in ,

Bikin Dilema, Pilih Jadi Wanita Karir atau Ibu Rumah Tangga?

Di zaman sekarang, sudah banyak orang memiliki pikiran yang lebih terbuka. Tidak peduli gender-nya apa, jika dia ingin bekerja, itu bukanlah suatu hal yang perlu diperdebatkan. Meski begitu, wanita tetap sering dilema dalam menentukan kehidupannya ke depan, apakah harus menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga biasa.

Sebenarnya di antara kedua pilihan tersebut, tidak ada yang lebih buruk. Baik menjadi wanita karir maupun ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia. Tidak semua ibu rumah tangga bisa berkarir dan tidak semua wanita karir mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik.

Semua hal memiliki sisi positif dan negatif yang harus dipertimbangkan dengan matang. Tanpa memandang sebelah mata salah satu di antaranya. Kenapa? Karena keduanya memiliki konsekuensi yang berbeda jika dijalani nantinya.

Jika kamu memilih untuk menjadi wanita karir, itu bukan hal yang bisa sepenuhnya dianggap salah kok. Kamu berhak memilih jalan hidupmu. Mungkin saja kamu memang lebih suka dengan tantangan yang ada di dunia kerja.

Tapi jika kamu ingin menjadi ibu rumah tangga biasa, ini juga bukan pilihan yang buruk. Kamu bisa memberi lebih banyak waktu dan perhatianmu pada suami dan anakmu nantinya.

Lantas, bagaimana cara menentukan pilihan terbaik antara menjadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga biasa? Mana yang lebih baik? Untuk membantu masalahmu, berikut ini ada 5 hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan dalam menentukan pilihan.

1. Kemampuan yang Dimiliki

Kemampuan Yang Dimiliki
Kemampuan Yang Dimiliki

Sudah menempuh pendidikan tinggi membuat kamu berpikir rasanya sayang jika kamu hanya menjadi ibu rumah tangga biasa. Pikiran seperti ini pasti sering menghampiri para wanita yang berpendidikan tinggi. Namun apakah salah jika kamu menjadi ibu rumah tangga biasa dengan status lulusan perguruan tinggi ternama?

Semua kembali pada pilihanmu sendiri. Tidak ada salahnya menjadi ibu rumah tangga ketika kamu pun berstatus sarjana, master, atau bahkan doktor. Tidak ada batasan pendidikan untuk menjadi ibu rumah tangga, begitu pun dengan menjadi wanita karir.

Menjadi wanita karir tentu harus memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang yang ingin kamu tekuni. Jangan sampai kamu memutuskan untuk memilih menjadi wanita karir tanpa mempertimbangkan kemampuanmu sendiri.

Jangan hanya memilih menjadi wanita karir karena ingin, tapi baiknya kamu memilihnya karena kamu memang sudah yakin. Menjadi wanita karir bukan berarti kamu mengesampingkan kewajibanmu sebagai istri dan ibu.

2. Suami

Suami
Suami

Pahamilah bahwa ada suami yang harus kamu hormati setiap pendapatnya. Cobalah meminta pendapat pada suamimu jika kamu memang ingin menjadi seorang wanita karir. Tanyakan padanya apakah dia memberi izin jika kamu hendak berkarir ketika statusmu sudah menjadi seorang istri.

Masalah ini bukan masalah yang sepele. Kamu harus mendiskusikannya dengan baik bersama pasanganmu. Karena sampai saat ini sudah banyak kasus perpisahan karena karir istri lebih cemerlang dibanding sang suami.

Meskipun di awal kamu sudah memberi pengertian pada suamimu bahwa kamu tetaplah istri ketika berada di rumah dan menjadi wanita karir ketika di tempat kerja, nyatanya hal ini tak selalu mudah diterima. Kedudukan atau karir istri yang lebih baik dibanding suami sering menjadi penyebab adanya perpecahan.

Belum lagi ketika kamu dan suamimu sudah memiliki anak. Kamu harus bisa mengatur tanggung jawab kepada anak dengan baik. Jangan sampai kamu melimpahkan semua tanggung jawab untuk merawat anak kepada suamimu seorang karena kamu lebih sibuk bekerja.

3. Alasan dan Tujuan Berkarir

Alasan Berkarir
Alasan Berkarir

Renungkan kembali alasan dan tujuanmu menjadi wanita karir. Jika memang kamu ingin berkarir untuk membantu perekonomian keluarga sepertinya menjadi wanita karir termasuk pilihan yang baik. Dengan bekerja kamu akan mendapatkan penghasilan yang mungkin bisa meringankan beban keluarga.

Harus kamu ingat, ketika kamu memutuskan untuk menjadi wanita karir, kamu harus benar-benar mempertimbangkan antara penghasilanmu dengan waktu yang harus kamu korbankan. Jika memang sudah cukup setimpal, mungkin kamu bisa mengambil peluang kerja tersebut.

Meski begitu, jangan lupa bahwa kamu masih memiliki tanggung jawab sebagai istri dan ibu jika kamu sudah memiliki anak. Kamu harus tetap memberi perhatian yang cukup untuk keluargamu.

Jadi, jika kamu hanya ingin berkarir karena idealisme yang kamu miliki, kamu harus lebih berhati-hati. Mungkin saja kamu ingin berkarir karena obsesi yang kamu miliki. Berkarir karena alasan obsesi tidak akan membuatmu berhenti. Kamu tidak akan puas dengan pencapaian apapun yang sudah kamu dapatkan.

Ketidakseimbangan antara karir dan keluarga akan membuatmu kacau pada akhirnya. Itulah kenapa kamu harus paham tentang alasan dan tujuanmu dalam berkarir sebelum kamu menentukan pilihanmu.

4. Waktu

Waktu Bekerja
Waktu Bekerja

Tidak banyak orang bisa membagi waktunya dengan baik. Terlebih untuk kamu yang berprofesi sebagai wanita karir namun tidak bisa melepaskan tanggung jawab sebagai seorang ibu rumah tangga. Kamu dituntut untuk lebih lihai dalam mengatur waktumu.

Jangan terlalu fokus pada karirmu saja sampai melupakan tanggung jawabmu di rumah. Kamu tetaplah seorang istri dan ibu meskipun kamu berstatus sebagai wanita karir. Meluangkan waktu dan perhatian untuk keluarga tetap harus kamu prioritaskan.

Sebisa mungkin luangkan waktumu juga untuk berkumpul bersama keluarga. Kamu bisa menggunakan waktu itu untuk makan bersama di suatu tempat atau merencanakan liburan yang mengasyikkan.

5. Lingkungan Kerja

Lingkungan Bekerja
Lingkungan Bekerja

Lingkungan kerja juga harus menjadi pertimbanganmu dalam memilih antara menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga loh. Saat kamu memutuskan bekerja, kamu tak akan lepas dengan lingkungan kerja tempat kamu mengembangkan karirmu.

Nah, pastinya di lingkungan kerjamu pun kamu akan memiliki rekan kerja, bukan? Jika kamu sudah nyaman dengan rekan-rekan kerjamu, bukan tak mungkin kamu pun akan cukup sering menghabiskan waktu bersama mereka.

Untuk itu, kamu harus bisa menyeimbangkan antara keluarga, pekerjaan dan sosialisasimu dengan rekan kerja. Ingatlah untuk selalu memprioritaskan keluargamu sebelum menangani masalah yang lainnya.

Baca Juga :

Pada dasarnya, menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga biasa adalah pilihan yang sama-sama baik. Semua keputusan ada di tanganmu sendiri. Yang lebih tahu mana yang terbaik juga dirimu sendiri. Kamu yang bisa mempertimbangkan keduanya dengan baik.

Sebelum mengambil keputusan, pastikan kamu sudah melakukan proses pertimbangan yang cukup matang. Jangan sampai akhirnya kamu menyalahkan keputusan yang kamu ambil karena ada masalah di kemudian hari yang berkaitan dengan pilihan yang kamu tentukan.

Written by Dina Novia

Punya hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.