasi yang sulit dalam bekerja terkadang semangat kerja menurun. Semangat kerja yang turun dapat menyebabkan kamu setengah hati dalam bekerja. Jika hal tersebut terjadi maka produktivitas kamu menurun.

Semangat kerja yang menurun dapat memberikan efek fisik kepada tubuh yaitu tubuh menjadi mudah lelah.

Jika kamu mudah merasa lelah namun tetap memaksakan diri untuk bekerja maka akan berdampak bagi karir kamu dan kesehatan kamu.

Ketika kurang bersemangat kerja maka kamu akan membutuhkan waktu yang lama dari biasanya untuk menyelesaikan pekerjaan. Akibatnya kamu harus lembur untuk menyelesaikannya.

Oleh sebab itu, ketika seorang karyawan mudah merasa lelah sebaiknya dia harus mengambil cuti. Kamu bisa menggunakan hak cuti untuk beristirahat yang cukup.

6. Segera Mengambil Cuti Ketika Mudah Sakit

Apakah belakangan ini kamu mudah sakit misalnya kepala kamu sering  sakit, perut kamu terasa nyeri dan asam lambung kamu tinggi? Itu tandanya kamu harus mengambil cuti.

Sakit kepala, sakit perut dan asam lambung naik dapat disebabkan karena kamu sedang mengalami stress. Stress bisa dipicu karena pekerjaan kamu. Jika kondisi tubuh kamu kurang sehat maka ketika mengerjakan pekerjaan, hasil yang diperoleh kurang maksimal.

Jangan memaksakan diri untuk bekerja dalam kondisi tubuh yang tidak sehat karena akan merepotkan rekan kerja kamu dan menghambat karir kamu.

Jika kamu sering sakit yang disebabkan karena gejala psikomatis maka sebaiknya kamu harus mengambil cuti beberapa hari. Ketika kamu cuti,kamu bisa berkunjung ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kamu.

 7. Mendapatkan Hasil Evaluasi yang Buruk

Evaluasi kerja merupakan salah satu cara untuk mengukur performa kerja seseorang. Selain atasan yang melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan kamu, kamu juga bisa melakukan evaluasi terhadap diri kamu sendiri.

Cobalah menengok hasil pekerjaan kamu sebelum-belumnya dan bandingkan dari bulan ke bulan sampai bulan sekarang.

Jika setelah melakukan evaluasi ternyata performa kamu menurun maka mungkin kamu sedang lelah bekerja atau ada masalah pribadi yang sedang menimpa kamu. Hal tersebut menjadi sebuah tanda bahwa kamu harus mengambil cuti.

Ambilah cuti beberapa hari sampai kamu bisa kembali bersemangat bekerja sehingga dapat bekerja dengan hasil yang baik.

8. Berada dalam Rutinitas yang Berulang-ulang dan Tidak Ada Perubahan

Salah satu hal yang sulit dihindari dalam bekerja adalah muncul rasa bosan dalam bekerja. Melakukan sebuah rutinitas yang berulang-ulang dapat membuat kamu jenuh dalam bekerja.

Biasanya ketika seorang telah pernah melakukan sebuah pekerjaan yang sama maka dia memiliki sebuah pengalaman dan dapat membuat hasil pekerjaan menjadi lebih baik lagi.

Namun tidak semua karyawan seperti itu. Ada karyawan yang terjebak dalam sebuah rutinitas yang berulang-ulang namun hasilnya sama saja, tidak ada kemajuan.

Jika kamu merasa terjebak dalam rutinitas yang berulang-ulang namun tidak ada kemajuan dalam pekerjaan yang kamu kerjakan maka sebaiknya kamu mengambil cuti. Beberapa orang mungkin akan resign ketika terjebak dalam situasi tersebut. Namun sebaiknya kamu perlu mempertimbangkan hal lain jika ingin resign.

Coba simak juga :

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi